BACAAJA, CILACAP – Pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, kembali bergerak maju hari ini. Dua jenazah berhasil ditemukan, menambah daftar korban meninggal menjadi 18 orang. Suasana di lokasi masih penuh harap sekaligus duka, mengingat masih ada warga yang belum ditemukan.
Tim SAR gabungan menemukan dua korban itu di area pencarian B2. Mereka adalah Arum Purnamasari (4) yang ditemukan pukul 15.03 WIB, dan Lilis Safitri (39). Keduanya berada di titik yang sama dan segera dievakuasi menuju posko identifikasi untuk proses lanjutan.
Sejak pagi, petugas memang kembali menyisir area dengan pembagian sektor A1, B1, dan B2. Fokus utama tetap memastikan tidak ada titik yang terlewat, terutama di area yang diprediksi menjadi pusat material longsoran.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhamad Abdullah, menjelaskan bahwa proses pencarian digarap total dengan lima metode berbeda. Mulai dari penggunaan drone untuk memantau area dari ketinggian, hingga mengerahkan anjing pelacak untuk membaca jejak manusia yang terkubur material.
Alat pompa air (alkon) juga difungsikan untuk membersihkan lapisan tanah yang tebal, sementara alat ekstrikasi manual dan modern dipakai untuk membuka jalur yang sulit dijangkau. Tak ketinggalan, alat berat terus bergerak untuk menggeser tumpukan tanah besar.
Meski dua jenazah kembali ditemukan, tim SAR belum berniat memperlambat operasi. Justru, mereka memastikan ritme kerja tetap intensif demi menemukan lima warga lain yang masih dinyatakan hilang.
Kondisi geografis dan kedalaman material longsor memang menantang, tetapi petugas tidak ingin menyerah. Setiap sektor terus dipantau agar peluang menemukan korban semakin besar.
Situasi di Desa Cibeunying masih dipenuhi aktivitas penyelamatan sejak bencana terjadi. Warga yang selamat berkumpul di titik aman, sebagian lain turut membantu dengan tenaga seadanya.
Di sisi lain, BNPB menyampaikan bahwa 269 kepala keluarga terdampak longsor rencananya akan direlokasi demi keamanan jangka panjang. Hunian sementara pun mulai disiapkan agar warga memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan.
Hingga sore ini, harapan terbesar para keluarga korban masih sama: semua anggota keluarga yang hilang bisa ditemukan. Sementara itu, Tim SAR memastikan operasi pencarian akan terus berjalan tanpa jeda.
Meski medan sulit dan cuaca tidak selalu bersahabat, komitmen tim tidak bergeser. Mereka ingin semua keluarga mendapatkan kejelasan dan kesempatan menguburkan orang terkasih dengan layak. (*)


