Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: OTT Sudewo: Jabatan Desa Diduga Pakai Price List
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

OTT Sudewo: Jabatan Desa Diduga Pakai Price List

Kalau biasanya harga cuma nempel di etalase toko, kali ini beda cerita. Jabatan perangkat desa di Pati diduga punya price tag sendiri. KPK pun angkat suara dan mulai bongkar satu per satu.

T. Budianto
Last updated: Januari 20, 2026 6:53 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Bupati Pati, Sudewo. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Pati Sudewo mematok harga dalam pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dugaan itu mencuat setelah Sudewo terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut, setiap jabatan diduga memiliki nilai atau tarif tertentu. “Jadi, setiap jabatan itu ada nilainya juga,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Menurut Budi, detail soal dugaan tarif jabatan tersebut akan dibuka secara lengkap dalam konferensi pers penetapan tersangka. KPK masih mendalami seberapa luas praktik itu terjadi.

Baca juga: Cuma Pakai Sandal ke KPK, Sudewo Ditetapkan sebagai Tersangka bersama 3 Orang Lainnya?

“Nanti akan kami sampaikan secara lengkap. Pengisian jabatan ada di wilayah mana saja, berapa desa, dan berapa jabatan yang terlibat, semuanya akan kami jelaskan,” katanya.

Pemeriksaan Intensif

Saat ini, Sudewo bersama tujuh orang lainnya yang ikut terjaring OTT sudah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Mereka diperiksa terkait dugaan korupsi dalam proses pengisian jabatan perangkat desa.

Pantauan di lokasi, Sudewo tiba di KPK dengan pengawalan ketat petugas. Ia langsung digiring masuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik lembaga antirasuah.

Kasus ini menambah daftar panjang OTT KPK di awal 2026. Sebelumnya, KPK melakukan OTT pertama pada 9-10 Januari 2026 dengan menangkap delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara.

Tak lama berselang, pada 19 Januari 2026, KPK juga mengamankan Wali Kota Madiun Maidi bersama 14 orang lainnya. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.

Baca juga: Gus Yasin Respons OTT KPK Bupati Pati Sudewo: Pelayanan Publik Tetap Jalan

Masih di hari yang sama, KPK mengonfirmasi OTT ketiga di Kabupaten Pati, Jateng yang menyeret nama Bupati Pati Sudewo. Kasus ini disebut berkaitan langsung dengan dugaan praktik korupsi dalam pengisian jabatan perangkat desa.

KPK menegaskan proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. Lembaga antirasuah itu juga memastikan akan mengungkap seluruh konstruksi perkara, termasuk aliran uang dan pihak-pihak yang terlibat. Kalau jabatan sudah punya harga, yang gratis tinggal satu: antrean panjang di meja KPK. (tebe)

You Might Also Like

Ribuan Media Cetak Tutup, DPR Desak Pemerintah Lindungi Nasib Jurnalis

Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang

Niat Bikin Mercon Malah Petaka, Bocah Ini Kena Imbas

Super Flu Lagi Viral, Imun Kita Nggak Sepolos Itu

Liburan Nataru, Pemkot: Urusan Parkir Aman

TAGGED:bupati patiheadlineKPKOTT KPKpemkab patisudewo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kantor Baru Megawati Institute Rampung
Next Article Kasus Sritex: Ramai-Ramai Teken, Giliran Sidang Cuma Bertiga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tangkapan layar siaran berita debut dua sopir bus profesional asal Indonesia di Jepang, yang berangkat melalui program JIDS.

Pecah Rekor! Lulusan JIDS Jadi Sopir Bus Perempuan Asing Pertama di Jepang

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gedung DPRD Makassar luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Makassar dibakar massa saat aksi demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) malam.
Unik

Duka Makassar! Korban Tewas Gedung DPRD Dibakar Jadi 4 Orang

Agustus 30, 2025
Info

Data Rio Haryanto Bocor Bukan Sepele, Wali Kota Solo Respati: Pasti Ada Sanksi

Februari 23, 2026
Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.
Hukum

Pelaku Teror Andrie Yunus Tertangkap: 4 Oknum Intelijen TNI, Mayoritas Perwira dari AL dan AU

Maret 18, 2026
Hukum

Tumpukan Uang Kejagung Dipamerkan, Kerja Nyata atau Pencitraan?

Desember 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: OTT Sudewo: Jabatan Desa Diduga Pakai Price List
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?