Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Belum Resmi Masuk Musim Hujan, Petani Diminta Waspadai Hujan Tipuan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jateng Belum Resmi Masuk Musim Hujan, Petani Diminta Waspadai Hujan Tipuan

T. Budianto
Last updated: Oktober 4, 2026 5:04 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
PETA JATENG: Kepala Stasiun Klimatologi Jateng, Goeroeh Tjiptanto menunjukkan prediksi musim hujan 2026/2027di sejumlah wilayah di Jateng, belum lama ini. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Langit mulai sering mendung, hujan juga sesekali turun. Namun, kondisi tersebut belum otomatis berarti Jateng sudah resmi memasuki musim hujan.

Kepala Stasiun Klimatologi Jateng, Goeroeh Tjiptanto mengatakan, hingga saat ini sebagian wilayah Jateng masih berada dalam periode musim kemarau. Kondisi tersebut tidak lepas dari dinamika iklim global yang ikut memengaruhi pola cuaca tahun ini.

Salah satunya adalah fenomena El Nino. “Karena kemarau tahun 2026 ini ada fenomena global yang mempengaruhi, salah satunya adalah El Nino,” kata Goeroeh, belum lama ini.

Menurutnya, pengaruh El Nino masih terasa pada awal 2026. Fenomena tersebut sebelumnya berada pada intensitas kuat hingga sedang, kemudian melemah, tetapi tetap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola iklim sepanjang tahun.

Baca juga: Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan

Yang perlu dipahami, musim hujan di Jateng tidak datang serentak. Beberapa daerah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada awal November. Namun, wilayah lain baru menyusul pada akhir November, awal Desember, bahkan pertengahan Desember.

Banjarnegara dan Wonosobo misalnya, diperkirakan menjadi wilayah yang lebih dahulu memasuki musim hujan sekitar awal November. Sementara itu, Rembang, Pati bagian utara, dan Jepara diprediksi mengalami awal musim hujan lebih lambat.

Wonogiri bagian selatan bahkan diperkirakan baru memasuki musim hujan sekitar pertengahan Desember. “Jadi meskipun Jawa Tengah itu satu wilayah, ada variasi datangnya awal musim hujan yang berbeda-beda,” ujar Goeroeh.

Artinya, hujan yang turun satu atau dua kali belum bisa dijadikan patokan bahwa musim hujan sudah benar-benar dimulai. Pada masa peralihan musim, hujan memang bisa muncul secara sporadis. Setelah itu, baru bisa dilihat apakah pola hujan mulai konsisten atau ternyata cuma mampir sebentar.

Dalam istilah yang lebih mudah dipahami masyarakat, kondisi seperti ini kerap disebut hujan tipuan atau dalam bahasa Jawa hujan salah mangsa. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi petani yang mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah.

Persoalan Air

Goeroeh mengingatkan agar petani tidak buru-buru melakukan penanaman hanya karena hujan mulai turun. Sebab, hujan pada masa peralihan belum tentu berlanjut secara konsisten. Kalau hujan berhenti cukup lama setelah benih ditanam, tanaman justru bisa menghadapi persoalan kekurangan air.

“Di dalam bahasa publik itu ada hujan tipuan, atau dalam bahasa Jawa hujan salah mangsa,” ungkapnya. Kondisinya berbeda dengan lahan pertanian yang memiliki irigasi teknis atau sumber air lain. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, petani memiliki ruang lebih besar untuk menentukan waktu tanam.

“Kalau ada irigasi teknis, ada air, mungkin sudah bisa melakukan. Tapi yang kami sampaikan ini adalah petani-petani yang menggunakan air dengan tadah hujan,” jelasnya.

Meski awal musim hujan diperkirakan mundur di sejumlah daerah, Goeroeh menegaskan kondisi tersebut tidak otomatis berarti musim hujan akan berlangsung lebih panjang.

Secara umum, musim hujan 2026/2027 diperkirakan memiliki sifat normal. Persoalannya lebih pada waktu kedatangannya yang mengalami keterlambatan di sejumlah wilayah.

Baca juga: Jateng Masih Basah Sampai Tengah Februari

Masyarakat juga perlu memperhatikan periode puncak musim hujan. Sebab, seperti halnya awal musim, puncak curah hujan di Jawa Tengah juga tidak berlangsung bersamaan.

Sejumlah wilayah diperkirakan mengalami puncak hujan pada Januari. Daerah lainnya baru mencapai puncak pada Februari hingga Maret. Ketika intensitas hujan meningkat, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor juga perlu diantisipasi.

Karena itu, kondisi cuaca tidak bisa disamaratakan untuk seluruh wilayah Jawa Tengah. Hujan di Banjarnegara belum tentu sama dengan kondisi di Pati. Begitu pula Wonogiri tidak otomatis memiliki pola hujan yang sama dengan Jepara.

Setelah melewati kemarau yang dipengaruhi dinamika El Nino, masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG.

Informasi tersebut penting, terutama bagi petani tadah hujan yang harus menentukan waktu penyemaian hingga penanaman.

Sebab, salah menentukan waktu tanam bisa berujung pada kerugian biaya dan tenaga. Jadi, ketika hujan pertama turun, jangan langsung menganggap langit sudah memberikan lampu hijau untuk menanam. Bisa jadi itu cuma hujan salah mangsa: datang membawa harapan, lalu pergi meninggalkan petani kembali menatap langit. (tebe)

You Might Also Like

Jateng Fair 2026 Bakal Ada MMA Cewek sampai Konser SID di PRPP, Catat Tanggalnya!

Tamu dari Beijing Datang, Puan Curhat Soal Banjir & Drama Dunia

Khotbah Idulfitri, Prof Rozihan: “Takwa Level Tinggi Itu Dermawan”

Messi Pulangkan Inggris, Gak Cetak Gol tapi Geser Mbappe dari Top Skor Piala Dunia 2026

Hendi ke Anak Muda: Jangan Cuma Jago Scroll, Berani Juga Bersuara

TAGGED:musim hujan 2026pemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Produksi Jagung Jateng Tembus 2,68 Juta Ton

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Belum Resmi Masuk Musim Hujan, Petani Diminta Waspadai Hujan Tipuan

Produksi Jagung Jateng Tembus 2,68 Juta Ton

Gol Tunggal Hamdi Bawa PSIS Tembus Tiga Besar Klasemen

Tiga Kelurahan Semarang Jadi Pilot Project Kampung Perdamaian

35 Peserta Lolos Tes Potensi Calon Komisi Informasi Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

17 KONI Dulongmas Kompak Dukung Sujarwanto Jadi Ketua KONI Jateng

September 26, 2025
Ilustrasi perampokan, pelaku bersenjata tajam. (grafis/wahyu)
Hukum

Kades Ungkap Detik-detik Perampokan Rumah Juragan Sate di Boyolali, Satu Anak Tewas

Januari 30, 2026
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis.
Info

Sentil Keras Kesepakatan Dagang RI-AS, MUI: Ini Perjanjian atau Penjajahan?

Februari 24, 2026
Hukum

Nama Sekda Banyumas Dicatut Buat Nipu, Seorang Warga Kena Tipu Rp10 Juta

September 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Belum Resmi Masuk Musim Hujan, Petani Diminta Waspadai Hujan Tipuan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?