BACAAJA, SEMARANG- Diabetes melitus masih jadi “juara bertahan” penyakit kronis di wilayah Semarang dan Demak. Data BPJS Kesehatan Cabang Semarang menunjukkan penyakit ini paling banyak ditemukan dalam skrining riwayat kesehatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang tahun 2025.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menyebutkan sebanyak 1,2 juta peserta JKN di Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah mengisi skrining riwayat kesehatan selama 2025. Hasilnya, diabetes melitus tercatat dialami oleh 286.792 orang. Angka ini disusul kanker serviks sebanyak 101.893 orang dan hipertensi 96.775 orang.
Baca juga: Jangan Salah Paham, Lima Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS
Menurut Sari, peserta yang terdeteksi memiliki risiko penyakit kronis tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka langsung diarahkan untuk konsultasi dan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Tujuannya jelas, deteksi dini. Dengan mengetahui risiko sejak awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Lebih Awal
“Harapannya, potensi risiko penyakit kronis bisa diketahui lebih awal sehingga pengobatan dilakukan sebelum kondisinya memburuk,” ujar Sari.BPJS Kesehatan juga terus mendorong kesadaran masyarakat, khususnya peserta JKN, agar tidak menganggap remeh skrining kesehatan.
Apalagi, skrining riwayat kesehatan ini bersifat wajib bagi seluruh peserta JKN berusia 15 tahun ke atas dan dilakukan minimal satu kali dalam setahun. Sari menegaskan, Program JKN tidak hanya fokus pada pengobatan saat sakit, tapi juga menaruh perhatian besar pada upaya pencegahan.
Baca juga: Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS
Melalui skrining ini, BPJS berharap angka kesakitan atau morbiditas akibat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, kanker, penyakit jantung, hingga stroke bisa dipetakan lebih awal dan ditekan sejak dini. Kalau hasil skrining sudah bicara, tinggal pilihan kita yang menentukan: mulai jaga pola hidup sekarang, atau nunggu antrean panjang di ruang tunggu rumah sakit nanti. (tebe)


