Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

R. Izra
Last updated: Oktober 16, 2026 8:14 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)
PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Perhutani, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Indonesia.

Mereka mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional hingga mencopot Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Koordinator lapangan aksi, Muhammad Azmi Pratama (21), mengatakan penanganan karhutla selama ini belum maksimal.

Bacaaja: Gus Mus hingga Wantimpres Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Bacaaja: Singapura bakal Ambil Langkah Hukum soal Kabut Asap, Usut Perusahaan Penyebab Karhutla

Menurutnya, pemerintah seharusnya mengutamakan pencegahan agar kebakaran tidak terus meluas dan berdampak pada masyarakat.

“Harusnya ada pencegahan sebelum kebakaran terjadi. Kenapa tidak dicegah terlebih dahulu? Jangan sampai kebakaran terjadi, baru pemerintah bergerak,” kata Azmi, Saat di tengah-tengah aksi demonstrasi di depan kantor Perhutani, Jum’at (16/10/2026).

Selain mendesak penetapan status bencana nasional, mahasiswa meminta aparat penegak hukum menindak tegas investor yang membuka lahan dengan cara membakar hutan.

Mereka juga menuntut transparansi hak guna usaha (HGU) untuk memastikan penggunaan lahan sesuai aturan dan tidak merusak ekosistem.

Azmi menilai karhutla bukan persoalan baru karena terus berulang dari tahun ke tahun. Karena itu, pemerintah diminta memperketat pengawasan, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar saat kondisi kering.

“Kami melihat persoalan ini belum terselesaikan, padahal dampak asapnya berlangsung lama. Sebagai mahasiswa, kami prihatin karena bencana ini sampai menjadi sorotan internasional,” ujarnya.

Mahasiswa berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat pencegahan dan penegakan hukum agar kebakaran hutan tidak terus berulang. (dul)

You Might Also Like

Kado Spesial 17-an, Warga Tawuran saat Pawai HUT Kemerdekaan RI

Prabowo Bilang “Terima Kasih” ke PDIP, Politik Indonesia Lagi Adem?

Pesangon Masih Mimpi? Lelang Aset Sritex Jadi Penentu Nasib Ribuan Eks Karyawan

Arsip Bukan Sekadar Tumpukan Map, Tapi Senjata Pemerintahan Modern

Semarang Masih Sepi Koperasi Merah Putih, Baru Satu Jalan Duluan

TAGGED:bencana nasionalkarhutlaperhutaniunissula semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae) KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

DPR Tantang Prabowo Buka 52 Perusahaan Terkait Karhutla

ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DIALOG PUBLIK - Civitas akademika UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik terkait maraknya aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus setempat, Senin (11/5/2026). (dul)
Info

Tak Mau Kasus Kekerasan Seksual Terulang, Apa yang Dilakukan UIN Walisongo?

September 3, 2026
Lulusan SMP yang baru diterima di SMA mengikuti orientasi awal sekolah. (humas pemprov)
Daerah

72.460 Siswa Miskin di Jateng Bisa Bersekolah Gratis Melalui Skema Ini

Juli 11, 2025
Politikus senior PDIP, Bambang Pacul mendapat gelar kehormatan Kanjeng Pangeran (KP) dalam acara Tingalan Jumenengan ke-4 Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Selasa (27/1/2026).
Info

Melenting Secara Kultural, Bambang Pacul Kini Jadi Kanjeng Pangeran Mangkunegaran

Januari 27, 2026
Ekonomi

Cabai Nyaris 80 Ribu, Gubernur: Gas Operasi Pasar!

Februari 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?