Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Pengamat: Luthfi Nggak Perlu Masuk Gorong-Gorong, Cukup Perkuat Komunikasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Pengamat: Luthfi Nggak Perlu Masuk Gorong-Gorong, Cukup Perkuat Komunikasi

Kerjanya ada, datanya juga rapi. Tapi kenapa masih banyak yang nanya, “Pak Gubernur lagi ngapain sih?” Menurut pengamat politik Undip, masalahnya bukan di kinerja, melainkan di cara menyampaikannya. Dan tenang, solusinya nggak harus sampai blusukan ekstrem.

T. Budianto
Last updated: Februari 24, 2026 6:37 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KINERJA PEMPROV: Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini saat hadir dalam diskusi setahun kinerja Luthfi-Yasin, Senin (23/2/2026). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi kurang terkenal. Meski secara data kinerjanya dinilai cukup baik, tapi masalahnya kerja itu belum sepenuhnya sampai ke telinga publik.

Banyak warga yang masih bertanya-tanya, gubernurnya sedang mengerjakan apa. Luthfi jarang muncul di lapangan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini menilai, kondisi ini bukan soal kurang kerja, tapi kurang komunikasi. Menurut dia, Luthfi memang perlu pencitraan, tapi pencitraan yang wajar dan proporsional.

Baca juga: Kinerja Dipercepat, Pemprov Terapkan SOTK Baru

“Pencitraan itu perlu. Tapi nggak perlu juga berlebihan,” kata Nur Hidayat dalam acara di Semarang, Senin (23/2/2026) petang. Ia mengingatkan agar upaya menunjukkan kerja tidak berubah jadi aksi simbolik yang justru kehilangan makna.

“Tidak perlu sampai masuk gorong-gorong,” sindirnya merujuk pada aksi Joko Widodo saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.  Ia menyebut gaya kepemimpinan Luthfi dan wakilnya sejauh ini ibarat “rame ing gawe, sepi ing pamrih”. Banyak bekerja, tidak terlalu mengejar sorotan. Namun, prinsip itu tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Berhak Tahu

“Sepi ing pamrih bukan berarti publik nggak perlu tahu. Masyarakat punya hak tahu karena mereka membayar pajak dan memberi mandat,” jelasnya. Nur Hidayat menilai capaian Pemprov Jateng selama setahun terakhir sebagian besar masih disampaikan lewat angka dan laporan. Menurutnya, data itu perlu diterjemahkan ke bahasa yang lebih mudah dipahami publik.

“Secara kuantitatif bisa dibuktikan. Tapi persepsi publik juga penting,” ujarnya. Karena itu, ia mendorong agar pemerintah daerah lebih aktif menyampaikan kinerja lewat berbagai saluran, terutama media sosial. Kontennya pun tidak harus rumit atau mahal.

Baca juga: Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?

“Sekarang semua orang pegang HP. Informasi itu bisa disampaikan sederhana, rutin, dan konsisten,” katanya. Ia juga menegaskan peran media tetap penting sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Media membantu memastikan informasi sampai dan bisa diuji oleh publik.

Menurutnya, satu tahun masa pemerintahan memang masih awal. Tapi justru di fase ini komunikasi publik perlu diperkuat agar kinerja yang sudah ada tidak terasa jauh dari masyarakat. “Pemimpin boleh fokus bekerja. Tapi rakyat juga berhak tahu apa yang sedang dan sudah dikerjakan oleh pemimpinnya,” tutup Nur Hidayat. (bae)

You Might Also Like

PSIS Lagi Terpuruk, Wali Kota: Tenang, Kita Gas Bareng…

Polisi Gelandang 318 Peserta Demo Ricuh Semarang: Badannya Kecil, Perawakannya Masih Pelajar

Uang Nganggur di Jabar, Kursi Sekda Goyang

Gubernur: Satgas MBG Pusat Bakal Ngantor di Jawa Tengah

KUHAP Baru Diketok, Akademisi Waswas: Ancaman Intelektual dan Peneliti Kritis

TAGGED:ahmad luthfiheadlinekinerja pemprovtaj yasin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Puasa Jalan, Tarawih Bolong? Rugi Dong Ramadhanmu!!
Next Article Lagi Puasa Napas Bau, Ini Solusinya!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Helikopter Militer Iran Jatuh di Pasar, Empat Tewas

Sahur Keliling Pakai Sound Horeg, Joget Bikin Heboh…Asiiik…

Lagi Puasa Napas Bau, Ini Solusinya!

Pengamat: Luthfi Nggak Perlu Masuk Gorong-Gorong, Cukup Perkuat Komunikasi

Puasa Jalan, Tarawih Bolong? Rugi Dong Ramadhanmu!!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Polisi memberikan keterangan peristiwa pemusnahan amunisi kadaluarsa Garut yang menwaskan 11 orang
Daerah

2 TNI dan 9 Warga Sipil Tewas Saat Pemusnahan Amunisi Kedaluwarsa

Mei 12, 2025
Mulyono, teman satu angkatan kuliah Jokowi di UGM, menyatakan tak ada jurusan-jurusan di Fakultas Kehutanan UGM.
Unik

Pengakuan Teman Kuliah Jokowi di UGM: Saya Tidak Tahu Ada Jurusan Teknologi Kayu, Skripsi Saya Ekonomi Manajemen

Juli 27, 2025
Ekonomi

Tol Jogja-Bawen Dikebut, Siap Bikin Waktu Tempuh Cuma Sejam!

Oktober 18, 2025
Politik

Banjarnegara Heboh, Ketua DPRD Anas Hidayat Mundur, Ternyata Ada Isu Tunjangan

September 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengamat: Luthfi Nggak Perlu Masuk Gorong-Gorong, Cukup Perkuat Komunikasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?