Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Langkah Kecil Jemaah Haji Sering Terganggu Penyakit Datang Mendadak Sekali
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Langkah Kecil Jemaah Haji Sering Terganggu Penyakit Datang Mendadak Sekali

Perjalanan haji memang bukan aktivitas biasa. Jadwal padat, cuaca panas, waktu istirahat yang kadang berantakan, sampai tenaga yang terus terkuras membuat tubuh bekerja jauh lebih keras dibanding rutinitas sehari-hari. Belum lagi jemaah harus berjalan cukup jauh dan berdesakan dengan jutaan orang dari berbagai negara. Situasi seperti itu membuat risiko penularan penyakit jadi lebih tinggi.

Nugroho P.
Last updated: Mei 23, 2026 7:08 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
ilustrasi jemaah haji alami sakit dan mendapat perawatan medis.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Suasana ibadah haji selalu dipenuhi harapan besar dari jutaan umat Muslim yang datang ke Tanah Suci. Namun di balik lautan manusia yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, ada tantangan lain yang sering muncul diam-diam, yakni kondisi kesehatan yang gampang turun saat tubuh dipaksa terus aktif dalam cuaca ekstrem. Banyak jemaah awalnya merasa fit ketika berangkat, tetapi beberapa hari menjalani rangkaian ibadah, badan mulai terasa tidak stabil.

Perjalanan haji memang bukan aktivitas biasa. Jadwal padat, cuaca panas, waktu istirahat yang kadang berantakan, sampai tenaga yang terus terkuras membuat tubuh bekerja jauh lebih keras dibanding rutinitas sehari-hari. Belum lagi jemaah harus berjalan cukup jauh dan berdesakan dengan jutaan orang dari berbagai negara. Situasi seperti itu membuat risiko penularan penyakit jadi lebih tinggi.

Karena itulah pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan selalu jadi perhatian penting. Meski begitu, hasil pemeriksaan yang bagus tidak otomatis membuat seseorang bebas dari gangguan kesehatan selama di Arab Saudi. Banyak faktor baru yang muncul setelah tiba di sana, mulai dari perubahan suhu, pola makan, sampai kondisi tubuh yang mulai kelelahan akibat aktivitas nonstop.

Gangguan kesehatan yang paling sering muncul biasanya menyerang saluran pernapasan. Kondisi ini cukup umum dialami jemaah karena udara panas bercampur debu serta kepadatan manusia dalam jumlah besar membuat virus dan bakteri mudah menyebar. Gejalanya kadang dimulai dari tenggorokan terasa tidak nyaman, lalu berkembang menjadi batuk, pilek, badan meriang, hingga demam ringan.

Tidak sedikit jemaah yang awalnya menganggap batuk dan pilek sebagai masalah sepele. Padahal kalau dibiarkan saat kondisi tubuh sedang drop, keluhan itu bisa makin berat dan mengganggu ibadah. Banyak jemaah akhirnya kesulitan menjaga stamina karena malam hari kurang istirahat akibat batuk berkepanjangan atau hidung tersumbat.

Cuaca panas di Tanah Suci juga jadi tantangan tersendiri. Paparan matahari dalam waktu lama sering membuat tubuh kehilangan banyak cairan tanpa disadari. Saat kondisi tubuh mulai kekurangan cairan, tenaga cepat habis, kepala terasa berat, bahkan sebagian jemaah bisa mengalami gangguan akibat suhu panas berlebih.

Masalah heat injury atau serangan panas termasuk yang paling sering diwaspadai petugas kesehatan haji. Situasi ini muncul ketika tubuh sudah tidak mampu menyesuaikan diri dengan suhu tinggi. Awalnya mungkin hanya terasa pusing dan lemas, tetapi bila terlambat ditangani bisa menyebabkan kondisi lebih serius seperti pingsan atau gangguan kesadaran.

Karena itu jemaah biasanya diingatkan agar rutin minum air putih meski tidak merasa haus. Banyak orang lupa kalau udara panas membuat cairan tubuh keluar sangat cepat. Selain itu, penggunaan payung, topi, masker, serta mencari tempat berteduh saat matahari terlalu terik menjadi langkah sederhana yang cukup membantu menjaga kondisi badan tetap stabil.

Selain gangguan pernapasan dan serangan panas, masalah pencernaan juga sering menghampiri jemaah. Diare menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak ditemukan selama musim haji. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari perubahan pola makan sampai makanan yang kurang cocok dengan kondisi tubuh.

Banyak jemaah tergoda mencoba berbagai makanan baru selama berada di Arab Saudi. Namun perubahan menu mendadak kadang membuat perut sulit beradaptasi. Apalagi kalau makanan tidak terjaga kebersihannya atau dikonsumsi terlalu lama setelah disajikan. Dalam kondisi tubuh lelah, gangguan kecil pada pencernaan bisa langsung terasa cukup berat.

Petugas kesehatan biasanya mengingatkan jemaah agar lebih selektif memilih makanan dan tidak sembarangan membeli minuman yang belum jelas kebersihannya. Mengonsumsi makanan matang dan menjaga kebersihan tangan sebelum makan menjadi langkah penting yang sering dianggap sepele padahal sangat berpengaruh.

Ada juga penyakit yang sudah lama menjadi perhatian pemerintah Arab Saudi, yakni meningitis. Penyakit ini berkaitan dengan infeksi pada selaput otak dan penyebarannya cukup cepat di area padat manusia. Karena risikonya besar, vaksin meningitis sampai sekarang masih menjadi syarat wajib bagi calon jemaah haji sebelum berangkat.

Kebijakan vaksin tersebut bukan tanpa alasan. Pada awal tahun 2000-an, Arab Saudi pernah menghadapi kasus meningitis yang cukup mengkhawatirkan saat musim haji berlangsung. Sejak saat itu pengawasan kesehatan diperketat supaya penyebaran penyakit bisa ditekan dan jemaah lebih terlindungi.

Jemaah lanjut usia juga punya tantangan tersendiri selama menjalani ibadah. Banyak lansia mengalami kebingungan mendadak akibat perubahan lingkungan yang sangat drastis. Mulai dari perjalanan panjang dengan pesawat, suasana hotel, jadwal yang berubah, sampai kondisi keramaian ekstrem bisa memengaruhi daya ingat mereka.

Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut berkembang menjadi delirium atau penurunan kesadaran sementara. Jemaah tampak linglung, lupa arah, bahkan sulit mengenali situasi sekitar. Kondisi ini biasanya lebih mudah terjadi pada lansia yang sebelumnya memang sudah memiliki gangguan daya ingat ringan tetapi belum terdeteksi.

Karena itulah pendampingan terhadap jemaah lansia menjadi perhatian penting selama musim haji berlangsung. Banyak petugas kesehatan dan pendamping kelompok rutin memastikan kondisi mental serta fisik lansia tetap stabil agar mereka tidak mudah tersesat atau mengalami kelelahan berlebihan.

Selain faktor usia, tekanan mental juga ikut memengaruhi kondisi kesehatan jemaah. Aktivitas yang padat ditambah rasa khawatir tertinggal rombongan kadang membuat sebagian orang sulit tidur dan cepat stres. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, daya tahan tubuh bisa ikut menurun.

Persiapan sebelum berangkat akhirnya bukan cuma soal koper dan perlengkapan ibadah. Banyak jemaah kini mulai membawa obat pribadi, vitamin tambahan, masker, hingga perlengkapan sederhana untuk menjaga kondisi tubuh selama berada di Tanah Suci. Langkah kecil seperti itu sering kali sangat membantu saat kondisi badan mulai tidak stabil.

Dokter haji juga kerap mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri ketika tubuh sudah memberi sinyal kelelahan. Banyak orang terlalu fokus mengejar semua aktivitas tanpa jeda, padahal menjaga kesehatan justru menjadi bagian penting agar ibadah tetap berjalan lancar sampai selesai.

Di tengah padatnya musim haji, menjaga tubuh tetap fit memang bukan perkara mudah. Namun dengan persiapan yang matang, pola istirahat yang dijaga, serta kesadaran untuk cepat menangani gejala penyakit, risiko gangguan kesehatan bisa ditekan sehingga ibadah terasa lebih nyaman dan tenang. (*)

You Might Also Like

Kabar Baik, Megawati Hangestri Kembali Perkuat Timnas Voli Putri Indonesia di SEA V League 2025

Ribuan Mahasiswa Undip Turun ke Desa

Jejak Dapur MBG Misterius, Temuan Baru Bikin Geger Lagi

Bisnis PV Rooftop Menggiurkan, PLN Icon Plus Siapkan Strategi lewat PV Academy

Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi

TAGGED:hajijemaah hajipenyakit jemaah haji
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Saleh di Fisip Undip: Politik Now Nggak Cuma Teori, Tapi Narasi dan Konten
Next Article ILUSTRASI - SPPG atau dapur MBG. Dapur MBG Masuk Kampus Malah Bikin Banyak Rektor Geleng Kepala

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Fakta-Fakta dari Kasus Rektor Unsoed

Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.

Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Bandang Toru, Singgung Siklon Senyar

PENYIRAM OTOMATIS--Penyiram otomatis sedang difungsikan di Taman Brilian, Jalan Pandanaran, Kota Semarang. (ist)

Taman Kota Semarang Mulai Disiram Otomatis saat Kemarau

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Penemuan Jenazah di Reservoir Siranda, PDAM Pastikan Air Masih Aman Dikonsumsi

Agustus 19, 2025
Info

Guci Kembali Dilanda Banjir Bandang: Kali Ini Lebih Parah, Tiga Jembatan Putus

Januari 24, 2026
Info

Muharram Datang Bawa Semangat Baru, Pintu Amal Kian Terbuka

Juni 15, 2026
Pendidikan

Ngopi Model Baru ala Mahasiswa UNY,  Kopi dari Daun Kelor, Nikmat dan Superfood

Oktober 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Langkah Kecil Jemaah Haji Sering Terganggu Penyakit Datang Mendadak Sekali
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?