BACAAJA, GROBOGAN – Ekprsperimen memang dibutuhkan. Namun, jika dilakukan tanpa perhitungan dan perlidungan matang, maka bisa mengundang marabahaya.
Seperti aksi nekat tiga remaja di Kabupaten Grobogan yang berujung petaka ini. Bukannya dapat petasan buat seru-seruan, mereka justru jadi korban ledakan saat meracik bahan mercon sendiri.
Insiden ini terjadi di Dusun Sanggih, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Ledakan berasal dari campuran bahan petasan yang sedang mereka olah secara manual.
Bacaaja: Tahun Baru Eropa Berubah Kelam, Api dan Petasan Makan Korban Jiwa
Bacaaja: Balas Dendam Korbban Bullying: Ledakan SMAN 72 Jakarta, Lukai 55 Orang
Kapolsek Toroh, Joko Ismanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, ledakan terjadi di rumah warga saat para korban tengah mencampur bahan kimia.
Awalnya, tiga remaja berinisial AS (15), FS (13), dan AN (15) diduga membeli bahan petasan lewat aplikasi TikTok. Setelah itu, mereka mencoba meraciknya sendiri memakai alat seadanya.
Bayangin aja, campuran bahan seperti natrium benzoat, belerang, dan KCLO diaduk pakai wadah plastik bekas, disaring menggunakan tempat nasi plastik, lalu diaduk dengan gagang kayu. Tanpa perlindungan, tanpa standar keamanan.
Saat proses pengadukan selesai, tiba-tiba, duaarr! Ledakan langsung terjadi.
Akibatnya, ketiganya mengalami luka dengan tingkat berbeda.
AS (15) mengalami syok, tapi tidak ada luka fisik. Ia langsung mendapat perawatan di klinik terdekat.
FS (13) mengalami luka bakar ringan di tangan, kaki, dan wajah. Bahkan ada luka di dada kiri sepanjang sekitar 5 cm yang harus dijahit delapan jahitan.
AN (15) mengalami luka bakar sedang di beberapa bagian tubuh dan kini harus menjalani rawat inap di RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.
Polisi mengingatkan bahwa meracik petasan sendiri sangat berbahaya, apalagi jika menggunakan bahan kimia tanpa pengetahuan dan pengamanan yang memadai.
Kasus ini jadi pengingat keras: rasa penasaran boleh saja, tapi jangan sampai berubah jadi keputusan berisiko. Karena sekali lengah, dampaknya bisa serius, bahkan mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang sekitar. (*)


