BACAAJA, JAKARTA – Drama “si paling 10 miliar” akhirnya sampai di ending yang damai. Anggota DPR RI Endipat Wijaya resmi minta maaf ke aktivis sekaligus kreator Ferry Irwandi soal sindirannya tentang bantuan banjir Sumatera.
FYI, Ferry bukan orang sembarangan. Bareng tim NGO, relawan, dan Malaka Project, mereka berhasil ngumpulin Rp 10,3 miliar dalam 24 jam dari 87.693 donatur—rekor nasional buat kampanye bencana. Speedrun kemanusiaan literally.
Bacaaja: Mualem Dapat Kabar Tragis, 80 Ton Bantuan Bencana Aceh Ilang Entak ke Mana
Bacaaja: Curhat Pungli Saat Kirim Bantuan Viral, Akhirnya Minta Maaf
Sempat ada drama waktu 2,6 ton bantuan mereka susah dapat pesawat angkut. Tapi akhirnya Mabes Polri turun tangan, dan bantuan bisa mendarat mulus di Kualanamu dan langsung dibagikan ke warga yang kelaparan dan kehausan.
Drama Dimulai dari “Si Paling Kerja”
Sebelumnya, Endipat nyeletuk soal “Rp 10 miliar si paling kerja” dalam rapat Komisi I DPR.
Dia bilang, jangan biarkan negara kalah viral oleh influencer macam Ferry Irwandi.
Namun reaksi publik jelas condong ke Ferry—yang beneran kerja di lapangan.
Akhirnya, Rabu (10/12), Ferry ngumumin di Instagram:
“Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf.”
Ferry terima. Katanya, nggak penting pelihara konflik waktu bencana lagi parah-parahnya.
Ia juga nyampein beberapa hal terkait kebutuhan korban. Endipat disebut menerima semuanya dengan baik.
Dan Ferry? Tetap chill. “Saya sama sekali tidak merasa amarah atau kesal. Dengan dukungan sebesar ini, mana bisa marah?” (*)

