BACAAJA, CHINA – Punya uang belasan miliar dan ingin merasakan sensasi melayang di luar angkasa? Peluang itu kini ditawarkan agen perjalanan di China lewat paket wisata premium yang membawa pelanggan terbang menembus atmosfer Bumi.
Bukan sekadar perjalanan mewah biasa, paket tersebut menawarkan pengalaman enam hari dengan harga mencapai 5,1 juta yuan atau sekitar Rp13,5 miliar. Program ini disiapkan untuk penerbangan suborbital menggunakan pesawat milik Virgin Galactic yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Paket wisata luar angkasa itu dijual Trip.com melalui lini perjalanan kelas atas mereka, HHtravel. Sebelum terbang, calon penumpang akan menjalani pelatihan selama empat hari di Amerika Serikat sebelum akhirnya mengikuti penerbangan suborbital selama sekitar 90 menit dari New Mexico.
Pada hari penerbangan, penumpang bakal mendapat pengalaman yang jelas tidak biasa. Mereka bisa merasakan kondisi tanpa bobot selama beberapa menit sekaligus menikmati panorama Bumi dari dalam pesawat melalui 17 jendela yang tersedia.
Harga Rp13,5 miliar tersebut sudah mencakup sejumlah fasilitas selama perjalanan. Di antaranya pelatihan sebelum penerbangan, transportasi dan akomodasi selama masa pelatihan, spacesuit, lencana kenang-kenangan, hingga rekaman video pengalaman perjalanan ke luar angkasa.
Namun, ada sejumlah biaya yang harus disiapkan sendiri oleh pelanggan. Tiket penerbangan internasional menuju Amerika Serikat, visa AS, serta asuransi pribadi belum termasuk dalam harga paket.
Bukan Cuma Naik Pesawat
Sebelum benar-benar terbang, calon penumpang harus mengikuti rangkaian persiapan yang cukup serius. Pelatihan dilakukan menggunakan simulator dan sejumlah metode khusus untuk membiasakan tubuh menghadapi kondisi penerbangan luar angkasa.
Latihannya antara lain menggunakan centrifuge untuk menghadapi gaya G tinggi, penerbangan parabola, simulasi kelebihan rangsangan sensorik, latihan menghadapi situasi darurat, hingga pelatihan penggunaan berbagai peralatan penerbangan.
Ctrip, platform Trip.com untuk pasar China daratan, bahkan menggambarkan pengalaman tersebut sebagai semacam “olahraga bagi kaum elite”. Mereka menekankan bahwa perjalanan ini bukan sekadar pengalaman mewah biasa.
Menurut laporan South China Morning Post, sejak program penerbangan 2027 tersebut diluncurkan pada Selasa lalu, sudah ada dua pelanggan yang memesan paket wisata tersebut.
Harga Fantastis Jadi Sorotan
Harga paket yang mencapai miliaran rupiah langsung menjadi bahan perbincangan di media sosial China. Sebagian pengguna internet menyambut munculnya peluang untuk mencoba wisata luar angkasa, sementara lainnya mempertanyakan apakah pengalaman tersebut sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan.
Isu keselamatan juga ikut menjadi perhatian. Sejumlah warganet mempertanyakan kesiapan teknologi penerbangan antariksa komersial serta siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan penumpang selama perjalanan hingga kembali ke Bumi.
Durasi pelatihan selama empat hari juga menjadi salah satu sorotan. Pasalnya, astronot profesional biasanya menjalani persiapan fisik dan teknis jauh lebih lama sebelum melakukan misi luar angkasa.
Di sisi lain, Virgin Galactic sudah membuka pemesanan 50 kursi penerbangan luar angkasa pada April dengan harga 750.000 dollar AS atau sekitar Rp12 miliar per kursi jika dikonversikan secara kasar. Seluruh kursi tersebut dilaporkan sudah habis dipesan pada 12 Agustus.
China Mulai Kejar Wisata Antariksa
China sendiri belum menggelar penerbangan wisata luar angkasa komersial. Meski begitu, sejumlah perusahaan dalam negeri mulai mengejar peluang bisnis di sektor ini.
Deep Blue Aerospace, misalnya, sudah menjual tiket penerbangan suborbital dengan harga 1,5 juta yuan per kursi sejak 2024. Perusahaan tersebut menargetkan penerbangan berawak pertamanya pada 2027.
Sementara itu, CAS Space menyatakan memiliki rencana untuk memulai penerbangan wisata luar angkasa berawak sekitar 2028.
Persaingan juga datang dari perusahaan Amerika Serikat. Blue Origin milik Jeff Bezos telah menjalankan penerbangan suborbital, sedangkan Axiom Space mengembangkan misi orbital swasta dengan menggunakan wahana antariksa milik SpaceX.
Salah satu penerbangan Blue Origin pada April 2025 bahkan membawa Amanda Nguyen, perempuan keturunan Vietnam-Amerika, bersama lima perempuan lainnya dalam perjalanan suborbital sekitar 11 menit.
Blue Origin memang tidak mencantumkan harga tiket standar secara terbuka. Namun, calon pelanggan harus membayar deposit sebesar 150.000 dollar AS untuk memulai proses pemesanan, dan uang muka tersebut dapat dikembalikan sepenuhnya.
Dengan makin banyak perusahaan masuk ke bisnis ini, wisata luar angkasa perlahan mulai bergeser dari sekadar mimpi menjadi produk yang benar-benar bisa dipesan. Hanya saja, untuk saat ini, pengalaman melihat Bumi dari luar angkasa masih menjadi kemewahan dengan harga yang tidak main-main. (*)

