BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang menatap putaran ketiga Championship musim 2025/2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Optimisme itu datang langsung dari Ketua Panser Biru, Kepareng, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Warengm, yang menyuarakan semangat tempur lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng.
“Skuad untuk putaran ketiga sudah lengkap, saatnya pertempuran. Pemain bertarung di lapangan, suporter di tribun. Semua usaha dilakukan maksimal. Tinggal minta ridho Allah,” tulis Wareng penuh keyakinan.
Ungkapan tersebut langsung menjadi suntikan motivasi bagi Laskar Mahesa Jenar dan para pendukungnya. Wareng juga menegaskan pentingnya kebersamaan antara tim dan suporter, saling mendukung, saling menjaga, dan saling melengkapi demi satu tujuan: PSIS tetap bertahan.
Baca juga: PSIS Kunci Skuad: Thaufan-Kristof Jadi Puzzle Terakhir
Panser Biru dan Snex diharapkan terus kompak mengawal perjuangan PSIS yang kini tengah berjuang menjauh dari ancaman degradasi. Dukungan total dari tribun diyakini bisa jadi pembeda di laga-laga krusial putaran ketiga.
Menjelang fase penting ini, manajemen PSIS bergerak cepat dengan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah pergantian pelatih, setelah Jafri Sastra resmi tak lagi menangani tim usai kekalahan 3-0 dari Kendal Tornado FC.
Meski pelatih kepala baru belum diumumkan, PSIS sudah lebih dulu mendatangkan Alfredo Vera, pelatih asal Argentina, yang kini mengisi posisi Direktur Teknik. Kehadiran Vera diharapkan membawa sentuhan taktik baru sekaligus mental juara ke ruang ganti.
Perombakan Skuad
Tak hanya itu, perombakan skuad juga dilakukan. Bek sayap Persis Solo, Ibrahim Sanjaya, direkrut untuk memperkokoh lini belakang. Di sektor sayap, PSIS mendatangkan Thaufan Hidayat dari Deltras FC untuk menambah kecepatan dan kreativitas serangan.
Lini tengah pun dipoles dengan hadirnya Fridolin Kristof Yoku, gelandang bertahan asal Persipura, yang diharapkan mampu menstabilkan permainan sekaligus menutup celah lawan.
Manajemen PSIS menegaskan, seluruh langkah ini diambil demi satu misi utama: bertahan di kasta kedua dan membalikkan keadaan di putaran ketiga. Fokus tim kini tertuju pada peningkatan kekompakan, kualitas permainan, dan mental bertanding.
Baca juga: PSIS Pinjam Ibrahim Sanjaya
Dengan skuad yang lebih lengkap dan dukungan penuh dari suporter, PSIS menatap putaran ketiga dengan keyakinan. Setiap laga akan jadi pertarungan penuh strategi, disiplin, dan kerja keras.
Sekarang bola ada di kaki pemain, suara ada di tribun, dan doa ada di langit. Kalau semua sudah jalan bareng, satu yang nggak boleh tersisa: alasan. PSIS, waktunya buktiin, bukan sekadar bertahan, tapi melawan. (tebe)


