BACAAJA, SEMARANG- Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika dengan cara yang bisa dibilang nggak biasa. Pelaku sempat berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang sabu ke dalam septic tank, tapi upaya itu gagal total.
Petugas nggak tinggal diam. Mereka sampai harus bongkar kloset, panggil jasa sedot WC, dan ngulik isi septic tank demi memastikan barang bukti nggak lenyap. Hasilnya? Empat paket besar dan satu paket kecil sabu dengan total 21,47 gram, plus 25 butir ekstasi berhasil ditemukan.
Kasus ini terungkap pada Jumat, (3/4/2026) dini hari. Dua tersangka diamankan: RAW, pria asal Banyumanik, dan DAZ, perempuan dari Gunungpati. Keduanya diketahui pasangan yang tinggal bareng di rumah kontrakan.
Awalnya, polisi dapat laporan warga soal dugaan aktivitas narkoba di wilayah tersebut. Dari situ, penyelidikan dilakukan sampai akhirnya RAW ditangkap saat lagi beraksi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik.
Baca juga: BNN Jateng Gerebek 8 Tempat Hiburan Malam di Semarang, 5 Orang Positif Narkoba
Dari penangkapan awal, polisi sudah mengamankan 5 gram sabu dan 3 butir ekstasi yang siap edar. Nggak berhenti di situ, pengembangan kasus membawa petugas ke rumah kontrakan mereka yang ternyata jadi “markas kecil” aktivitas peredaran.
Peran keduanya juga kebagi jelas. RAW jadi kurir sekaligus pengedar, sementara DAZ bantu simpan sekaligus buang barang bukti (yang sayangnya gagal total). Bahkan diketahui, RAW bukan pemain baru, dia residivis di kasus serupa.
Barang Bukti
Total barang bukti yang diamankan cukup banyak: 28,29 gram sabu, 28 butir ekstasi, alat-alat seperti timbangan digital, plastik klip, pipet kaca, sampai dua handphone dan satu motor Honda.
Polisi juga masih ngejar satu nama lain, MD, yang diduga sebagai pemasok. Saat ini statusnya masih DPO. Menariknya, dari bisnis ilegal ini, pelaku cuma dibayar Rp300 ribu per 5 gram sabu yang diedarkan. Bonusnya? Bisa pakai narkoba gratis.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Yos Guntur YS Susanto menegaskan, cara licik seperti apapun nggak bakal menghentikan penyelidikan.
Baca juga: Luthfi: Perang Narkoba Jangan Cuma Seremoni!
“Membuang ke septic tank bukan berarti aman. Kami tetap kejar sampai ketemu. Ini bukti keseriusan kami memberantas narkotika,” tegasnya. Pihaknya juga memastikan kasus ini masih terus dikembangkan untuk membongkar jaringan yang lebih luas.
Pada akhirnya, sepintar-pintarnya nyimpen rahasia di tempat paling “nggak kepikiran”, tetap aja kebongkar kalau niatnya dikejar serius. Karena di urusan narkoba, yang dibuang ke bawah belum tentu hilang, bisa jadi malah naik lagi lengkap dengan borgol di tangan. (tebe)


