BACAAJA, SEMARANG- Dunia otomotif Jawa Tengah lagi-lagi nunjukin taring. Bukan cuma balapnya yang makin ramai, tapi ekosistemnya, dari regulasi sampai keamanan ikut naik kelas.
Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng, Frits Yohanes bilang, pascapandemi otomotif Jateng sukses bangkit dari mode “mati suri” ke full throttle. “Setiap akhir pekan selalu ada event otomotif, baik prestasi maupun hobi,” kata Frits, yang dikenal dengan slogan “Prestasi di Gass, Hobi di Gagas”, ini.
Frits menegaskan, meski event kian ramai, bukan berarti pengawasan longgar. Justru sebaliknya, panitia kini lebih ketat soal standar safety. Mulai izin balapan hingga sertifikasi sirkuit, semuanya harus lolos audit berkala.
Tujuannya? Jelas melindungi pembalap, ofisial, sampai penonton yang biasanya ikut deg-degan di pinggir lintasan. Beberapa kota di Jawa Tengah sudah dipercaya jadi tuan rumah kejuaraan nasional.
Update Regulasi
Fris bilang, hal itu jadi bukti bahwa sirkuit Jateng dinilai oke. Tak hanya itu, SDM-nya juga dianggap mumpuni, event-nya rapi, standar internasional gaya nasional. Komite Balap Motor IMI Jateng juga terus update regulasi supaya kompetisi lokal tetap relevan dan profesional.
Meski sudah berkembang pesat, Frits tetap punya “PR yang bikin penasaran”: emas PON. Ia bilang, IMI Jateng bakal menatap PON berikutnya dengan persiapan lebih matang.
Saking siapnya, Frits juga memastikan diri maju lagi dalam Musprov IMI Jateng 2026. Balap motor Jateng sudah gaspol, regulasinya ikut ngebut, event tiap weekend, tinggal satu yang belum nempel: medali emas PON, semoga nggak keburu disalip target daerah lain. (tebe)

