BACAAJA, JAKARTA – Baru beli HP dan langsung pengin dipakai? Tak perlu buru-buru mencari charger hanya karena ada anggapan baterai ponsel baru harus dicas berjam-jam terlebih dahulu. Kebiasaan yang dulu cukup populer itu ternyata sudah tidak relevan dengan teknologi baterai HP sekarang.
Ada yang masih percaya HP baru harus dipakai sampai baterainya benar-benar habis, kemudian dicas sampai 100 persen selama 3–8 jam. Katanya, cara tersebut bisa membuat kapasitas baterai tetap maksimal dan lebih awet.
Padahal, pengguna HP zaman sekarang bisa langsung menyalakan perangkat setelah keluar dari kotak. Selama baterainya masih memiliki daya, ponsel dapat digunakan seperti biasa tanpa perlu menjalani ritual cas pertama selama berjam-jam.
Dulu Ada Alasannya
Anggapan soal HP baru harus dicas terlebih dahulu sebenarnya bukan muncul tanpa alasan. Saran tersebut populer sejak perangkat elektronik masih banyak menggunakan baterai berbahan Nickel Cadmium atau Ni-Cd.
Baterai jenis tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan baterai modern. Salah satunya dikenal dengan istilah memory effect, ketika baterai dapat “mengingat” pola pengisian tertentu sehingga kapasitas yang bisa digunakan seolah berkurang jika tidak diperlakukan dengan tepat.
Karena itu, pada masa tersebut pengguna memang sering disarankan melakukan pengisian awal secara penuh sebagai bagian dari cara merawat baterai.
Masalahnya, teknologi tersebut sudah berbeda dengan baterai yang digunakan pada mayoritas smartphone masa kini.
Baterai HP Sekarang Beda Kelas
Sebagian besar smartphone modern menggunakan baterai Lithium-ion atau Li-ion. Jenis baterai ini tidak memiliki karakteristik memory effect seperti baterai Nickel Cadmium.
Artinya, HP baru tidak perlu dibuat kosong terlebih dahulu sebelum dicas. Begitu perangkat dikeluarkan dari kemasan, pengguna bisa langsung menggunakannya dan melakukan pengisian daya ketika baterai mulai rendah.
Pengguna juga tidak perlu membiarkan HP terhubung ke charger selama 8 jam saat pertama kali digunakan. Kalau ingin mengisi penuh, cukup cas sampai kapasitas yang diinginkan atau penuh, kemudian gunakan seperti biasa.
Jangan Tunggu Sampai Benar-benar Habis
Meski HP baru boleh langsung digunakan, ada kebiasaan pengisian daya yang tetap perlu diperhatikan. Pengguna sebaiknya tidak menjadikan baterai benar-benar habis sebagai rutinitas.
Mengisi daya sebelum baterai berada di bawah 20 persen atau sebelum muncul peringatan baterai lemah bisa menjadi kebiasaan yang lebih masuk akal untuk penggunaan sehari-hari.
Yang perlu dipahami, sistem baterai Li-ion menghitung siklus pengisian dengan cara yang tidak sesederhana “sekali colok berarti satu siklus”.
Satu siklus dihitung berdasarkan total penggunaan daya yang mencapai 100 persen kapasitas baterai, meskipun penggunaan tersebut terjadi dalam beberapa kali pemakaian.
Contoh Hitungan Siklus Baterai
Misalnya, baterai HP terisi penuh 100 persen. Kemudian pengguna memakai 75 persen daya hingga baterai tersisa 25 persen dan mengisinya kembali sampai penuh.
Pada penggunaan berikutnya, baterai kembali dipakai sebanyak 25 persen. Jika digabungkan dengan penggunaan sebelumnya, total energi yang terpakai sudah mencapai 100 persen.
Nah, penggunaan gabungan tersebut dihitung sebagai satu siklus baterai. Jadi, satu siklus tidak harus terjadi dari baterai 100 persen sampai 0 persen dalam satu kali pemakaian.
Karena itu, anggapan bahwa HP baru harus dikosongkan dulu lalu dicas sampai 100 persen selama berjam-jam tidak lagi diperlukan pada smartphone modern.
Jadi, HP Baru Langsung Dipakai?
Jawabannya: boleh langsung dipakai. Tidak ada keharusan untuk menghabiskan baterai sampai nol persen atau melakukan pengisian selama 3–8 jam hanya karena HP baru saja keluar dari kotak.
Kalau daya baterai sudah cukup, tinggal nyalakan dan gunakan. Saat baterai mulai rendah, sambungkan ke charger dan isi kembali sesuai kebutuhan.
Jadi, ritual “HP baru harus dicas semalaman” lebih tepat disebut kebiasaan lama yang terbawa sampai sekarang. Teknologi baterai smartphone sudah berkembang, sehingga cara memperlakukannya pun ikut berubah. (*)

