BACAAJA, BOGOR – Pengecekan kualitas BBM di sejumlah SPBU Kota Bogor langsung digerakkan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat setelah keluhan konsumen ramai bermunculan. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi Pertalite maupun Pertamax benar-benar aman dipakai, tanpa perlu bikin masyarakat waswas.
Upaya pengecekan dilakukan menyeluruh di 17 SPBU dan hasilnya bikin napas lega: semuanya on spec, tidak ada temuan kualitas yang menyimpang. Tim Pertamina turun bersama UPTD Metrologi Legal Kota Bogor untuk memastikan uji di lapangan benar-benar akurat.
Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Bogor, Deden Marlina, menegaskan tidak ada satu pun SPBU yang terindikasi menjual BBM bermasalah. Ia menjelaskan metode pengecekan menggunakan pasta air terbukti konsisten, karena warna pasta tidak berubah baik pada Pertamax maupun Pertalite.
Deden juga menyoroti pentingnya publik memahami fakta lapangan dibanding terpancing isu. Ia menegaskan seluruh hasil uji sejauh ini menunjukkan keamanan produk BBM Pertamina di Bogor.
Dari sisi Pertamina, Section Head Communication & Relation Regional JBB, Muslim Dharmawan menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu cemas. Proses distribusi BBM selalu melewati pengujian kualitas, sehingga produk yang diterima konsumen tetap terkontrol.
Muslim menambahkan, pengecekan pasta air di lapangan menjadi bukti langsung bahwa Pertalite dan Pertamax yang didistribusikan aman. Pertamina memastikan standar ini diterapkan di seluruh wilayah layanan.
Sementara itu, pengawas SPBU Pajajaran, Irawan, menjelaskan bahwa setiap SPBU memiliki SOP ketat untuk menjaga kualitas BBM yang mengalir ke tangki kendaraan pelanggan. Ia menyebut pengecekan harian dilakukan dua kali, baik manual maupun digital.
Pemeriksaan manual menggunakan dombang dan pasta air dilakukan setiap pagi, sementara pemeriksaan digital dilakukan lewat alat monitor kualitas yang tersedia di SPBU. Rutinitas ini jadi jaminan agar BBM yang diterima masyarakat tetap sesuai standar.
Pihak SPBU menekankan bahwa keluhan atau isu yang beredar di luar sering kali tidak sejalan dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Pengecekan langsung menjadi langkah transparan untuk meredakan keresahan publik.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar dan memastikan sumbernya valid. Informasi keliru bisa menimbulkan keresahan yang tidak perlu.
Jika masyarakat menemukan indikasi masalah saat mengisi BBM, Pertamina membuka kanal pengaduan yang bisa diakses kapan pun. Saluran ini disiapkan untuk menampung laporan secara cepat dan responsif.
Pertamina Call Center 135 tersedia selama 24 jam yang bisa dihubungi untuk menyampaikan keluhan, pertanyaan, atau masukan seputar produk. Selain itu, laporan juga bisa dikirim melalui email resmi maupun media sosial Pertamina.
Masyarakat juga bisa langsung menyampaikan keluhan lewat SPBU tempat pembelian terakhir agar penanganan bisa dilakukan pada lokasi yang relevan. Dengan begitu, proses klarifikasi bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.
Langkah cepat pengecekan menyeluruh di Kota Bogor membuktikan bahwa isu soal BBM off spec tidak terbukti. Pertamina menegaskan komitmen menjaga kualitas BBM tetap stabil di semua wilayah.
Pihak terkait juga mengingatkan bahwa pemeriksaan kualitas BBM bukan hanya dilakukan saat ada isu, tetapi memang menjadi standar harian di SPBU. Rutinitas ini memastikan produk tetap aman sampai ke tangan konsumen.
Hasil pengecekan juga menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan dan distribusi di SPBU Bogor berada dalam kondisi yang baik. Hal ini ikut mempengaruhi kualitas produk yang diterima masyarakat.
Proses inspeksi oleh UPTD Metrologi Legal memberi kepastian bahwa standar pemerintah pun telah diikuti dengan benar. Kesesuaian ini penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Pertamina menilai koordinasi antara SPBU, pemerintah daerah, dan tim inspeksi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas BBM. Dengan cara ini, setiap temuan potensial bisa segera direspons.
Pengecekan rutin yang dilakukan harian juga membuktikan bahwa kontrol kualitas berjalan tanpa henti. SPBU tidak menunggu adanya keluhan untuk memeriksa mutu produknya.
Masyarakat pun diingatkan bahwa BBM off spec tidak bisa disimpulkan hanya dari sensasi berkendaraan semata. Diperlukan uji teknis yang valid untuk menentukan kondisi produk.
Pihak Pertamina memastikan bahwa seluruh jalur distribusi menuju Bogor berada dalam kondisi aman dan terpantau. Hal ini jadi penjelas kenapa hasil uji lapangan di semua SPBU konsisten aman.
Dengan langkah ini, Pertamina berharap publik bisa lebih tenang dan tidak terpengaruh isu liar yang belum terbukti. Transparansi lewat pengecekan langsung jadi cara paling efektif menangkal disinformasi.
Pada akhirnya, hasil inspeksi menyeluruh ini menjadi bukti bahwa BBM di Bogor tetap aman dan sesuai standar. Masyarakat diimbau tetap bijak dalam menanggapi informasi dan menggunakan saluran resmi untuk menyampaikan keluhan. (*)


