BACAAJA, SRAGEN- Menjelang Iduladha 1447H, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi minta layanan kesehatan Hewan Keliling alias “Healing” makin digas. Soalnya, jumlah ternak di Jateng nggak main-main, lebih dari 6,3 juta ekor.
Luthfi sendiri turun langsung ngecek program ini di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Rabu (15/4/2026). Targetnya jelas: jangan sampai pas Iduladha malah muncul penyakit yang bikin panik.
“Sebentar lagi Iduladha. Populasi ternak kita besar sekali, jadi harus dipastikan sehat,” kata Luthfi. Data 2026 mencatat, Jateng punya sekitar 1,32 juta sapi, 23 ribu kerbau, 3,7 juta kambing, dan 1,33 juta domba.
Baca juga: Potensi Menggiurkan Usaha Ternak Sapi hingga Ayam Pedaging di Jateng
Sementara kebutuhan hewan kurban diperkirakan tembus 593 ribu ekor. Dengan angka sebesar itu, risiko penyebaran penyakit jelas nggak bisa dianggap santai.
Makanya, program Healing dari Dinas Peternakan (Distanak) jadi andalan. Konsepnya simpel tapi penting: dokter hewan turun langsung ke desa, ngecek ternak tanpa peternak harus repot datang ke Puskeswan.
Mulai dari pemeriksaan penyakit, vaksinasi, pengobatan, sampai USG hewan bunting, semua dilayani. “Dokter hewan kita keliling, jemput bola langsung ke peternak, gratis,” jelas Luthfi.
PMK Turun
Sejak diluncurkan Februari 2026, program ini mulai kelihatan hasilnya. Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jateng turun drastis, hingga pertengahan April, cuma tercatat 10 kasus. “Itu pun sudah terdeteksi dan ditangani,” lanjutnya.
Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares bilang, sistem ini juga mengandalkan deteksi cepat di lapangan, mirip “spot stop”. Ditambah lagi, pengawasan diperketat di perbatasan lewat pos lalu lintas ternak. Tujuannya satu: hewan dari luar daerah nggak bawa penyakit masuk ke Jateng.
Baca juga: Produksi Daging Jateng Tertinggi Kedua, Anak Muda Diajak Terjun ke Peternakan
Di sisi lain, peternak juga ngerasain langsung dampaknya. Agus Kiswoyo, peternak sapi dan kambing di Desa Krikilan, bilang program ini jadi angin segar setelah sempat terpukul parah oleh PMK.
“Tahun 2024-2025 kemarin parah banget, ternak saya tinggal separuh. Semoga program ini sering dilakukan,” katanya.
Hewan kurban sekarang rutin dicek kesehatannya sebelum Iduladha. Tinggal satu yang belum jelas: siapa yang rutin ngecek “kesehatan sistem” biar masalah lama nggak kambuh tiap tahun. (tebe)

