BACAAJA, MAKASSAR – Detik-detik menegangkan terjadi saat emak-emak 40 tahun nekat bakar toko emas demi bawa kabur perhiasan seniali Rp2 miliar.
Siang itu, suasana di Jalan Somba Opu, Makassar, masih berjalan normal. Orang lalu-lalang, toko-toko buka seperti biasa. Nggak ada yang menyangka, beberapa menit kemudian kepanikan bakal pecah dari dalam sebuah toko emas.
Seorang perempuan berinisial S (40) datang dengan tampilan yang terlihat seperti pembeli pada umumnya. Santai, nggak mencurigakan.
Bacaaja: Akhirnya Kapolresta Sleman Diberhentikan, Buntut Kasus Suami Korban Jambret Jadi Tersangka
Bacaaja: Eks-Pangdam Diponegoro Letjen Widi Tersangka Korupsi BUMD Cilacap? Ada Salinan Surat Berkop Kejagung
Ia mulai melihat-lihat etalase, lalu meminta beberapa perhiasan dikeluarkan. Gelang, kalung, hingga emas berbagai ukuran dikumpulkan dalam satu wadah. Polanya rapi. Seolah sudah tahu apa yang harus dilakukan.
Menurut Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, pelaku sempat berdalih ingin memfoto emas tersebut untuk dikirim ke suaminya.
Namun saat pemilik toko melarang, situasi langsung berubah drastis. Tanpa banyak tanda, perempuan itu tiba-tiba menyalakan api.
Botol air mineral berisi bensin, yang ternyata sudah ia siapkan dari rumah, jadi pemicu kekacauan siang itu. Api muncul. Orang-orang panik. Teriakan pecah.
Di tengah momen itulah pelaku bergerak cepat mengambil perhiasan yang sudah terkumpul. Targetnya nggak main-main, hampir satu kilogram emas dengan nilai mendekati Rp2 miliar.
Rencananya sederhana: bikin chaos, ambil emas, lalu kabur. Tapi pelariannya nggak berjalan mulus.
Warga sekitar yang sigap langsung bertindak. Pelaku berhasil diamankan di lokasi sebelum benar-benar melarikan diri. Seluruh emas yang sempat dikuasai pun langsung diselamatkan dan dikembalikan kepada pemilik toko.
Kasus ini kini ditangani Polrestabes Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.
Dari pemeriksaan awal, motifnya diduga karena tekanan ekonomi dan lilitan utang. Pelaku disebut beraksi seorang diri, hanya membawa paper bag berisi bensin dan korek api.
Polisi masih mendalami apakah aksi nekat ini murni spontan atau sudah direncanakan matang.
Satu hal yang pasti, dalam hitungan menit, toko emas yang tadinya tenang berubah jadi lautan panik, gara-gara satu keputusan ekstrem. (*)


