Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pattiro Perkuat Warga Sekitar KITB Awasi Dampak Industri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pattiro Perkuat Warga Sekitar KITB Awasi Dampak Industri

Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) membawa harapan ekonomi baru, tetapi juga memunculkan sejumlah persoalan bagi warga sekitar.

T. Budianto
Last updated: September 20, 2026 11:22 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PELATIHAN WARGA: Warga sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mengikuti pelatihan yang difasilitasi Pattiro Semarang. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, BATANG- Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) terus berkembang. Namun, warga yang tinggal di sekitar kawasan industri mulai menghadapi berbagai persoalan.

Karena itu, Pattiro mendorong warga sekitar KITB untuk lebih aktif mengawasi pembangunan. Warga juga didorong mengetahui informasi dan aturan yang berkaitan dengan pembangunan di wilayah mereka. Upaya tersebut dilakukan melalui Lokakarya dan Pelatihan Tata Kelola Lahan dan Keadilan Iklim di Hotel Sendang Sari, Batang, Minggu (13/9/2026).

Direktur Pattiro Semarang, Muklis Raya mengatakan, keterbukaan informasi penting agar warga tidak hanya menjadi pihak yang terkena dampak pembangunan.

Warga juga perlu tahu apa saja rencana dan kebijakan yang berkaitan dengan kawasan industri. Menurutnya, masyarakat bisa meminta berbagai dokumen kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

Baca juga: Jateng Target Pembangunan Dry Port Rampung Dua Tahun

Di antaranya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), Peraturan Desa (Perdes), serta dokumen yang berkaitan dengan dampak lingkungan. “Informasi publik ini menjadi instrumen pengawasan warga,” kata Muklis dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (20/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga dari lima desa menyampaikan persoalan yang mereka temui sehari-hari. Mereka berasal dari Desa Sempu, Sembung, Tragung, Wonokerto, dan Bandar.

Soal pekerjaan menjadi salah satu keluhan utama. Warga menyoroti masih adanya perekrutan melalui perusahaan alih daya atau outsourcing, persoalan pembayaran lembur, hingga kekhawatiran warga sekitar belum banyak mendapat kesempatan bekerja di kawasan industri.

Warga juga menilai keterampilan tenaga kerja lokal perlu disiapkan sejak awal. Salah satu yang disoroti adalah belum adanya SMK Negeri dengan jurusan yang sesuai kebutuhan industri di wilayah seperti Banyuputih, Gringsing, dan Subah.

Semakin Ramai

Persoalan lain yang dirasakan warga adalah debu dari kendaraan pengangkut material, kemacetan, berkurangnya ruang hijau, serta kekhawatiran terhadap banjir. Padatnya kendaraan proyek juga disebut membuat kondisi lalu lintas di sekitar kawasan semakin ramai.

Akademisi Universitas Katolik Soegijapranata, Benediktus Danang mengatakan, perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan industri perlu diperhatikan. Ia mendorong warga menggunakan data yang jelas saat menyampaikan persoalan kepada pemerintah.

Sementara akademisi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Mila Karmilah, menyoroti persoalan tata ruang, lalu lintas, dan drainase. Menurutnya, perkembangan kawasan industri perlu dibarengi dengan perencanaan yang baik agar persoalan tidak semakin membebani warga.

Baca juga: Batang Mau Jadi “Shenzhen KW Super” Indonesia?

Dari kegiatan itu, warga bersama Pattiro menyusun rencana aksi. Beberapa usul yang disiapkan antara lain pelatihan kerja, posko pengaduan bagi pekerja lokal, pengaturan jam kendaraan proyek, serta jalur khusus kendaraan logistik.

Rencana tersebut akan dibawa warga dalam pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Batang, Dinas Ketenagakerjaan, DPRD, dan pengelola kawasan industri. Dengan begitu, warga diharapkan bisa ikut mengawal pembangunan KITB, bukan hanya menjadi pihak yang menerima dampaknya.

Sebab, keberhasilan kawasan industri tidak cukup diukur dari jumlah investasi dan bangunan pabrik yang berdiri. Ada pula pertanyaan yang perlu dijawab: apakah warga sekitar memperoleh pekerjaan, apakah lingkungan tetap terlindungi, dan apakah infrastruktur mampu mengikuti laju pembangunan?

KITB boleh terus berkembang, tetapi warga tidak semestinya hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Industri perlu tumbuh bersama masyarakat, bukan sekadar berdiri di tengah persoalan yang belum selesai. (bae)

You Might Also Like

Forsan Jateng Mau Bikin Pesantren Makin Aman

Viral Sekolah Roboh, Luthfi Minta Semua SD-SMP di Jateng Dicek Ulang

Gombel Ditutup, Jangli Ikut “Sesak Napas”

Saat 2.500 Langkah Sunyi Menghidupkan Solo

Selamat Jalan John Tobing! Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia di Jogja

TAGGED:ahmad luthfiheadlineKITBpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 1.100 Pelari Ramaikan Friendship Run Semarang
Next Article MTQ Nasional XXXI Berakhir, Agustina Apresiasi Dukungan Warga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Buya Yahya Tolak Kotak Amal Keliling, Ini Alasannya

Gus Baha Ingatkan Takbir, Salah Panjang Bisa Berbahaya

Ditanya Penyadapan Listyo Sigit, Jokowi Pilih Diam

Dari SBY hingga Macron, Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap

Semarang Bakal Punya Festival Sastra Besar, Agustina Ingin Puisi Turun ke Jalan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Expo Jamnas 1 Jatam: MPM PWM Jateng Bawa Beras Premium dan Benih Padi Tahan Lahan Kering

September 20, 2025
Olahraga

Bukan Kaleng-Kaleng! Ini 5 Atlet Indonesia Paling Ngebut di 2025

Januari 1, 2026
BERMACAM SENJATA API - Petugas menunjukkan sebagian senjata api yang ditemukan di sebuah ruangan di sekolah swasta di Jakarta Selatan. Ditemukan hampir seribu senjata api, berbagai macam peluru, narkoba berupa ganja dan sabu, serta barang terlarang lainnya.
Info

Mau Perang Atau Jadi Kartel? Hampir Seribu Senjata Api Ditemukan di Sekolah Jakarta, Ada Sabu dan Ganja Juga

Agustus 7, 2026
Info

Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri

Mei 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pattiro Perkuat Warga Sekitar KITB Awasi Dampak Industri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?