Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: HMI Demo di Kantor BI Jateng: Rupiah Menguat, tapi Kesejahteraan Rakyat Menguap
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

HMI Demo di Kantor BI Jateng: Rupiah Menguat, tapi Kesejahteraan Rakyat Menguap

Penguatan rupiah diiringi naiknya suku bunga acuan BI, sehingga beban masyarakat juga ikut bertambah karena bunga cicilan makin tinggi.

R. Izra
Last updated: Juni 18, 2026 6:25 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
SUARA KRITIS - Mahasiswa HMI Jateng-DIY menaruh poster berisi tuntutan dan suara kritis terkait kondisi bangsa, dalam aksi demonstrasi di depan kantor BI Jateng, Kamis (18/6/2026). (dul)
SUARA KRITIS - Mahasiswa HMI Jateng-DIY menaruh poster berisi tuntutan dan suara kritis terkait kondisi bangsa, dalam aksi demonstrasi di depan kantor BI Jateng, Kamis (18/6/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tergabung dalam Badan Koordinasi (Badko) HMI Jateng-DIY turun ke jalan dan menggelar aksi di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026).

Mereka datang membawa satu pesan utama: jangan cuma fokus bikin angka ekonomi terlihat bagus, tapi lupa sama kondisi masyarakat yang masih ngerasa hidup makin berat.

Sepanjang aksi, massa bergantian ngasih orasi dan menyampaikan kritik soal kondisi ekonomi nasional. Mulai dari nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, lapangan kerja, sampai kebijakan pemerintah yang dinilai belum benar-benar nyentuh kebutuhan rakyat.

Bacaaja: Tak Ada Pejabat Temui Massa Aksi, PMII Semarang: Mengecewakan! Kami Datang Bawa Kajian
Bacaaja: Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah

Ketua Bidang Pembinaan Anggota Badko HMI Jateng-DIY, Gema Dilal, menilai langkah pemerintah menjaga stabilitas rupiah lewat kebijakan suku bunga belum cukup kalau nggak dibarengi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, ketika suku bunga naik, beban masyarakat juga ikut bertambah karena cicilan dan biaya pinjaman makin tinggi. Padahal di saat yang sama, daya beli masyarakat justru sedang melemah.

“Kalau suku bunga naik, otomatis cicilan masyarakat juga naik. Padahal saat ini daya beli masyarakat sedang turun. Yang perlu diperbaiki bukan hanya angka-angka ekonomi, tetapi bagaimana pendapatan masyarakat bisa meningkat,” kata Gema.

Ia menilai pemerintah seharusnya lebih serius mendorong kenaikan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja yang layak, dan memperbaiki kesejahteraan pekerja.

Menurutnya, ukuran keberhasilan ekonomi nggak bisa cuma dilihat dari grafik atau angka statistik.

“Kami melihat masyarakat sering hanya dipandang sebagai data statistik. Padahal yang dibutuhkan adalah kebijakan yang benar-benar berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat,” lanjutnya.

Dalam orasinya, Gema juga menyinggung fenomena makin banyaknya anak muda Indonesia yang memilih mencari pekerjaan di luar negeri.

Menurutnya, salah satu alasan utama adalah karena banyak generasi muda merasa peluang mendapatkan penghasilan yang layak lebih besar di luar Indonesia.

Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih serius menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan menjamin kesejahteraan pekerja.

Nggak cuma soal ekonomi, aksi yang mengusung tema “Reformasi Total” itu juga menyoroti arah kebijakan pemerintah yang dinilai makin tersentralisasi.

Ketua Bidang Hukum, Pertanahan, dan Keamanan Badko HMI Jateng-DIY, Billy Al Sabir, mengatakan semangat reformasi 1998 seharusnya memperkuat peran daerah, bukan justru membuat daerah semakin bergantung kepada pemerintah pusat.

“Kami melihat banyak kebijakan yang diputuskan dari pusat tanpa mempertimbangkan kondisi daerah. Padahal setiap daerah memiliki persoalan dan potensi yang berbeda-beda,” ujar Billy.

Ia mencontohkan sejumlah program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang menurutnya diterapkan dengan pola yang sama di berbagai daerah. Padahal, menurut Billy, kebutuhan dan karakteristik tiap daerah tidak selalu seragam.

“Kami datang ke BI karena ingin mengingatkan bahwa persoalan ekonomi tidak bisa hanya dilihat dari angka. Yang harus dilihat adalah bagaimana dampaknya terhadap rakyat,” katanya.

Ia menilai ketika masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan daya beli terus melemah, maka ada persoalan yang perlu dievaluasi secara serius.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Tidak ada penutupan jalan maupun gangguan berarti terhadap aktivitas masyarakat di sekitar Kantor BI Jawa Tengah. (dul)

You Might Also Like

Belum Sempat Salah Jawab, Dua Peserta Seleksi KI Jateng Sudah Gugur Duluan

Mode Clash Squad Kian Ngetren, Turnamen FF 4v4 di Warmindo Mayoritas Dipenuhi Peserta

Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”

Bos-Bos Tionghoa Diminta Gas Ekonomi Jateng

Gubernur Lempar Karpet Merah ke Investor India

TAGGED:BIBI jatenghmijatengmahasiswapenguatan rupiahsuka bunga naik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article GERUDUK PELAKU‐-Ribuan mahasiswa Unnes menggeruduk terduga pelaku pelecehan seksual yang diamankan di pos satpam. (Foto dari akun X @unicefess). Mahasiswa Unnes Terseret Plecehan Seksual, Kampus Identifikasi Tiga Korban
Next Article Jateng Ngebut Soal Integritas ASN

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Non-Muslim Layani Jemaah Haji, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

JUARA STAND UP COMDEY - Singgung materi gaji honorer, Rachmad Rizkiawan, mahasiswa PGSD Kelompok D, PPG Calon Guru UPGRIS, meraih Juara 1 Lomba Stand Up Comedy, yang digelar di halaman Masjid Agung Jawa Tengah, pada Minggu (1/11/2026). (wid)

Garap Materi ‘Beratnya Jadi Guru Honorer’, Rachmad Rizkiawan Raih Juara 1 Lomba Stand Up Comedy PPG UPGRIS

ENJOY BERCERITA - Eleanor Jocelyn Nugroho, bocah berusia 12 tahun siswi kelas 7 SMP yang tampil enjoy di panggung 'Treats & Tales: Halloween Storytelling Parade' di Mal Ciputra, Simpang Lima, Semarang, Minggu (1/11/2026). (dul)

Bukan Sekadar Bercerita, Storytelling Jadi Ruang Anak Ekspresikan Diri

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Danang Wicaksana Dorong Pemdes Proaktif Usulkan Pembangunan Infrastruktur sesuai Kebutuhan Wilayah

Ilustrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan bukti pelunasan pajak kendaraan.

12 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan November 2026, Mana Saja? Berikut Daftar Lengkapnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Luthfi Klaim Tak Ada Desa Tertinggal di Jateng

Januari 15, 2026
Ekonomi

Ngurus Kemiskinan Nggak Bisa Sendirian: Pemprov-Baznas Kompak Gas Bareng

April 10, 2026
Sepak Bola

Punya Mimpi Pakai Jersey PSIS? Mahesa Jenar Buka Talent Scouting

Juni 26, 2026
Hukum

Sat-set, Setahun Polres Banjarnegara Bongkar Ratusan Kasus Kriminal

Desember 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: HMI Demo di Kantor BI Jateng: Rupiah Menguat, tapi Kesejahteraan Rakyat Menguap
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?