Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Indonesia Ekspor Asap ke Malaysia! Kalimantan Landa Kalimantan, Ada 1.487 Titik Api Terpantau
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Indonesia Ekspor Asap ke Malaysia! Kalimantan Landa Kalimantan, Ada 1.487 Titik Api Terpantau

R. Izra
Last updated: Agustus 21, 2026 1:39 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
TITIK API - Ilustrasi sebaran titik api yang tersebar di berbagai wilayah di Pulau Kalimantan.
TITIK API - Ilustrasi sebaran titik api yang tersebar di berbagai wilayah di Pulau Kalimantan.
SHARE

BACAAJA, KALIMANTAN – Pulau Borneo darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ribuan titik api terpantau menyebar di berbagai penjuru Kalimantan.

Berdasarkan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pemantauan satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026) mencatat 1.487 titik panas di Kalimantan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa Satuan Tugas (Satgas) penanganan karhutla, baik tim darat maupun udara, terus berupaya memadamkan api di sejumlah provinsi terdampak.

Bacaaja: Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng
Bacaaja: Antisipasi Kemarau, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air

“Namun demikian, sampai sekarang belum ada penutupan bandara akibat karhutla tersebut,” ujarnya.

Hotspot paling banyak terdeteksi di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.

Rinciannya:

  • Kalimantan Tengah: 767 titik
  • Kalimantan Barat: 560 titik
  • Kalimantan Selatan: 74 titik
  • Kalimantan Timur: 74 titik
  • Kalimantan Utara: 3 titik

Meski jumlahnya mencapai ribuan, hotspot tidak otomatis berarti seluruh titik merupakan kebakaran aktif. Data satelit tetap membutuhkan verifikasi di lapangan.

‘Ekspor’ asap ke negara tetangga

Ancaman karhutla tak hanya menjadi persoalan di dalam negeri. Kabut asap dari kebakaran di Kalimantan dilaporkan mulai bergerak hingga Sarawak, Malaysia, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kalimantan.

Kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak pun ikut memburuk. Bahkan, dampaknya mulai terasa di sektor pendidikan. Sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, ditutup sementara akibat kualitas udara yang memburuk. Kegiatan belajar kemudian dialihkan ke sistem pembelajaran dari rumah.

Kondisi tersebut menjadi alarm bahwa karhutla bukan sekadar persoalan titik api. Jika tidak segera dikendalikan, dampaknya bisa meluas hingga lintas negara dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Mayoritas dipicu ulah manusia

Karhutla di Kalimantan bukan semata-mata persoalan musim kemarau. Riset Annisa Musrifatun Nur’Aini dan Athaya Putri Tatia Ananta dari Fakultas Kehutanan UGM (2025) yang dimuat dalam portal literasi sejarah bencana BNPB menyebut sebagian besar karhutla di Indonesia dipicu aktivitas manusia atau faktor antropogenik.

Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi pilihan karena dianggap murah dan cepat. Cara ini dilakukan oleh sejumlah pihak, mulai dari oknum korporasi hingga petani skala kecil.

Masalahnya, cara instan tersebut bisa berubah menjadi bencana besar. Asap dari karhutla bahkan dapat menyebar lintas negara dan mengganggu Malaysia, Singapura, hingga Brunei Darussalam.

Salah satu contoh terparah terjadi pada 2015. Kala itu, sekitar 2,6 juta hektare lahan terbakar, menyebabkan ratusan ribu orang mengalami gangguan pernapasan dan puluhan orang meninggal dunia.

Risikonya semakin besar saat musim kemarau tiba, terutama di wilayah gambut. Kanalisasi yang membuat lahan gambut kehilangan kelembapan dapat meningkatkan potensi kebakaran.

Yang lebih sulit, api di lahan gambut tidak selalu terlihat dari permukaan. Api dapat merambat di bawah tanah atau dikenal sebagai subsurface fire, sehingga sulit dideteksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.

Artinya, ketika 1.487 titik panas kini terpantau di Kalimantan, persoalannya bukan cuma soal cuaca kering. Tata kelola lahan dan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.

Kalau pola lama terus dibiarkan, karhutla bukan hanya menghanguskan hutan dan lahan, tetapi juga berpotensi kembali menghadirkan krisis asap lintas batas dengan dampak ekonomi, kesehatan, dan lingkungan yang jauh lebih luas. (*)

You Might Also Like

Ihwal BOP Rp25 Juta Buat RT, Agustina: Cair Akhir Juni 2026 dan LPJ Dipermudah!

Tarling Jadi Ajang “Chemistry Check” Forkopimda Semarang

Bank Jateng Diminta Push KUR: Cara Luthfi Tekan Pinjol

UMKM Pandanajeng Malang Naik Level, go Digital bareng Mahasiswa FISIP UB

Pendapa Riuh, 569 Calhaj Purbalingga Siap Terbang Bareng

TAGGED:headlinekabut asapkalimantankarhutlakebakaranMalaysia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (ist) Agustina Target Ekonomi Semarang Tumbuh 8,55 Persen pada 2027
Next Article Begini Profil Rektor Unsoed, Harta Rp3,1 Miliar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Rekotrat Unsoed ‘Bedol Deso’, KPK Konfirmasi Identitas 3 Pimpinan Kampus Terjaring OTT

Ruang Rektor Unsoed Disegel KPK, Lantai 3 Steril

Begini Profil Rektor Unsoed, Harta Rp3,1 Miliar

TITIK API - Ilustrasi sebaran titik api yang tersebar di berbagai wilayah di Pulau Kalimantan.

Indonesia Ekspor Asap ke Malaysia! Kalimantan Landa Kalimantan, Ada 1.487 Titik Api Terpantau

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (ist)

Agustina Target Ekonomi Semarang Tumbuh 8,55 Persen pada 2027

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SIDANG KORUPSI--Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman dan mantan Sekda Sadmoko Danardono jalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026). (bae)
Hukum

Bupati dan Sekda Cilacap Didakwa Peras OPD, Terkumpul Rp568 Juta

Juli 31, 2026
Banjir bandang dan longsor memutus akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (11//1/2026).
Daerah

Cegah Banjir, Gus Yasin Ajak Warga Rajin Bikin Biopori

Januari 25, 2026
Politik

PDIP Balik Serang Isu BEM UBK Terima Uang

Juni 25, 2026
Mahasiswa KKN Upgris mengajak ibu-ibu Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, mengolah sampah plastik menjadi ecobrick.
Info

Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Ibu-ibu PKK Pedurungan Lor Sulap Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Februari 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Indonesia Ekspor Asap ke Malaysia! Kalimantan Landa Kalimantan, Ada 1.487 Titik Api Terpantau
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?