Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kenapa Kelinci jadi Ikon Paskah?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kenapa Kelinci jadi Ikon Paskah?

Cerita soal kelinci ini makin berkembang saat masuk ke tradisi rakyat di Eropa, khususnya Jerman. Dari sinilah muncul kisah tentang kelinci ajaib yang membawa telur warna-warni untuk anak-anak, sebuah cerita yang kemudian ikut menyebar ke berbagai negara.

Nugroho P.
Last updated: Maret 31, 2026 12:42 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi kelinci paskah.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang perayaan Paskah, suasana mulai terasa beda dengan hadirnya dekorasi warna-warni yang khas. Telur hias dan sosok kelinci lucu tiba-tiba muncul di berbagai sudut, dari rumah sampai pusat perbelanjaan. Banyak yang menikmati suasananya, tapi nggak sedikit juga yang bertanya, sebenarnya dari mana sih simbol ini berasal.

Paskah sendiri di tahun 2026 jatuh pada Minggu, 5 April, dan jadi momen penting bagi umat Kristen untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Namun di balik makna religius yang dalam, ada sentuhan budaya yang membuat perayaan ini terasa lebih hangat dan dekat, terutama lewat simbol kelinci dan telur.

Menariknya, kelinci ternyata bukan simbol yang lahir dari tradisi Kristen. Sejumlah ahli menyebut, jejaknya sudah ada jauh sebelum Paskah dikenal seperti sekarang. Dalam banyak budaya lama, kelinci identik dengan kesuburan dan kehidupan baru.

Cerita soal kelinci ini makin berkembang saat masuk ke tradisi rakyat di Eropa, khususnya Jerman. Dari sinilah muncul kisah tentang kelinci ajaib yang membawa telur warna-warni untuk anak-anak, sebuah cerita yang kemudian ikut menyebar ke berbagai negara.

Kisah tersebut dikenal lewat sosok Oschter Haws, kelinci yang dipercaya datang saat Paskah membawa hadiah. Anak-anak bahkan membuat “sarang” kecil sebagai tempat telur-telur itu ditinggalkan. Tradisi ini perlahan jadi kebiasaan yang terus diwariskan.

Seiring waktu, cerita itu ikut dibawa oleh para imigran Jerman ke Amerika Serikat. Dari sana, simbol kelinci Paskah makin populer dan akhirnya dikenal luas di berbagai belahan dunia.

Yang bikin unik, ternyata nggak semua negara pakai kelinci sebagai simbol. Di beberapa tempat, ada hewan lain seperti burung atau ayam yang juga dianggap membawa telur Paskah. Artinya, tradisi ini memang fleksibel dan mengikuti budaya lokal.

Kalau ditarik lebih jauh, simbol kelinci erat kaitannya dengan musim semi di Eropa. Musim ini identik dengan kehidupan baru setelah musim dingin, dan kelinci dianggap mewakili semangat itu karena kemampuan berkembang biaknya yang cepat.

Dalam mitologi lama, kelinci juga dikaitkan dengan dewi kesuburan bernama Eostre. Dari nama inilah diyakini muncul istilah “Easter” yang digunakan dalam bahasa Inggris untuk menyebut Paskah.

Ada juga cerita unik yang menyebut kelinci awalnya sedih karena tidak bisa bertelur. Lalu, ia menghias telur dan membagikannya sebagai hadiah. Dari sinilah muncul gambaran kelinci yang identik dengan telur warna-warni.

Seiring perkembangan zaman, simbol telur juga ikut berubah makna. Awalnya melambangkan kehidupan baru dalam konteks alam, tapi kemudian diartikan sebagai simbol kebangkitan dalam tradisi Kristen.

Proses percampuran budaya ini terjadi secara perlahan. Para penyebar agama di masa lalu mengadaptasi simbol-simbol yang sudah dikenal masyarakat agar lebih mudah diterima.

Hasilnya, tradisi lama dan makna religius akhirnya berjalan berdampingan. Kelinci dan telur tetap hadir sebagai simbol ceria, sementara makna utama Paskah tetap terjaga.

Kini, kehadiran kelinci Paskah bukan sekadar cerita lama, tapi juga bagian dari momen kebersamaan. Banyak keluarga memanfaatkannya untuk kegiatan seru seperti berburu telur atau menghias dekorasi bersama anak-anak.

Di sisi lain, simbol ini juga jadi cara sederhana untuk mengenalkan nilai tentang harapan dan kehidupan baru. Pesan yang ringan, tapi tetap punya makna mendalam.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya bisa terus berkembang tanpa kehilangan akar utamanya. Tradisi yang awalnya sederhana bisa berubah jadi ikon global.

Meski begitu, sebagian orang tetap memilih fokus pada makna religius tanpa terlalu terlibat dalam simbol-simbol tersebut. Dan itu juga jadi bagian dari cara merayakan yang sah-sah saja.

Yang jelas, kelinci dan telur sudah telanjur melekat sebagai bagian dari suasana Paskah. Kehadirannya memberi warna tersendiri yang sulit dipisahkan.

Di tengah berbagai versi cerita yang ada, satu hal yang pasti: simbol ini lahir dari perjalanan panjang lintas budaya. Dari tradisi lama, cerita rakyat, hingga akhirnya jadi bagian dari perayaan modern.

Jadi, saat melihat kelinci Paskah dan telur warna-warni, bukan cuma soal dekorasi lucu. Ada sejarah panjang dan makna simbolis yang ikut terbawa di dalamnya.

Akhirnya, Paskah bukan hanya tentang perayaan, tapi juga tentang bagaimana tradisi, cerita, dan makna bisa menyatu dalam satu momen yang hangat dan penuh harapan. (*)

You Might Also Like

263 Napi ‘High Risk’ Dipindah ke Nusakambangan

Banjir Semarang, Dosen Unwahas Sentil Pengembang Perumahan Nakal

Dukun Iskandar Comeback: Duit Nggak Nambah, Korban Bertambah

Setahun Rumah Singgah Temanggung, Jadi Andalan Pasien saat Berobat ke Semarang dan Jogja

Dibilang Belikan Alphard untuk Kowad Cantik, Letjen Widi Tak Terima

TAGGED:kelincikelinci paskh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Otak Tetap Ngegas Tanpa Ribet, Ini Rahasia Kebiasaan Simpel
Next Article Bukan Sekadar Segar, Buah Ini Diam-Diam Lawan Risiko Kanker

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BERI KETERANGAN: Wakil Ketua LPSK, Wawan Fahrudin memberikan keterangan dalam konfrensi pers, Minggu (14/9). (Foto: bae)
Hukum

LPSK Ungkap Luka hingga Rekaman CCTV Kasus Iko Unnes

September 14, 2025
Sepak Bola

Sejumlah Pemain Timnas Dikabarkan Jadi Angggota TNI

Juli 1, 2025
Ekonomi

Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa

November 12, 2025
Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.
Info

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Februari 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kenapa Kelinci jadi Ikon Paskah?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?