Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kredit Diakalin, Bank DKI-Sritex Bikin Negara Tekor Rp180 Miliar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kredit Diakalin, Bank DKI-Sritex Bikin Negara Tekor Rp180 Miliar

Korupsi kredit jumbo antara Bank DKI dan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) akhirnya dibedah terang-terangan di ruang sidang. Skemanya rapi, nilainya fantastis, dan dampaknya bikin negara boncos hingga ratusan miliar rupiah. Dari pengaturan plafon kredit sampai pengabaian risiko, praktik “akal-akalan” ini kini menyeret petinggi bank dan bos tekstil raksasa ke meja hijau.

T. Budianto
Last updated: Desember 23, 2025 6:54 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
JALANI PERSIDANGAN: Dua petinggi Bank DKI (baju batik) berdiri seusai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (23/12/2025). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Korupsi kredit Bank DKI ke PT Sri Rejeki Isman alias Sritex akhirnya dibuka di pengadilan. Nilainya nggak main-main. Negara disebut tekor sampai Rp180 miliar gara-gara kredit yang dipermainkan.

Fakta itu terungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (23/12/2025). Jaksa Penuntut Umum Fajar Santoso membongkar cara petinggi Bank DKI dan bos Sritex mengakali pemberian kredit.

Ceritanya begini, Sritex awalnya mengajukan kredit Rp200 miliar. Tapi angka itu sengaja dipangkas jadi Rp150 miliar. Tujuannya biar urusan kredit nggak naik ke Komite Kredit A1 dan lolos tanpa harus konsultasi ke dewan komisaris.

Baca juga: Parah Banget, Bos Sritex Kibuli Bank Sampe Negara Rugi Rp1 Triliun

Tiga petinggi Bank DKI kini duduk sebagai terdakwa. Mereka adalah Zainuddin Mappa selaku Direktur Utama, Priagung Suprapto Direktur Teknologi dan Operasional, serta Babay Farid Wazdi Direktur Keuangan. Lengkap, dari pucuk sampai keuangan.

Masalahnya, kredit Rp150 miliar itu tetap dikasih meski Sritex disebut tak memenuhi syarat. Catatan risiko ada, masukan ada, tapi semuanya dibiarkan lewat begitu saja.

Jaminan Umum

“Para terdakwa tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian fasilitas kredit modal kerja,” ujar jaksa. Bahasa halusnya begitu, praktiknya ya tahu sendiri. Yang lebih bikin heran, kredit ratusan miliar itu cuma pakai jaminan umum. Tanpa jaminan kebendaan. Padahal fasilitas seperti ini biasanya khusus buat debitur kelas atas.

Uangnya pun nggak dipakai sesuai tujuan. Harusnya buat tambahan modal kerja, tapi malah dipakai nutup utang lama. Akhir cerita: kredit macet, bank pusing, negara kebagian rugi. Berdasarkan audit BPK RI, permainan kredit ini bikin keuangan negara jebol. “Merugikan keuangan negara sebesar Rp180,28 miliar,” tegas jaksa.

Baca juga: Buruh Sritex Meradang, Nasibnya Kayak Roller Coaster Gak Jelas Arahnya

Sebagai info, sehari sebelumnya majelis hakim juga menyidangkan pihak Sritex. Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto selaku bos Sritex, plus Allan Moran Severino Direktur Keuangan, ikut duduk di kursi pesakitan. (bae)

You Might Also Like

Apakah Aliran Dana Korupsi Bakal Diselidiki Sampai ke Bobby Nasution? Ini Kata KPK

Terima Penghargaan Bintang Republik Indonesia Utama, Puan: Amanah untuk Rakyat

Superflu Cuma Lewat Timeline, Jateng Masih Aman

Lagi Ngeri, 126 Ribu Pekerja Kena PHK!

Netizen Bully Puan soal “Sikap Hormat”, Padahal Aturannya Jelas Nih

TAGGED:bank bjbbank dkibank jatengheadlinekorupsi srirexKPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tambah Waspada, Keripik Pisang Disemprot Narkoba Kejari Bogor Berhasil Musnahkan
Next Article Pengunjung hendak memasuki area Seamrang Zoo. (dul) Semarang Zoo Sambut Libur Nataru, Beragam Event untuk Gaet 15 Ribu Pengunjung 

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tragedi Kaca Transparan

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, memberi pemaparan tentang fungsi eksekutif anak.

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Kota Lama Jadi Laut?

November 17, 2025
Kondisi banjir rob yang menggenang di sebagian wiayah pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang terus mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya. Banjir dan rob ini, terjadi karena selain faktor alam (perubahan iklim) juga karena faktor kesalahan manusia mengelola alam. Foto: ilustrasi banjir Semarang
Info

“Solusi Gila” Undip Atasi Rob di Semarang: Ubah Air Rob Jadi Layak Minum

Oktober 30, 2025
Hukum

Jahitan Kasus Sritex Mulai Terurai, Tiga Tersangka Siap Dipermak Tipikor

September 17, 2025
Polisi menangkap pemuda berinisial WFT yang disebut sebagai 'Bjorka'.
Hukum

Polisi Tangkap Bjorka, tapi Gak Yakin Sosok Itu ‘Bjorka’ yang Pernah Hebohkan Indonesia

Oktober 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kredit Diakalin, Bank DKI-Sritex Bikin Negara Tekor Rp180 Miliar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?