BACAAJA, JAKARTA- Bayangin aja, tiap hari Indonesia numpukin sampah hampir 140 ribu ton. Gila banyak banget, kan? Nah, biar nggak makin numpuk, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) punya target ambisius: 33 ribu ton sampah plastik bakal disulap jadi energi terbarukan lewat program waste to energy (WTE).
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH, Agus Rusly, bilang kalau salah satu jurusnya adalah bikin plastik sisa kemasan jadi RDF alias refuse derived fuel. Singkatnya, plastik diubah jadi bahan bakar kering buat industri, terutama pabrik semen.
“Kami dorong industri ambil balik kemasan plastik mereka, terus diolah jadi RDF,” jelas Agus, Selasa (9/9). FYI, ada sekitar 16 pabrik semen di Indonesia yang udah siap nyerap RDF ini. Tapi syaratnya, plastik harus diolah dulu biar ukurannya pas dan bisa dibakar dengan aman.
Pemilahan Sampah
Sayangnya, PR terbesar ada di budaya buang sampah kita. Kata Agus, masih banyak orang yang cuek sama pemilahan sampah rumah tangga. Padahal kalau organik dan anorganik dipisah sejak awal, hasilnya bisa super berguna: organik jadi pupuk/biogas, anorganik bisa diolah buat panel bangunan atau bahan bakar alternatif.
Berdasarkan data KLH, saat ini pengelolaan sampah nasional baru nyentuh 39,1 persen. Targetnya naik ke 51,2 persen akhir 2025 dan tembus 100 persen di 2029. Masih jauh banget, tapi kalau semua orang ikut gerak, bukan nggak mungkin sampah plastik bisa beneran jadi energi masa depan. (*)


