Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Dari Dapur ke FYP: UMKM Jabungan Belajar Ngonten
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Dari Dapur ke FYP: UMKM Jabungan Belajar Ngonten

Bukan cuma adonan yang digulung, tapi juga cerita. Para pelaku UMKM di Kelurahan Jabungan kini sibuk belajar jadi storyteller digital. Bukan lewat buku, tapi lewat TikTok dan Instagram. Dari pelataran SD Negeri Jabungan yang harum kopi tubruk, semangat baru tumbuh: bikin dagangan lokal bisa viral tanpa harus keluar modal besar.

T. Budianto
Last updated: November 11, 2025 4:30 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PROMOSI PRODUK: Para pelaku UMKM Jabungan berfoto bersama tim Departemen Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro seusai kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Promosi Produk Olahan UMKM di Kelurahan Jabungan, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Saat ini bisa dibilang dunia digital bukan lagi “dunia orang kota”. Itu yang dirasakan sekitar 40 pelaku UMKM di Kelurahan Jabungan, Banyumanik, Semarang saat ikut pelatihan bertema “Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Promosi Produk Olahan UMKM” bareng tim Departemen Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro (Undip).

Di sinilah mereka belajar bahwa spanduk dan brosur sudah kalah pamor sama video reels berdurasi 15 detik.Selama ini, kebanyakan peserta masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Tapi, riset yang dibawa tim Undip menunjukkan lebih dari 70 persen konsumen sekarang nemuin produk baru dari media sosial. Makanya, lewat pelatihan ini, mereka diajak naik kelas digital.

Robetmi Jumpakita Pinem, S.AB, MBA, Ph.D, dosen Administrasi Bisnis Undip bilang, kalau promosi efektif itu bukan soal kamera mahal, tapi soal cerita. “Yang penting bukan alatnya, tapi ceritanya. Gimana UMKM bisa jujur dan konsisten dalam bercerita soal produknya,” ujarnya.

Peserta nggak cuma duduk dengerin teori. Mereka langsung praktik: motret produk pakai cahaya alami, nulis caption yang catchy, sampai bikin content plan. Sesi paling rame? Saat mereka disuruh bikin video reels. Banyak yang kaget karena postingan sederhana bisa menjangkau ratusan akun dalam hitungan menit. “Ternyata segampang ini, ya? Saya pikir harus bayar iklan dulu,” kata Diah, salah satu peserta, sambil ngakak kecil.

Tantangan

Meski antusias, nggak sedikit yang curhat soal tantangan bikin konten. Ada yang bilang susah nyari waktu, ada juga yang baru pertama kali buka akun bisnis di Instagram. Tapi Robetmi santai aja. “Transformasi digital itu bukan cuma soal teknologi, tapi soal pola pikir,” jelasnya.

Dari catatan panitia, sekitar 80 persen peserta sebelumnya belum pernah pakai media sosial buat promosi. Sekarang, sebagian besar udah punya akun bisnis dan mulai belajar ngatur jadwal upload.

Tim Undip berharap dari kegiatan ini lahir Komunitas UMKM Digital Jabungan, ruang bareng buat saling promosi, kolaborasi, dan bantu satu sama lain biar tetap eksis di dunia maya. “Dari dapur rumah, produk mereka bisa sampai ke dunia maya, bahkan dunia nyata yang lebih luas,” tutup Robetmi.

Sekarang, ponsel mereka bukan cuma buat nelpon suami atau anak. Tapi juga jadi etalase, studio, sekaligus panggung. Siapa sangka, dari dapur Jabungan, bisa muncul bintang UMKM baru di timeline kita? (tebe)

You Might Also Like

Undip Bantu UMKM Jabungan Tentukan Harga Jual Produk

DPR Setujui Pagu Indikatif Kemendikdasmen 2026 Sebesar Rp71,11 Triliun. Abdul Mu’ti: Terimakasih

Ratusan Mahasiswa Undip Diterjunkan ke Pelosok, Bantu Desa Transmigrasi Naik Level

RUU Sisdiknas, Wajib Belajar Jadi 13 Tahun

Tangis Siswa, Sikap PGRI, dan Klarifikasi Walikota di Balik Drama Kepala Sekolah Prabumulih

TAGGED:departemen administrasi bisnis undipundip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Chiko Pengedit Konten AI Cabul Resmi Jadi Tersangka
Next Article KUR-nya Buat Rakyat, Duitnya Buat Mantri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat konferensi pers, Kamis (5/3/2026). (ist)
Hukum

Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Naik Penyidikan, Siapa jadi Tersangka?

Maret 5, 2026
Penampilan Grup Kenthongan Garuda Mas Rawalo keluar sebagai Juara 1 dalam Festival Kenthongan 2025 di Alun-alun Purwokerto. Foto: dok.
Pendidikan

Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Festival Kenthongan Banyumas 2025, Garuda Mas Rawalo Jadi Jawara!

Agustus 26, 2025
Pendidikan

Saat Kata Menari, Anak Muda Banyumas Bangun Semangat Literasi

Oktober 27, 2025
Pendidikan

Bukan Margoyoso, Pemprov Jateng Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Februari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Dapur ke FYP: UMKM Jabungan Belajar Ngonten
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?