BACAAJA, SEMARANG — Kabar membanggakan datang dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Golkar Jateng, Mohammad Saleh.
Ia resmi meraih gelar doktor di bidang hukum dengan IPK sempurna 4,00 dan predikat Summa Cumlaude, sebuah capaian akademik yang tentu tidak diraih dalam semalam.
Gelar tersebut dikukuhkan dalam sidang terbuka promosi doktor di Universitas Islam Sultan Agung pada Sabtu (14/2/2026).
Bacaaja: Dampak Banjir Pemalang, M Saleh: Pemulihan Pendidikan Nggak Boleh Nunggu Lama
Bacaaja: Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget
Dalam forum akademik itu, Saleh berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Rekonstruksi Regulasi Proyek Strategis Nasional Berbasis Nilai Keadilan Ekologis.”
“Alhamdulillah sidang berjalan dengan baik dan saya sangat bersyukur atas kelancaran seluruh proses penelitian hingga promosi hari ini,” ujarnya.
Fokus pembangunan berkeadilan
Disertasi Saleh berangkat dari keprihatinan terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keadilan ekologis.
Menurutnya, pembangunan memang krusial bagi kemajuan negara, tetapi tetap harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta dampaknya bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan dan kelestarian merupakan investasi penting, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga bagi generasi mendatang.
Dalam penelitiannya, Saleh juga menilai masih ada kelemahan dalam sejumlah aturan, termasuk Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, yang dianggap belum secara kuat memasukkan prinsip keadilan ekologis dan reforma agraria.
Karena itu, ia merekomendasikan rekonstruksi regulasi serta penguatan substansi kebijakan agar proyek-proyek strategis pemerintah dapat berjalan selaras dengan tata kelola lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Harapannya sederhana namun berdampak besar: regulasi tidak hanya mengejar percepatan pembangunan, tetapi juga memastikan perlindungan bagi masyarakat dan ekosistem.
Pengetahuan akademik sebagai panduan kebijakan

Saleh berharap risetnya dapat menjadi referensi bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan PSN ke depan.
Ia juga mendorong kementerian, lembaga, serta sektor usaha untuk menjunjung transparansi, tanggung jawab sosial, dan kepatuhan terhadap prinsip lingkungan.
Tak kalah penting, masyarakat pun diajak berperan aktif dalam mengawal penyusunan regulasi dan pengawasan proyek strategis, agar manfaat pembangunan bisa dirasakan secara adil.
Sidang promosi tersebut turut dihadiri berbagai tokoh nasional dan daerah, mulai dari anggota DPR RI, pimpinan DPRD Jawa Tengah, hingga para kepala daerah.
Di tengah padatnya aktivitas publik dan politik, pencapaian ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap pendidikan tetap bisa berjalan beriringan dengan pengabdian. Sebuah pengingat bahwa belajar memang tidak mengenal batas, dan hasilnya selalu sepadan dengan usaha. (*)


