Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lagi-lagi Keracunan MBG! 752 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Lagi-lagi Keracunan MBG! 752 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal

R. Izra
Last updated: September 3, 2026 8:46 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
SHARE

BACAAJA, LASEM – Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan peristiwa langka. Bahkan, hampir tiap hari ada saja berita keracunan MBG. Hanya lokasinya yang berlainan. Pindah-pindah tempat.

Sehari setelah peristiwa heboh ratusan santri di Sidoarjo keracunan MBG, kini kegemparan berpindah ke Rembang, Jawa Tengah (Jateng).

752 siswa SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, diare massal hingga toilet sekolah overload. Perkaranya? Ratusan siswa dan guru SMAN 1 Lasem itu keracunan MBG.

Jumlah tersebut diketahui setelah pihak sekolah melakukan pendataan terhadap seluruh kelas pada Kamis pagi, 3 September 2026. Selain ratusan siswa, sebanyak 25 guru juga dilaporkan mengalami keluhan serupa, mulai dari diare, mual hingga muntah.

Bacaaja: Gak Cuma Satu! Emil Ungkap 19 Lembaga Pendidikan Terdampak Keracunan MBG di Sidoarjo
Bacaaja: Korban Keracunan MBG di Berastagi Alami Gangguan Saraf Otak, 3 Korban Dirujuk ke Medan

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan laporan awal masuk melalui grup dinas sekitar pukul 07.00 WIB. Guru yang sedang mengajar kemudian diminta mendata jumlah siswa di masing-masing kelas yang mengalami keluhan kesehatan.

“Begitu ada laporan satu, saya minta coba didata semua kelas. Masing-masing ada berapa anak yang diare. Ternyata saat itu terkumpul 725 anak dari 33 kelas,” kata Juhartutik dalam wawancara yang dikutip dari akun Instagram @musyafa_musa15, Kamis (3/9/2026).

Ia mengatakan, keluhan yang dialami para siswa bukan sekadar sakit perut biasa. Sejumlah siswa mengaku telah berkali-kali mengalami diare sejak malam sebelum berangkat sekolah.

“Saya tanya ke anak-anak, ‘Kamu sudah berapa kali diarenya?’ Ada yang menjawab enam kali. Tiga kali tadi malam dan tiga kali pagi ini. Ada juga guru yang sudah tujuh kali pagi itu,” ujarnya.

Menurut Juhartutik, kondisi tersebut membuat antrean kamar mandi di sekolah membludak. Situasi diperparah karena dua toilet sekolah sedang dalam proses renovasi.

Karena keterbatasan fasilitas tersebut dan banyaknya siswa yang mengalami keluhan, pihak sekolah akhirnya meminta izin untuk memulangkan para siswa lebih awal.

“Antrian di kamar mandi sangat sesak karena dua WC kami sedang direnovasi. Karena keterbatasan WC ini, akhirnya saya mohon izin ke kepala dinas untuk memulangkan anak-anak,” katanya.

Sementara itu, siswa yang membutuhkan penanganan medis langsung dibawa ke Puskesmas Lasem menggunakan ambulans. Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang yang datang ke lokasi sekolah.

Terkait dugaan sumber keluhan massal tersebut, Juhartutik menyebut ada temuan makanan berlendir saat dilakukan pengecekan.

Menu MBG yang dikonsumsi siswa diketahui berupa ayam bakar. Dari hasil konfirmasi pihak sekolah kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), makanan tersebut disebut mulai dimasak sekitar pukul 03.00 WIB.

Sementara makanan telah didistribusikan ke sekolah sekitar pukul 11.00 WIB dan mulai dikonsumsi siswa saat jam istirahat, sekitar pukul 11.45 WIB hingga 12.30 WIB.

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, mengatakan hingga siang hari terdapat 17 orang yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah dilakukan pemilahan dari sekolah.

Dari jumlah tersebut, 12 orang merupakan siswa dan lima lainnya guru.

“Pantauan sementara kami, alhamdulillah kondisinya baik semua. Tiga yang butuh penambahan cairan untuk mengatasi dehidrasi,” kata Joko dalam wawancara yang juga dikutip dari akun Instagram @musyafa_musa15.

Ia menambahkan, lima guru telah diperbolehkan pulang. Sementara pasien lainnya masih menjalani observasi.

“Nanti kalau membaik boleh pulang. Tapi kalau ada tanda-tanda dehidrasi atau kekurangan cairan, bisa kita rawat,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti ratusan siswa dan sejumlah guru mengalami diare, mual, serta muntah tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. (dul)

You Might Also Like

Respati Kenang Ki Anom Suroto, Jingle ‘Solo Berseri’ Siap Jadi Soundtrack Kota Surakarta

Puan Maharani Pastikan Adik Affan Kurniawan Dapat KJP & KJMU Sampai Lulus

Portal Jerakah Jebol Dihantam Truk Logistik, Pengakuan Sopir Bikin Sesak

Siap Jadi Tuan Rumah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Bekali 16 Anggota Kafilah MTQ XXXI

Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”

TAGGED:headlinekeracunan massalkeracunan MBGMBGrembangsman 1 lasem
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MUSNAHKAN NARKOBA--Pejabat Kejari Kota Semarang dan pihak terkait lainnya memusnahkan narkoba dengan cara diblender, Kamis (3/9/2026). (ist) Kejari Semarang Musnahkan 1,1 Kg Narkoba dan 12 Ribu Pil Koplo
Next Article Buya Yahya Ungkap Siapa yang Salah Saat Tak Bisa Sholat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

SIKAPI PERCERAIAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama pihak Pengadilan Agama Semarang menjalin kerja sama menyikapi kasus perceraian. (ist)

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol).

Harapan Ojol Jateng di Tengah Rencana Revisi UU Lalu Lintas

Demo Memanas di Eropa, KBRI Diminta Siaga Lindungi WNI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pemkot Evakuasi 86 Pohon Tumbang dalam Semalam

Maret 6, 2026
Info

Soal Program 3 Juta Rumah, Jateng Dianggap Paling Siap

Mei 19, 2026
Hukum

Puasa Tinggal Hitungan Hari, Polrestabes Gelar Operasi Pekat

Februari 14, 2026
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (tengah) menggandeng dua kubu PPP Mardiono dan Agus Suparmanto serta Taj Yasin Maemun yang sebelumnya saling bertikai dalam Muktamar X PPP. Foto: dok/humas
Nasional

PPP Akhirnya Rukun Lagi Setelah Drama Lempar-lemparan Kursi

Oktober 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lagi-lagi Keracunan MBG! 752 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?