Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah

R. Izra
Last updated: Oktober 24, 2026 7:29 am
By R. Izra
5 Min Read
Share
PAPARKAN HASIL RISET - Dosen Untag Semarang yang tergabung dalam tim penelitian dan pengabdian masyarakat memaparkan hasil penelitian mereka yang berdampak, terkait persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.
PAPARKAN HASIL RISET - Dosen Untag Semarang yang tergabung dalam tim penelitian dan pengabdian masyarakat memaparkan hasil penelitian mereka yang berdampak, terkait persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang melakukan sejumlah penelitian dan pengabdian masyarakat, yang menyasar persoalan kehidupan sehari-hari. Objek penelitian dan pengabdian itu meliputi nasib driver online atau ojek online (ojol), peningkatan literasi digital pelaku UMKM, hingga pengelolaan sampah rumah tangga.

Diseminasi hasil riset dan pengabdian tersebut berlangsung di Aula Fakultas Bahasa dan Budaya, Kampus Untag Semarang, kawasan Simpang Lima, kemarin. Pada kesempatan itu, ada tiga program yang dipaparkan sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan ekonomi digital dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu penelitian dipaparkan Prof. Dr. Honorata Ratnawati DP, SE, MM, dengan judul “Transformasi Ekonomi Gig dalam Sektor Logistik dan Peran Driver Online: Implikasi terhadap Ketenagakerjaan Formal dan Informal di Indonesia”.

Bacaaja: S3-Manajemen Untag Semarang Kantongi Akreditasi Perdana, Perkuat Pendidikan Doktoral
Bacaaja: Bupati Kendal Ajak Mahasiswa Untag Rawat Kebhinekaan: Beda Pilihan Jangan Jadi Alasan Perpecahan!

Penelitian yang memperoleh hibah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui skema Riset dan Inovasi Indonesia Maju ini menyoroti sumber daya manusia pekerja platform digital. Kajian dilakukan dengan mengambil sampel dari sejumlah kota di Jawa Tengah.

Fokus penelitian tersebut adalah dinamika pekerjaan berbasis platform, terutama peran pengemudi daring dalam ekosistem ekonomi gig serta dampaknya terhadap kondisi ketenagakerjaan formal dan informal di Indonesia.

Honorata menekankan bahwa perkembangan ekonomi digital perlu diimbangi perhatian terhadap aspek kemanusiaan dan perlindungan pekerja. Kemajuan teknologi, menurutnya, tidak cukup diukur dari kecepatan algoritma dalam mendistribusikan pekerjaan. Aspek martabat, keamanan, dan masa depan pekerja juga harus menjadi perhatian.

Dengan demikian, transformasi digital diharapkan tidak hanya mendorong efisiensi ekonomi, tetapi juga tetap memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang bekerja di dalam ekosistem tersebut.

Paparan kedua disampaikan Dinda Permata Puri, S.A.P., M.A.P., bersama tim melalui penelitian berjudul “Klasterisasi Kompetensi Literasi Digital pada UMKM di Semarang”.

Penelitian ini memperoleh pendanaan dari program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026.

Hasil penelitian mengelompokkan kompetensi literasi digital pelaku UMKM di Semarang ke dalam tiga klaster.

  • 10 persen responden berada pada klaster literasi digital rendah.
  • 53 persen responden masuk klaster menengah.
  • 37 persen responden berada pada klaster tinggi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memiliki kompetensi literasi digital pada tingkat menengah hingga tinggi. Bahkan, kelompok dengan kompetensi tinggi telah menunjukkan penguasaan keterampilan digital, termasuk pembuatan konten untuk mendukung aktivitas usaha.

Hasil ini menjadi gambaran kapasitas digital pelaku UMKM di Semarang. Namun, penguatan keterampilan tetap diperlukan agar pemanfaatan teknologi semakin sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Literasi digital tidak sebatas kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi. Pelaku usaha juga perlu memanfaatkan teknologi untuk promosi, komunikasi dengan pelanggan, dan pengembangan bisnis.

Program ketiga berasal dari tim Fakultas Bahasa dan Budaya yang diketuai Kristin Marwinda, SS, MS.

Tim tersebut mengusung program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “FROM TRASH TO TREASURE NARRATIVES: Pendampingan Pemberdayaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam Kampanye Pemilahan Sampah Rumah Tangga melalui Digital Storytelling dan Media Sosial di Kelurahan Bandengan, Kabupaten Kendal”.

Program ini juga lolos pendanaan BIMA Kemendiktisaintek tahun 2026. Berbeda dari penelitian sebelumnya, kegiatan ini berfokus pada perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga. Pendekatan yang digunakan adalah komunikasi digital melalui cerita dan media sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ada tiga kegiatan utama yang dirancang, yaitu pendampingan pembentukan 10 Rumah Pilah Sampah Percontohan, pelatihan dan pendampingan digital storytelling berbasis pengalaman nyata, serta pembentukan dan penguatan Duta Digital Lingkungan dari kalangan ibu rumah tangga.

Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk menerapkan pemilahan sampah sekaligus membagikan pengalaman dan praktik baik melalui media digital.

Ibu rumah tangga diharapkan dapat menjadi penggerak kampanye lingkungan di tingkat komunitas. Dengan membagikan cerita dan pengalaman, pesan mengenai pentingnya pengelolaan sampah diharapkan menjangkau lebih banyak warga.

Riset Kampus Didorong Menjawab Persoalan Nyata

Ketiga program yang dipaparkan memperlihatkan beragam fokus penelitian dan pengabdian akademisi Untag Semarang.

Penelitian tentang ekonomi gig mengangkat pentingnya perlindungan pekerja di tengah perkembangan teknologi. Kajian literasi digital UMKM memberikan gambaran mengenai kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi. Sementara itu, program pengelolaan sampah menempatkan masyarakat sebagai penggerak perubahan melalui komunikasi digital.

Ketiganya menunjukkan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada pengembangan pengetahuan, tetapi juga dapat diarahkan untuk memahami dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui penelitian dan pengabdian yang relevan, kampus memiliki ruang untuk mendorong perubahan di berbagai sektor, mulai dari dunia kerja dan ekonomi lokal hingga kesadaran lingkungan berbasis komunitas. (*)

You Might Also Like

PLN Icon Plus Kenalkan Industri Telekomunikasi kepada Siswa SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten

DPR Minta Pungli Pendidikan Jangan Jadi Kebiasaan

Taman Baca & Pusat Difabel Bakal Dapat “Payung Hukum”

Mu’ti Minta Dana Tambahan Dana Rp181 Triliun, Ngakunya Sih Bukan Untuk MBG

Gemes Maksimal! Puluhan ‘Calon Haji Cilik’ Ini Bikin Suasana Manasik Jadi Super Seru

TAGGED:dosenpenelitianpengabdian masyarakatuntag semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KEJUTAN PELANGGAN - Kukuh Amin Bahtiar menjadi salah satu pelanggan setia Iconnet yang menerima kejutan ulang tahun dari PLN Icon Plus. HUT ke-26 PLN Icon Plus, ICONNET Birthday Surprise Hadirkan Apresiasi Pelanggan di Purwokerto

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PAPARKAN HASIL RISET - Dosen Untag Semarang yang tergabung dalam tim penelitian dan pengabdian masyarakat memaparkan hasil penelitian mereka yang berdampak, terkait persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.

Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah

KEJUTAN PELANGGAN - Kukuh Amin Bahtiar menjadi salah satu pelanggan setia Iconnet yang menerima kejutan ulang tahun dari PLN Icon Plus.

HUT ke-26 PLN Icon Plus, ICONNET Birthday Surprise Hadirkan Apresiasi Pelanggan di Purwokerto

CEK ADUAN: Petugas sedang mengecek aduan masyarakat yang masuk via situs laporsemar.semarangkota.go.id. (ist)

Pemkot Semarang Klaim Selesaikan Ribuan Aduan dari Penerangan hingga Jalan Rusak

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

Diduga Tipu Rp 380 Juta Bermodus PMB, Kuasa Hukum Desak Penyidikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Luar Negeri Sugiono.
Pendidikan

Sekolah Keagamaan Gratis Dimatangkan, Nasib Guru Ikut Disorot

Oktober 20, 2026
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah sebenarnya punya niat baik: anak sekolah kenyang, cerdas, dan sehat. Tapi realitanya, justru banyak siswa keracunan massal di berbagai daerah. Programnya keren di pidato, tapi di lapangan? Bisa bikin perut mules berjamaah.
Pendidikan

Maraknya Keracunan MBG, Begini Kata Ahli UGM

Oktober 6, 2025
Pendidikan

Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Oktober 29, 2025
Pendidikan

Jangan Buang Sisa Makanan, KKN UIN Walisongo Tunjukkan Cara Jadi Cuan

Agustus 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?