Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gak Cukup Nunggu Laporan, Distanak Jateng Healing ke Kandang Jelang Nataru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gak Cukup Nunggu Laporan, Distanak Jateng Healing ke Kandang Jelang Nataru

R. Izra
Last updated: November 4, 2026 2:47 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Kepala Distanak Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares (Frans), saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026). (dul)
Kepala Distanak Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares (Frans), saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah memperkuat layanan kesehatan hewan keliling atau Healing. Petugas disiapkan untuk turun langsung ke kandang dan peternakan, mengantisipasi penyakit sebelum terlambat ditangani.

Kepala Distanak Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares atau Frans, mengatakan layanan HeaLing mengedepankan pendekatan jemput bola. Pemerintah tidak sekadar menunggu laporan peternak, tetapi aktif mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi hewan sekaligus melakukan pencegahan.

“Dengan HeaLing, kita jemput bola. Jadi, bukan hanya menunggu laporan dari masyarakat, tetapi kita datang langsung ke peternak untuk melakukan pemeriksaan dan pencegahan,” kata Frans saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, peningkatan pergerakan hewan ternak menjelang akhir tahun berpotensi memperbesar risiko penyebaran penyakit. Karena itu, pengawasan dan pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan lebih awal.

Sejak diluncurkan pada Februari hingga Oktober 2026, HeaLing telah menjalankan 34 kegiatan di 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, pengobatan, pelayanan reproduksi, pengambilan sampel, hingga edukasi mengenai pencegahan penyakit dan biosekuriti.

Frans mengatakan, setiap kegiatan lapangan tidak berhenti pada pemeriksaan. Petugas juga melakukan evaluasi untuk menentukan penanganan lanjutan berdasarkan temuan di lapangan.

“Setelah kegiatan di lapangan, kami evaluasi bersama. Kasus apa yang ditemukan, bagaimana penanganannya, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Jadi, ada tindak lanjut, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

Jika ditemukan laporan peningkatan kasus penyakit atau kematian hewan, petugas akan diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan. Penanganan bisa berupa pengobatan, vaksinasi, penelusuran penyebaran penyakit, hingga pemantauan distribusi hewan.

Menurut Frans, kecepatan penanganan menjadi kunci agar penyakit tidak telanjur menyebar.

“Kalau kita hanya menunggu laporan, penanganannya bisa terlambat. Dengan turun langsung, peternak juga mendapatkan edukasi sehingga mereka bisa lebih cepat mengenali apabila ada hewan yang menunjukkan gejala penyakit,” tutupnya. (dul)

You Might Also Like

Adik Prabowo Peringatkan Dolar Bisa Tembus Rp22.000: Punya Dampak Politik Luar Biasa Negatif

ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri

Disapa sampai Diajak Nyanyi “Cik Cik Bum Bum”, Fadia Arafiq Pilih Bungkam

Liburan Nataru, Pemkot: Urusan Parkir Aman

TAGGED:distanak jatenghealingkesehatan hewan ternaklayanan kesehatan hewan keliling
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article GANTIKAN WISUDA: Orang tua almarhum Satrio Aji Sabarno, menggantikan anaknya yang harusnya mengikuti Wisuda ke-94 Untag, Rabu (4/11/2026). (bae) Kisah Haru Orang Tua Satrio, Bawa Foto Almarhum Naik ke Panggung Wisudawan Untag
Next Article Negara yang Gemar Menyelesaikan Masalah dengan Tantrum

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BINCANG SASTRA - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar Seminar Nasional Literasi (Semitra) X secara daring pada Rabu (4/11/2026).

Sastra Indonesia Bisa Mendunia? Semitra X UPGRIS Ungkap Strateginya

Pemprov Kebut Perbaikan Talud Jalur Kudus-Colo

Bupati Ngawi Lepas Atlet Popda dan Peparda 2026, Ini Pesannya

Semarang Sabet Juara 1 Nasional Transformasi Digital! Agustina: Harus Bikin Warga Terlayani

Mata Air Muria Banyak yang Kering, Pemprov Bangun Rorak Sambil Pulihkan Hutan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pigura Presiden dan Wapres, serta Mesin Cuci Sekolah Rakyat Jadi Gunem Panjang

Mei 19, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar Tumbang di Maguwoharjo

Januari 11, 2026
PAPARKAN HASIL RISET - Dosen Untag Semarang yang tergabung dalam tim penelitian dan pengabdian masyarakat memaparkan hasil penelitian mereka yang berdampak, terkait persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.
Pendidikan

Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah

Oktober 24, 2026
Daerah

Dulu Pelan karena Lubang, Sekarang Gaspol

Desember 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gak Cukup Nunggu Laporan, Distanak Jateng Healing ke Kandang Jelang Nataru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?