BACAAJA, JAYAPURA – Malam di IGD mendadak ricuh. Sejumlah dokter dan perawat di RSUD Yowari, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, jadi korban penganiayaan keluarga pasien, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 20.58 WIT.
Awalnya, pasien berinisial SS (40) datang dalam kondisi kritis dan langsung mendapat tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Tim medis sudah berupaya maksimal. Tapi sekitar pukul 20.20 WIT, dokter jaga menyatakan pasien meninggal dunia.
Di momen itulah suasana berubah. Keluarga yang terpukul diduga tak terima dengan kabar tersebut. Adu argumen sempat terjadi di ruang IGD sebelum akhirnya emosi meledak dan berujung dugaan penganiayaan terhadap tenaga medis yang sedang bertugas.
Korban dalam insiden ini adalah dr. SS (32) selaku dokter jaga dan dr. HT (38), perawat jaga IGD. Sementara terduga pelaku berinisial SS (69), yang diketahui merupakan orang tua pasien.
Kapolres Jayapura, Dionisius Helan, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian dari Polres Jayapura langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Polisi mendatangi lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit supaya situasi tetap aman.
Menurut Dionisius, setiap tindakan yang mengganggu ketertiban umum—apalagi sampai membahayakan tenaga medis—akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menahan diri.
“Tenaga medis itu lagi menjalankan tugas kemanusiaan. Mereka harus dihormati dan dilindungi bersama,” tegasnya.
Pasca kejadian, pengamanan di area rumah sakit ditingkatkan untuk mencegah hal-hal yang nggak diinginkan. Polisi juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien dan berharap semua pihak bisa menyikapi peristiwa ini dengan kepala dingin.
Sampai kabar ini ditulis, belum ada informasi lanjutan soal laporan resmi dari korban maupun perkembangan proses hukum terhadap terduga pelaku. Situasi di rumah sakit sendiri dilaporkan sudah kembali kondusif, meski menyisakan luka dan trauma bagi para tenaga kesehatan yang berjaga malam itu. (*)


