BACAAJA, SEMARANG- Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang berjalan panas tapi tetap guyub. Forum tertinggi di level cabang ini akhirnya menetapkan Arif Rahman, S.HI, MSi sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Semarang periode baru, lewat proses pemilihan yang nggak main-main.
Cerita dimulai dari putaran pertama yang bikin semua peserta saling lirik. Dua kandidat terkuat, Arif Rahman dan Abdul Aziz, sama-sama ngantongi 30 suara. Skor kacamata, belum ada pemenang. Alhasil, lanjut ke putaran kedua.
Di babak penentuan, suasana makin tegang. Hasil akhir menunjukkan Arif Rahman unggul tipis dengan 32 suara, sementara Abdul Aziz mengoleksi 28 suara. Selisih tipis, tapi sah. Pimpinan sidang pun langsung mengetok palu: Arif Rahman resmi jadi ketua baru PC GP Ansor Kota Semarang.
Baca juga: Konflik PBNU Bikin Resah, Nahdliyin Nusantara Desak Kiai Sepuh Turun Gunung
Dalam pidato perdananya, Arif Rahman mengusung tema yang cukup “nendang”: Menuju Kemandirian PC GP Ansor Kota Semarang. Menurutnya, mandiri bukan cuma soal duit, tapi juga soal organisasi yang kuat, gerakan yang hidup, dan kader yang punya kapasitas.
Kemenangan Semua
“Ini bukan kemenangan pribadi. Ini kemenangan semua sahabat Ansor. PC harus jadi rumah bersama, bukan arena adu ego. Kita kuat kalau PAC dan Ranting bergerak bareng,” tegas Arif Rahman.
Ia juga menargetkan konsolidasi organisasi yang lebih rapi, militansi kader berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), serta program-program yang relevan dengan realitas anak muda Kota Semarang hari ini.
Konfercab X pun ditutup dengan suasana campur aduk: haru, lega, dan penuh optimisme. Tepuk tangan panjang dari peserta PAC dan Ranting jadi tanda restu sekaligus harapan besar untuk kepemimpinan baru. Dua putaran, selisih empat suara, dan satu palu diketok. Pesannya jelas: di GP Ansor Kota Semarang, ketua lahir bukan dari jalan pintas, tapi dari proses panjang, napas panjang, dan suara yang benar-benar dihitung satu per satu. (tebe)


