BACAAJA, SEMARANG – Rumah sakit biasanya identik dengan tempat cari pertolongan dan doa-doa penuh harap. Tapi di RSI Sultan Agung Semarang, Jumat (5/9/2025) lalu, suasananya malah jadi kayak arena adu bacot.
Video yang viral memperlihatkan seorang pria ngamuk ke tenaga medis. Nggak cuma teriak-teriak pakai kata kasar, dia bahkan sempat mengancam bakal membakar rumah sakit. Petugas yang jadi sasaran cuma bisa nangis ketakutan.
Sosok yang ngamuk itu diduga dosen Fakultas Hukum Unissula sekaligus advokat berinisial MDS.
MDS diduga sempat melayangkan tinjunya kepada dokter anestesi.
Masalah bermula dari proses persalinan sang istri MDS. Kondisinya disebut berisiko tinggi, dokter menyarankan caesar. Tapi keluarga menolak dan ngotot minta normal.
Alhasil, prosedur medis jadi ajang debat, tenaga medis kena semprot, dan pintu kamar ikut jebol karena ditendang.
Percakapan yang ikut beredar bikin ceritanya makin runyam. Katanya si dosen ini memang sering kontrol di RSI Sultan Agung.
Bedanya dengan pasien biasa, dia suka minta perlakuan khusus: nggak mau antre, maunya dilayanin duluan.
Informasi yang beredar, dia orang “penting” di yayasan yang menaungi rumah sakit dan kampus tempatnya mengajar.
So, perilakunya kayak yang punya rumah sakit aja. Jangankan antre, bahkan dokter harus tiba lebih dulu dari dia.
Kampus akhirnya buka suara. Wakil Rektor II Unissula, Dr. Dedi Rusdi, menegaskan masalah sudah beres.
“Mereka sudah saling memaafkan antara dosen dengan dokter dan bidan yang bertugas, pada prinsipnya semua persoalan sudah kami selesaikan dengan baik antar para pihak,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Jadi, dari kasus persalinan risiko tinggi, tenaga medis yang nangis, pintu jebol, sampai ancaman bakar rumah sakit, semuanya ditutup dengan kalimat klasik: sudah damai. (bae)


