BACAAJA, SEMARANG – Pengunjung Semarang Zoo ngeluh soal halte BRT Trans Semarang di depan lokasi. Halte yang seharusnya memudahkan akses, kini justru gak berfungsi.
Mega (24), warga Pedurungan bilang, kondisi ini bikin perjalanan jadi ribet. Terutama buat yang mengandalkan transportasi umum. “Kondisi kadang panas, kadang hujan. Kalau yang naik bis BRT itu agak susah,” katanya, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, penumpang BRT sekarang harus turun di Terminal Mangkang. Dari situ, mereka masih harus jalan kaki dan menyeberang ke kebun binatang.
Baca juga: Semarang Zoo Bidik 60 Ribu Pengunjung Selama Libur Lebaran
“Harus turun di terminal, gak ada yang turun langsung ke Semarang Zoo sini lho. Harusnya kan ada ya,” sambungnya.
Dia berharap halte di depan bonbin bisa difungsikan lagi. Atau minimal ada titik berhenti yang lebih dekat. “Harapannya ya titik berhenti BRT itu ada yang di depan sini. Jadi gak kepanasan, kalau hujan juga gak kehujanan, lebih cepat,” ujarnya.
Makin Nyaman
Di sisi lain, pengunjung lain tetap mengapresiasi kondisi dalam Semarang Zoo yang makin nyaman. Farida (22) memilih datang setelah libur Lebaran biar suasananya lebih sepi. “Kalau pas liburan kemarin takutnya terlalu rame,” ucapnya.
Dia mengaku ini kunjungan keduanya setelah ada perbaikan. Suasananya dinilai lebih asri dan adem buat keluarga. “Baru kedua ini. Lebih bagus dan asri, sejuk tempatnya,” kata Ilik, sapaan akrabnya.
Baca juga: Stop Naik Gajah! Semarang Zoo Bilang: Cukup Difoto, Jangan Ditunggangi
Meski begitu, dia berharap pengelola terus berbenah. Termasuk soal akses transportasi yang dinilai masih jadi PR. “Ada perbaikan terus. Ya harapnya bisa seperti kota lain. Biar warga sini juga enak, nggak perlu jauh-jauh,” ujarnya.
Bonbin-nya makin nyaman, tapi aksesnya ngajak “petualangan”. Mau lihat hewan? Siap-siap dulu jadi pejuang transportasi. (bae)


