Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita Orang Bugis Jualan Barang Bekas di Pasar Kokrosono Semarang, Ungkap Sumber Barang Dagangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Cerita Orang Bugis Jualan Barang Bekas di Pasar Kokrosono Semarang, Ungkap Sumber Barang Dagangan

R. Izra
Last updated: Januari 17, 2026 11:00 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Pembeli yang melihat-lihat barang bekas di Pasar Krokosono, Semarang, Jumat (16/1/2026). (dul)
Pembeli yang melihat-lihat barang bekas di Pasar Krokosono, Semarang, Jumat (16/1/2026). (dul)
SHARE

SEMARANG, BACAAJA – Aktivitas jual beli barang bekas di Pasar Krokosono, Banjir Kanal, Semarang, terus bergulir setiap hari.

Di balik lapak-lapak sederhana yang berjejer, tersimpan cerita panjang para pedagang yang menggantungkan hidup dari barang-barang bekas, salah satunya Andi (67).

Pria asal Bugis yang sudah menetap di Semarang selama kurang lebih 50 tahun itu akrab disapa Pakde Andi. Ia mengaku telah lama menekuni usaha jual beli barang bekas.

Bacaaja: Ini Surga Buku Bekas di Semarang, Katanya Ada Versi KW Juga Sih
Bacaaja: Hidden Gem Perbukuan di Semarang, Books Bos Sediain Buku Impor Harga Lokal

Pakde Andi menyebut, sebagian besar barang yang dijual di lapaknya berasal dari para pemulung.

“Barang-barang ini saya dapat dari pemulung, Mas. Mereka ngumpulin, terus saya beli, nanti saya jual lagi di sini,” ujar Pakde Andi saat ditemui di Pasar Krokosono. Jumat 16/01/2026

Namun, di balik aktivitas perdagangan yang terlihat sederhana, ada biaya rutin yang harus dikeluarkan para pedagang setiap minggunya.

Pakde Andi mengungkapkan adanya pungutan keamanan yang dibayarkan kepada pihak yang mengelola lokasi pasar.

“Setiap minggu ada biaya keamanan. Bayarnya ke yang ngurus tempat, biasanya sekitar tiga ribu sampai lima ribu rupiah,” katanya.

Menurutnya, pembayaran tersebut sudah menjadi hal yang biasa dan diterima oleh para pedagang agar aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Selain itu, Pakde Andi juga menceritakan tradisi pasar yang hanya berlangsung setiap hari Minggu, yang oleh pedagang setempat dikenal dengan istilah “mremo”.

Pasar mremo dimulai sejak selepas subuh hingga menjelang waktu dhuhur.

“Kalau hari Minggu itu namanya mremo. Barangnya jauh lebih banyak, pedagangnya juga rame,” ungkapnya.

Meski begitu, kondisi pasar mremo berbeda dengan hari biasa. Harga barang justru cenderung lebih tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah pedagang dan pembeli yang datang bersamaan.

“Harganya biasanya lebih mahal dibanding hari biasa. Soalnya banyak yang jual, banyak juga yang nyari barang,” tambah Pakde Andi.

Bagi Pakde Andi dan pedagang lainnya, Pasar Krokosono bukan sekadar tempat berdagang, tetapi juga ruang hidup yang menyimpan dinamika sosial dan ekonomi.

Di tengah keterbatasan, pasar ini tetap menjadi tumpuan penghidupan sekaligus ruang pertemuan berbagai lapisan masyarakat, dari pemulung hingga pemburu barang bekas. (dul)

You Might Also Like

Rebahan Bareng di Taman, Cara Gen Z Lepas Penat Lagi Naik Daun

Gadget Gift Guide: Perfect Picks for Every Tech Lover

Nyamar Juragan Domba, Polisi Ini Akhirnya Bekuk DPO Sadis

Mentan Temukan Beras Oplosan, Begini Tips Agar Tak Salah Pilih

Lima Daun Herbal Ampuh Redakan Ambeien Secara Alami

TAGGED:orang bugispakde andipasar barang bekaspasar kokrosonoSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BNPB Siap Normalisasi Kali Juwana
Next Article Ilustrasi pesawat ATR terbang di udara. Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Makam Elite Etruria 2.700 Tahun Terkuak

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

Jateng Punya Target 1.000 Desa Wisata Baru

Dispora Dorong Cabor Mandiri, Tak Semua Kejuaraan Bisa Dibiayai APBD

PSIS Siap Tempur di Bantul

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Unik

KPK OTT di Medan, Siapa Kena?

Juni 27, 2025
Plesir

Sate Kelinci Gunung Lawu Bikin Nagih, Ini Sate Terbaik di Tempat Ini

April 4, 2026
Unik

Korlantas & Kemenhub Gaspol Menuju Zero ODOL 2027, Safety Week Jadi Alarm Keselamatan Jalan

Agustus 27, 2025
JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)
Info

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

September 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita Orang Bugis Jualan Barang Bekas di Pasar Kokrosono Semarang, Ungkap Sumber Barang Dagangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?