BACAAJA, SEMARANG- COO PSIS Semarang, Fariz Julinar Maurisal menegaskan, situasi tim saat ini sudah masuk fase darurat. Kekalahan di kandang dari Deltras FC membuat posisi Laskar Mahesa Jenar kian rawan, sehingga seluruh elemen tim diminta saling mendukung dan bekerja lebih keras demi menyelamatkan PSIS dari ancaman degradasi.
PSIS Semarang kembali menelan pil pahit di pekan ke-16 Championship 2025/2026. Bermain di Stadion Jatidiri, Sabtu (17/1/2026), Laskar Mahesa Jenar justru dibungkam Deltras FC dengan skor mencolok 0-3. Kandang sendiri pun tak lagi ramah.
Baca juga: Main di Kandang, Serasa Tandang: Jafri Sastra Kecewa Berat
Hasil ini jadi tamparan keras, bukan cuma buat pemain, tapi seluruh elemen tim. Kekalahan tersebut membuat PSIS masih betah di zona merah, dengan jarak aman yang kian menjauh.
Fariz mengakui, hasil minor tersebut jelas bikin mental tim terguncang. “Kami terpukul, apalagi ini terjadi di kandang sendiri dengan dukungan suporter yang luar biasa. Posisi kami semakin tidak aman, dan itu benar-benar terasa,” ujar Fariz lewat akun Instagram pribadinya, Senin (19/1/2026).
Fase Darurat
Menurut Fariz, situasi PSIS saat ini sudah masuk fase darurat. Bukan lagi awal musim yang masih bisa ditoleransi dengan alasan adaptasi atau transisi. “Ini bukan awal musim. Kami ada di zona degradasi dan tidak bisa santai. Semua harus sadar posisi kami sekarang,” tegasnya.
Usai laga, manajemen langsung bergerak. Fariz mengaku sudah berdiskusi panjang dengan pelatih kepala Jafri Sastra, jajaran asisten, hingga tim analis. Fokusnya satu: bertahan.
“Kami harus kerja keras. Target jelas, PSIS harus bertahan. Di kondisi seperti ini, tidak ada saling menyalahkan. Tidak ada pemain lama atau baru, semua satu: PSIS,” ungkapnya.
Solidaritas jadi kata kunci. Fariz menekankan pentingnya saling dukung antara pelatih dan pemain demi keluar dari situasi sulit. “Pelatih ke pemain, pemain ke pelatih harus saling support. Apa pun akan kami lakukan supaya PSIS bisa bertahan di Liga 2, meski jalannya tidak mudah,” tambahnya.
Menatap laga ke depan, Fariz tak mau setengah-setengah. Dua pertandingan kandang sisa putaran kedua dipatok sebagai laga hidup-mati. “Dua laga kandang berikutnya harus menang. Enam poin harga mati,” tegasnya.
Baca juga: PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan
PSIS dijadwalkan menjamu Persela Lamongan pada 24 Januari 2026 dan Kendal Tornado FC pada 30 Januari 2026 di Stadion Jatidiri. Selain itu, manajemen juga masih berburu pemain di bursa transfer tengah musim. “Ada satu-dua pemain yang masih kami kejar. Posisi kami belum aman, sementara tim-tim zona bawah juga terus berbenah,” jelas Fariz.
Sekarang pilihannya cuma dua: Jatidiri kembali jadi kandang angker, atau PSIS siap-siap akrab dengan papan bawah. Enam poin sudah ditagih, tinggal lapangan yang menjawab, janji atau kenyataan. (tebe)


