BACAAJA, SEMARANG- Unwahas lagi serius ngurusin jagung. Jagung hibrida hasil riset kampus ini sudah masuk tahap akhir pengujian dan tinggal selangkah lagi dilepas ke petani.
Pengujiannya dilakukan di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP) Tanaman Serealia Maros, Sulawesi Selatan. Di sini, jagung Unwahas diuji adaptasinya di berbagai kondisi lahan sekaligus dicek ketahanannya terhadap penyakit daun.
Jagung yang diuji bukan sekadar coba-coba. Semua parameternya dipantau, mulai dari daya tumbuh, kekuatan tanaman, sampai potensi hasil panen di lapangan.
Baca juga: Unwahas Terima 4.663 Maba, dari Timor Leste hingga Thailand
Kepala BRMP Maros, Amin Nur menyebut, jagung hibrida Unwahas menunjukkan hasil yang menjanjikan. Proses penilaian varietas sedang berjalan dan peluang lolosnya cukup tinggi. “Kami dampingi sampai hasilnya maksimal,” ujarnya.
Jagung ini dirakit langsung oleh tim pemulia Unwahas. Sejumlah dosen terlibat sejak awal perakitan hingga uji lapangan untuk memastikan kualitas benih benar-benar siap dipakai petani.
Ketahanan Penyakit
Wakil Rektor III Unwahas Dr Ratih Pratiwi pada 12-13 Januari 2026 terbang ke Maros. Dia melihat pengujian adaptasi multi lokasi jagung hibrida dan pengujian ketahanan terhadap penyakit daun di BRMP Maros.
Menurut Ratih, Maros dipilih karena standar pengujiannya ketat dan jadi rujukan nasional. Jika lolos di sini, kualitas jagungnya sudah diakui negara. “Kami ingin hasil riset jagung Unwahas punya standar nasional,” katanya.
Baca juga: Unwahas Terima 4.663 Maba, dari Timor Leste hingga Thailand
Target akhirnya jelas, jagung ini bisa segera diproduksi dan didistribusikan. Unwahas ingin benih jagung hibrida ini benar-benar kuat di lapangan dan memberi keuntungan nyata bagi petani, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Ke depan, uji tanam lanjutan juga disiapkan di lahan mitra Unwahas. Fokusnya tetap sama, memastikan jagung hasil riset kampus bisa benar-benar turun ke ladang, bukan cuma berhenti di laboratorium. (bae)


