BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang lagi punya cara unik buat jaga roda perekonomian rakyat terus berputar: kasih hadiah. Lewat program IJOLKE 2026 (Rejeki Jajan Dolan Ning Kota Semarang), aktivitas sehari-hari seperti makan, nongkrong, nginep, sampai bayar parkir, bisa jadi tiket undian.
Caranya simpel: habis transaksi, upload struk. Udah, tinggal nunggu Dewi Fortuna datang. Hadiahnya pun nggak kaleng-kaleng. Mulai dari iPhone 17 Pro Max sebagai grand prize, Samsung Z Flip 7, sampai puluhan smartphone lainnya siap dibawa pulang warga yang beruntung.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan, IJOLKE bukan sekadar bagi-bagi hadiah biar viral. “IJOLKE ini ngajak warga ikut berkontribusi. Dari aktivitas sederhana seperti makan atau jalan-jalan, sebenarnya kita sudah ikut membangun kota,” ujarnya.
Baca juga: Pajak Daerah Semarang Tembus Rp2,6 T
Di balik konsep santai “jajan sambil dapat hadiah”, ada misi yang cukup serius: ningkatin kesadaran pajak sekaligus ngerek Pendapatan Asli Daerah (PAD). Data menunjukkan, realisasi pajak daerah Semarang sudah cukup tinggi, 92,28 persen di 2024 dan 88,55 persen di 2025.
Bahkan beberapa sektor berhasil melampaui target. Tapi tetap, masih ada celah yang bisa dimaksimalkan, terutama di sektor parkir yang selama ini sering “abu-abu”.
Terus Bertambah
Menariknya, respons warga ternyata cukup “gaspol”. Sejak program ini jalan, sudah ada lebih dari 17 ribu nota yang diunggah ke sistem IJOLKE. Dan angka ini masih terus nambah sampai penutupan upload pada 24 Mei 2026.
Nggak cuma soal partisipasi, setiap struk yang masuk juga diverifikasi. Jadi bukan asal upload, semuanya dicek biar valid dan sesuai aturan. IJOLKE juga bikin warga jadi semacam “pengawas dadakan”. Dengan upload struk, masyarakat ikut memastikan pelaku usaha benar-benar patuh pajak.
Program ini berlangsung dari 24 Februari hingga 24 Mei 2026, dengan minimal transaksi Rp50 ribu (kecuali parkir yang bebas nominal). Tinggal upload lewat platform resmi, dan selesai.
Baca juga: Kado HUT Semarang, PBB Diskon 10 Persen
“Ini bukan cuma soal hadiah, tapi membangun budaya sadar pajak bareng-bareng,” tegas Agustina. Dengan konsep ringan tapi berdampak, IJOLKE 2026 diharapkan bisa bikin ekonomi lokal makin muter, sekaligus bikin urusan pajak jadi lebih transparan.
Di kota ini, bayar pajak akhirnya terasa seperti undian berhadiah, bukan lagi kewajiban, tapi harapan. Ironisnya, mungkin memang perlu iming-iming iPhone dulu, baru kita ingat: ternyata jadi warga negara yang taat itu ada untungnya juga. (tebe)

