BACAAJA, SEMARANG – Sekolah tanpa guru, mau gimana? Ironisnya, nasib guru justru terkesan terabaikan. Mereka harus melewati proses panjang dan ribet hanya untuk bisa menyandang status PPPK.
Di tengah perjuangan itu, pemerintah berencana mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi PPPK dalam waktu cepat. 32 ribu formasi dibuka.
Seorang guru di Purworejo, Junda miris saat dapat kabar pengangkatan SPPG itu. Di sisi lain, guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun masih harus menunggu kepastian.
Bacaaja: Pegawai Honorer Nyolong Mobil DPRD, Aksi Panik Berujung Apes
Bacaaja: Datang Pengennya Gusur Ternak Babi, SPPG di Sragen Akhirnya Malah Direlokasi
“Dilematis. Banyak guru honorer berharap kesejahteraan,” kata Junda saat dihubungi, Jumat (23/1/2026).
Menurut dia, menyejahterakan guru sebenarnya bisa. Negara mampu. Tapi masalahnya ada di prioritas. Guru tidak dianggap lebih penting dari SPPG.
Junda sehari-hari mengajar di sekolah di bawah naungan Kemenag. Sekarang dia masih berjuang agar bisa diterima jadi PPPK.
Guru honorer untuk bisa diangkat PPPK nggak gampang. Guru yang sudah lulus sertifikasi (PPG), bakal dapat nilai lebih saat daftar PPPK. Tapi, untuk PPG juga butuh proses.
Ia pernah nyoba daftar seleksi PPG gelombang besar, tapi nggak lolos. Alasannya karena ia terlambat terdaftar dalam EMIS (Education Management Information System) Kemenag.
“Ya mau gimana lagi,” katanya sambil tertawa kecil.
Dia sadar tidak bisa berbuat banyak, meski nggak boleh berhenti berusaha. Ke depan, dia masih akan berjuang daftar PPG atau ngejar sampai lolos PPPK.
Selain Junda, di luar sana ada banyak guru honorer yang sedang berada di posisi serupa. Mereka bertahun-tahun mengajar, mengurus kelas, dan mendampingi murid, tapi soal status masih harus sabar menunggu.
Sebagian dari mereka bahkan sudah ikut PPG, ikut pendataan, dan melengkapi berbagai syarat. Namun karena aturan waktu dan administrasi, nama mereka tetap belum masuk daftar PPPK.
Di tengah kabar pembukaan ribuan formasi PPPK SPPG, rasa cemas dan harap bercampur jadi satu. Para guru honorer ini berharap, perjuangan panjang mereka juga segera berujung pada kepastian. (bae)

