BACAAJA, SEMARANG- Kasus kematian dosen Untag, Dwinanda Linchia Levi menjadi sorotan. Apalagi ia dilaporkan tewas oleh seorang perwira polisi pagi buta di sebuah kamar kostel.
Polisi menegaskan penyelidikan kasus kematian Levi masih berjalan. Karena itu ia belum bisa memberi kesimpulan. “Kami belum bisa menentukan apakah ada unsur tindak pidana atau tidak,” kata Direskrimum Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio, Rabu (19/11). Mereka menunggu seluruh bukti dan analisis ahli sebelum mengambil keputusan.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, juga memastikan prosesnya transparan. “Nanti saat kami lakukan gelar perkara, di situ akan terang benderang,” ujarnya. Semua keterangan saksi dan bukti akan dicocokkan satu per satu.
Kasus krmatian Levi terkuak dari laporan seorang perwira polisi berinisial AKBP B. Ia adalah polisi yang pertama menemukam Levi tak bernapas di kamar kostel Mimpi Inn. AKBP B disebut sering berkunjung ke kamar Levi. Ia juga jadi orang terakhir yang bertemu Levi malam sebelum perempuan itu ditemukan meninggal. Polisi kini menelusuri hubungan keduanya.
Riwayat Penyakit
Levi punya riwayat penyakit cukup berat. Dua hari sebelum meninggal, ia sempat dua kali dirawat di RS Tlogorejo. Tekanan darahnya sempat mencapai 190, sementara gula darahnya dilaporkan hingga 600.
Malam terakhir, Levi disebut meminta tubuhnya dilumuri minyak kayu putih. Esok paginya ia ditemukan telentang di lantai dan sudah tak bernyawa. Visum luar tak menunjukkan tanda kekerasan, tapi polisi belum berani menyimpulkan apapun.
Autopsi sudah dilakukan di RS Kariadi. Hasil resminya masih ditunggu dan akan jadi dasar penyelidikan. Setelah laporan masuk, tim langsung turun ke lokasi. “Kami melakukan olah tempat kejadian perkara,” jelas Dwi saat menerima audiensi mahasiswa Untag.
Polisi memeriksa penjaga kostel, beberapa saksi lain, termasuk AKBP B. Informasi mereka akan disinkronkan dengan bukti-bukti dan analisis ahli, mulai dari ahli kedokteran hingga ahli pidana. Soal hubungan Levi dan AKBP B juga ikut ditelusuri. “Sedang kami dalami. Memang ada beberapa momen yang bersangkutan bersama dengan korban,” kata Artanto. (bae)


