Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mau Awet Muda? Liburan!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Mau Awet Muda? Liburan!

Penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa perjalanan wisata bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, liburan bahkan disebut dapat membantu memperlambat proses penuaan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 19, 2026 11:47 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi liburan (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Liburan selama ini identik dengan melepas penat setelah sibuk bekerja atau menjalani rutinitas yang padat. Namun, manfaat bepergian ternyata tidak berhenti pada rasa senang atau pikiran yang lebih tenang.

Penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa perjalanan wisata bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, liburan bahkan disebut dapat membantu memperlambat proses penuaan.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of Travel Research pada 2024 melalui studi berjudul Travel Could Be the Best Defence Against Ageing. Penelitian itu melihat bahwa aktivitas wisata dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk menjaga kualitas hidup hingga usia lanjut.

Kandidat doktor dari Edith Cowan University di Perth, Australia, Fangli Hu, menjelaskan bahwa manfaat perjalanan bukan hanya soal hiburan. Menurutnya, aktivitas wisata juga berperan mendukung kesehatan fisik maupun mental.

“Pariwisata bukan hanya tentang waktu luang dan rekreasi. Ini juga dapat berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental orang-orang,” ujar Fangli Hu.

Saat seseorang bepergian, tubuh dihadapkan pada suasana, lingkungan, dan pengalaman baru. Perubahan ini memicu respons alami tubuh yang membantu meningkatkan metabolisme sekaligus memperkuat kemampuan pemulihan.

Adaptasi terhadap lingkungan baru juga memberi rangsangan positif pada sistem kekebalan tubuh. Inilah yang membuat liburan tidak sekadar menjadi aktivitas menyenangkan, tetapi juga mendukung kesehatan dari dalam.

Manfaat lain yang tak kalah penting datang dari interaksi sosial. Selama bepergian, seseorang biasanya bertemu orang baru, mengenal budaya berbeda, hingga mencoba kebiasaan yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Pengalaman seperti itu membuat otak terus belajar dan membangun koneksi saraf baru. Proses tersebut dipercaya membantu menjaga fungsi kognitif sekaligus menurunkan risiko gangguan daya ingat ketika usia bertambah.

Survei dari Amadeus bahkan menunjukkan sekitar 41 persen wisatawan berharap pulang dari perjalanan dengan pikiran yang lebih segar dan sistem saraf yang lebih rileks dibanding sebelum berangkat.

Liburan juga identik dengan aktivitas fisik yang lebih banyak. Tanpa disadari, orang cenderung berjalan kaki lebih jauh saat menjelajahi tempat wisata dibanding ketika menjalani aktivitas harian di rumah.

Sebagian orang juga memanfaatkan waktu liburan untuk mendaki gunung, bersepeda, berenang, atau mencoba olahraga air. Semua aktivitas tersebut membantu tubuh tetap aktif tanpa terasa seperti sedang berolahraga.

Gerakan tubuh yang lebih banyak membuat otot tetap kuat dan sendi lebih lentur. Hal ini penting karena massa otot memang akan terus berkurang seiring bertambahnya usia.

Selain menjaga kebugaran, aktivitas fisik saat liburan juga membantu memperbaiki sirkulasi darah. Aliran darah yang lancar membuat distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lebih optimal.

Menurut Fangli Hu, olahraga ringan yang dilakukan selama perjalanan mampu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih siap menghadapi berbagai ancaman penyakit.

“Olahraga juga membantu melancarkan sirkulasi darah, mempercepat penyaluran nutrisi, dan membantu pembuangan zat sisa,” jelasnya.

Ia menambahkan, kombinasi antara gerak aktif dan waktu istirahat yang cukup membantu menjaga proses pemulihan alami tubuh tetap berjalan dengan baik.

Liburan juga memberi kesempatan untuk menjauh sejenak dari tekanan pekerjaan maupun berbagai beban pikiran. Kondisi ini sangat penting karena stres berkepanjangan menjadi salah satu pemicu penuaan lebih cepat.

Saat tubuh merasa lebih santai, kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan stres akan menurun. Sebaliknya, hormon seperti serotonin dan endorfin meningkat sehingga suasana hati menjadi lebih baik.

Peneliti juga menjelaskan bahwa kemampuan mengelola stres selama liburan dapat membantu memperlambat pemendekan telomer, yaitu bagian kromosom yang sering dikaitkan dengan proses penuaan sel.

Karena itu, liburan bukan sekadar ajang mencari foto menarik atau mengunjungi tempat baru. Jika dilakukan dengan seimbang, bepergian bisa menjadi investasi sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh, pikiran, dan kualitas hidup dalam jangka panjang. (*)

You Might Also Like

Kuliner Jadi Magnet Baru Wisata Indonesia

Balik Lagi ke Taman Lele, Sekarang Vibesnya Beda Banget

Seminggu di Lombok: dari Pantai Perawan hingga Puncak Rinjani

Menziarahi Pesarean Panembahan Pragolapati di Cepoko Gunungpati

Brown Canyon Tembalang: Estetik Buat Foto tapi Bikin Was-was

TAGGED:awet mudaliburanpanjang umur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tidur Nyenyak Saat Menopause Ternyata Dimulai Dari Kebiasaan Sehari Hari
Next Article Jangan Keburu Percaya Mitos Rambut Sehat Ternyata Begini Faktanya Sekarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jalan Sehat di Alun-alun Ngawi, Hadiah Umrah hingga Motor Jadi Rebutan

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Sambut HUT ke-479 Kota Semarang, Taman Lele Semarang Bersolek

April 20, 2026
MENIKMATI SENJA: Puluhan orang beraktivitas di dermaga kecil Pantai Tirang Semarang, Sabtu (17/10/2026) sore. (bae)
Plesir

Syahdu! Menikmati Senja di Dermaga Pantai Tirang Semarang

Oktober 19, 2026
Plesir

Pecinan Naik Kelas, Kini Jadi Desa Wisata

September 22, 2026
Plesir

Ribuan Penari Guncang Goa Terawang

Oktober 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mau Awet Muda? Liburan!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?