BACAAJA, PEMALANG –Dua korban longsor di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, hingga Minggu (25/1/2026) petang belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan terpaksa menghentikan pencarian sementara dan akan melanjutkannya pada Senin (26/1/2026) pagi.
Informasi tersebut disampaikan Staf Kantor Basarnas Semarang, Handika Hengki, di lokasi kejadian. “Pencarian terhadap dua korban akan kami lanjutkan Senin pagi,” ujar Handika.
Baca juga: Banjir dan Longsor Lereng Gunung Slamet: 4 Kabupaten Terdampak, Timbulkan Korban Jiwa
Ia menjelaskan, tingginya curah hujan, kondisi alam yang masih rawan, serta waktu yang sudah menjelang malam menjadi kendala utama proses pencarian. Faktor keselamatan tim menjadi pertimbangan utama untuk menghentikan sementara operasi.
Selain cuaca, luas area longsor juga jadi tantangan besar. Material longsoran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare, membuat proses pencarian harus dilakukan ekstra hati-hati.
Sedang Bekerja
Dua korban diketahui diduga tertimbun longsor saat sedang bekerja di area pertanian atau perkebunan, yang lokasinya cukup jauh dari permukiman warga. “Informasinya, mereka sedang bekerja di perbukitan Desa Bongas,” kata Handika.
Sementara itu, Kepala Polsek Watukumpul AKP M. Haris menyebut sekitar 100 personel tim gabungan, terdiri ATA atas Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan telah dikerahkan sejak pagi hingga sore hari, namun korban belum ditemukan.
Baca juga: BMKG Pasang Status Siaga di Pantura Jateng
Ia juga mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi longsor karena potensi longsor susulan masih sangat tinggi, mengingat intensitas hujan yang belum stabil. “Kami imbau warga tidak mendekat ke lokasi yang berpotensi longsor untuk menghindari risiko susulan,” ujarnya.
Pencarian berhenti bukan karena lelah, tapi karena hujan belum mau kompromi. Di tengah alam yang masih murka, harapan tetap digenggam, semoga esok pagi kabar baik akhirnya datang, dan hujan memilih reda. (tebe)


