Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pesta Makan Lebaran Usai, Dinkes Semarang Ingatkan Ancaman Diare hingga Lonjakan Gula Darah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pesta Makan Lebaran Usai, Dinkes Semarang Ingatkan Ancaman Diare hingga Lonjakan Gula Darah

R. Izra
Last updated: Maret 25, 2026 12:37 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam. (ist)
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Setelah sebulan menahan lapar dan haus, Lebaran sering jadi “momen balas dendam” yang sulit dikontrol.

Meja penuh opor, rendang, sambal goreng, ditambah kue-kue manis seperti nastar dan kastengel, semuanya menggoda untuk disantap tanpa jeda. Tapi di balik kenikmatan itu, ada risiko kesehatan yang diam-diam mengintai.

Hal ini diingatkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang yang meminta masyarakat lebih waspada terhadap perubahan pola makan setelah Ramadan.

Bacaaja: WFH Usai Lebaran Bikin Pelaku Usaha Ikutan Deg-degan

Bacaaja: 5 Spot Wisata Paling Diburu saat Libur Lebaran di Semarang: dari Lawang Sewu sampai Saloka

Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa perubahan drastis dari pola puasa ke pola makan bebas sering kali membuat tubuh “kaget”.

“Setelah puasa, banyak yang langsung makan berlebihan. Ini yang memicu gangguan seperti diare, gula darah naik, bahkan bisa sampai sesak napas,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, makanan khas Lebaran yang didominasi santan jadi salah satu pemicu utama. Opor ayam, gulai, hingga sambal goreng memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi dan cenderung berat dicerna, apalagi jika dikonsumsi berulang dalam waktu singkat.

Bagi orang dengan lambung sensitif, kondisi ini bisa langsung terasa. mulai dari perut kembung, mual, hingga diare. Risiko akan semakin tinggi jika makanan yang dikonsumsi kurang higienis atau sudah terlalu lama disajikan di suhu ruang.

Tak berhenti di situ, camilan Lebaran juga sering dianggap sepele. Padahal, kandungan gula dan kalorinya cukup tinggi. Dalam gambaran sederhana, tiga buah nastar saja bisa setara dengan satu piring nasi.

Kalau dalam sehari seseorang makan beberapa jenis kue sekaligus tanpa sadar, asupan kalorinya bisa melonjak jauh dari kebutuhan harian. Ditambah minuman manis seperti sirup atau soda, kombinasi ini jadi “paket lengkap” untuk memicu kenaikan gula darah.

Kondisi ini tentu berisiko, terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi. Bahkan pada orang sehat sekalipun, perubahan mendadak ini bisa membuat tubuh cepat lelah, mengantuk, dan tidak bertenaga.

Selain pola makan, perubahan aktivitas juga ikut berpengaruh. Selama Lebaran, banyak orang lebih banyak duduk, berkumpul, atau tidur, sementara aktivitas fisik berkurang drastis. Padahal, tubuh tetap butuh bergerak untuk menyeimbangkan asupan energi.

“Kalau makan banyak tapi tidak diimbangi aktivitas, gula darah dan kolesterol bisa ikut naik. Ini yang sering tidak disadari,” tambah Hakam.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes menyarankan masyarakat mulai kembali ke pola makan seimbang. Porsi makan sebaiknya dikontrol, tidak berlebihan, dan tetap diselingi konsumsi sayur serta buah.

Selain itu, penting juga untuk memperbanyak minum air putih, membatasi minuman manis, serta tetap menjaga aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau olahraga santai.

Lebaran memang soal kebersamaan dan kebahagiaan. Tapi menjaga tubuh tetap sehat setelahnya juga tidak kalah penting. Karena kalau sampai jatuh sakit, momen yang seharusnya jadi ajang silaturahmi justru bisa berubah jadi waktu untuk pemulihan. (dul)

You Might Also Like

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

5 Orang Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Semarang, Termasuk Ibu Hamil

Sebulan Full Muter Jateng, RIKAS Bikin Gamer Nggak Sempat Rebahan

Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet, Warga Purbalingga Terisolasi hingga Jalur Pendakian Ditutup

Curi Labu Niatnya Buat Buka Bareng Ibu, Tewas Dianiaya

TAGGED:kesehatanlebaranperubahanpola makanpuasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Suasana Salat Idulfitri 2025 di Lawang Sewu, Kota Semarang. (Dok. KAI Semarang) 5 Spot Wisata Paling Diburu saat Libur Lebaran di Semarang: dari Lawang Sewu sampai Saloka
Next Article Halalbihalal Pemprov Jateng Jadi Ajang Konsolidasi Kepala Daerah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

Belajar Disiplin, Warga Binaan Lapas Purwodadi Jadi Petugas Upacara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SIDANG KORUPSI--Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq berjalan sambil menunduk usai sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (10/9/2026). (bae)
Hukum

Impulsif dan Sewenang-wenang, Bupati Fadia Pecat Orang yang Beda Pilihan Politik

September 11, 2026
TURNAMEN ESPORT--Pelajar dari berbagai daerah bertanding game Mobile Legends: Bang Bang, di Salatiga, Sabtu (18/7/2026). (ist)
Olahraga

Pelajar Adu Skill Mobile Legends di Campus School Battle 2026 di Salatiga

Juli 18, 2026
Info

Bukan Cuma Ngaji, Santri Juga Harus Kuat Mental

Juni 16, 2026
Daerah

Hujan Sore, Banjir Malam: 12 Desa di Grobogan Kebanjiran

April 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pesta Makan Lebaran Usai, Dinkes Semarang Ingatkan Ancaman Diare hingga Lonjakan Gula Darah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?