BACAAJA, PURBALINGGA — Buat pendaki yang sudah menyiapkan carrier dan punya target naik Gunung Slamet lewat Bambangan, sebaiknya cek lagi jadwalnya. Pengelola menutup sementara jalur pendakian dari Basecamp Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, selama tiga hari pada 15–17 September 2026.
Bukan karena kondisi darurat, penutupan dilakukan untuk memberi ruang bagi petugas membenahi trek sekaligus membersihkan kawasan pendakian. Jalur yang cukup ramai digunakan pendaki ini perlu mendapat perawatan agar tetap nyaman dan aman saat kembali dibuka.
Selain Bambangan, jalur pendakian Gunung Slamet melalui Basecamp Dipajaya juga ikut ditutup pada tanggal yang sama. Artinya, selama tiga hari tersebut aktivitas pendakian dari dua basecamp itu untuk sementara dihentikan.
Trek Dibenerin dari Bawah sampai Atas
Pengelola Basecamp Gunung Slamet via Bambangan sudah mengumumkan kebijakan penutupan tersebut kepada calon pendaki. Selama 15, 16, dan 17 September, pendaki tidak diperbolehkan memulai pendakian melalui Bambangan maupun Dipajaya.
Petugas akan memanfaatkan masa penutupan untuk melakukan perawatan di sepanjang jalur. Pembenahan ini mencakup bagian trek yang mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas pendakian.
Petugas juga akan melakukan pembersihan dan pengondisian sampah yang berada di sepanjang kawasan pendakian. Perawatan tersebut diharapkan bisa membuat kondisi jalur lebih tertata sebelum kembali dipakai pendaki.
Rangkah, petugas pengelola Basecamp Bambangan, mengatakan pekerjaan utama selama penutupan adalah pembenahan jalur dari bagian bawah hingga kawasan puncak, sekaligus menangani persoalan sampah.
“Intinya pembenahan jalur dari bawah sampai atas, sekaligus pengkondisian sampah. Kalau fasilitas shelter saat ini masih dalam kondisi baik semua,” kata Rangkah saat dikonfirmasi Serayunews.
Menurutnya, perbaikan trek diperlukan karena sejumlah bagian jalur mulai terdampak aktivitas pendakian yang cukup tinggi. Beberapa titik juga perlu ditangani karena mengalami erosi maupun kerusakan.
Shelter Masih Aman, Fokus di Trek
Meski jalur mendapat perawatan, kondisi shelter pendakian disebut masih baik. Karena itu, pekerjaan kali ini lebih banyak diarahkan pada trek serta pembersihan kawasan dari bawah sampai atas.
Pengelola berharap perawatan tersebut bisa mengembalikan kondisi jalur agar lebih rapi dan terawat. Dengan begitu, pendaki nantinya bisa kembali melintas dengan kondisi trek yang lebih siap.
Penutupan sementara juga menjadi bagian dari pemeliharaan berkala sarana dan prasarana pendakian. Faktor keselamatan tetap menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum jalur kembali dibuka.
Pendaki Diminta Cek Ulang Pesanan
Calon pendaki yang sudah memesan tiket untuk 15–17 September diminta menyesuaikan kembali rencana perjalanan. Pilihannya bisa menggeser tanggal pendakian atau mencari basecamp resmi Gunung Slamet lain yang masih membuka jalur.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Tiket dari Basecamp Bambangan maupun Dipajaya tidak otomatis bisa dipindahkan ke basecamp resmi lainnya.
Pengelola menyebut tidak ada mekanisme koordinasi pengalihan tiket secara langsung antar-basecamp. Jadi, pendaki yang ingin berganti jalur perlu memastikan sendiri ketentuan dan pemesanan di basecamp tujuan.
Jalur Lain Bisa Jadi Pilihan
Penutupan Bambangan dan Dipajaya bukan berarti seluruh jalur Gunung Slamet berhenti beroperasi. Sejumlah jalur melalui basecamp resmi lainnya masih dapat digunakan, tergantung status operasional masing-masing pengelola.
Pendaki yang tetap ingin naik pada periode tersebut disarankan mengecek informasi terbaru sebelum berangkat. Jangan cuma mengandalkan informasi lama karena kondisi jalur dan kebijakan basecamp bisa berubah sewaktu-waktu.
Bagi pendaki yang sudah menyiapkan perjalanan, beberapa informasi penting yang perlu dicatat adalah sebagai berikut:
- Jalur: Gunung Slamet via Bambangan
- Lokasi basecamp: Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga
- Jalur lain yang ditutup: Dipajaya
- Tanggal penutupan: 15–17 September 2026
- Durasi: 3 hari
- Alasan: Pembenahan jalur dan pengondisian atau pembersihan sampah
- Kondisi shelter: Masih dalam kondisi baik
Pengelola mengimbau calon pendaki terus memantau pengumuman terbaru sebelum berangkat. Pastikan jalur yang dipilih memang sudah berstatus buka agar perjalanan tidak mentok di gerbang pendakian.
Penutupan selama tiga hari ini diharapkan membuat proses perbaikan trek dan pembersihan kawasan bisa berjalan maksimal. Setelah pekerjaan rampung, aktivitas pendakian di jalur Bambangan dan Dipajaya diharapkan kembali berjalan dengan kondisi jalur yang lebih terawat dan aman. (*)

