Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mentan Temukan Beras Oplosan, Begini Tips Agar Tak Salah Pilih
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Mentan Temukan Beras Oplosan, Begini Tips Agar Tak Salah Pilih

Konsumsi beras oplosan bukan hanya soal kualitas yang mengecewakan, tapi juga risiko kesehatan serius. Paparan bahan kimia atau mikroorganisme dari beras rusak bisa menimbulkan gangguan pada ginjal, hati, serta sistem kekebalan tubuh.

Nugroho P.
Last updated: Juli 15, 2025 1:56 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi Beras
SHARE

NARAKITA, BANJARNEGARA – Praktik curang dalam distribusi bahan pangan kembali mencuat ke permukaan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mengungkap temuan mencengangkan terkait penyimpangan dalam peredaran beras nasional. Bersama Satgas Pangan, Kementerian Pertanian menemukan ratusan merek beras yang tidak sesuai standar kualitas dan volume.

Dalam pernyataannya, Amran menyebut sedikitnya ada 212 merek beras yang ditemukan mengandung unsur manipulatif, mulai dari pelabelan hingga mutu. Seluruh temuan tersebut sudah dilaporkan kepada Kapolri sebagai bentuk keseriusan pemerintah menindak praktik nakal dalam sektor pangan.

“Yang kami temukan itu ada 212 merek beras yang tidak sesuai regulasi. Ini sudah kami serahkan ke kepolisian agar ditindaklanjuti secara hukum,” kata Amran dalam wawancara yang disiarkan pekan ini.

Temuan ini tak hanya mengejutkan publik, tapi juga mengusik ketenangan masyarakat yang selama ini mempercayai produk beras di pasaran. Pemeriksaan intensif telah dimulai sejak 10 Juli 2025, dengan harapan para pelaku segera mendapatkan sanksi setimpal.

Amran mengungkapkan bahwa sebagian besar dari beras yang diperiksa menggunakan label premium atau medium, namun kualitas isi sebenarnya jauh di bawah standar. Ada yang mencampur beras kualitas rendah, bahkan ada yang memoles beras rusak agar tampak layak konsumsi.

Tak hanya soal beras, Mentan juga menemukan indikasi peredaran pupuk palsu. Ia menyesalkan tindakan para pelaku yang disebutnya sebagai bentuk kejahatan tanpa hati nurani. “Ini tindakan tidak beradab. Mencemari pangan dan merugikan petani serta konsumen,” ucapnya dengan nada geram.

Bersamaan dengan itu, masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati saat membeli beras. Penampilan luar yang bersih atau label premium tak selalu menjamin kualitas sebenarnya. Lantas, bagaimana cara membedakan beras asli dan oplosan?

Pakar Teknologi Industri Pertanian dari IPB University, Prof Tajuddin Bantacut, memberikan beberapa panduan sederhana namun penting untuk membedakan beras berkualitas dan yang telah dioplos. Ia menekankan pentingnya memperhatikan warna, aroma, dan tekstur butiran beras.

“Kalau warnanya tidak seragam, aroma aneh, atau butirannya tidak rata—itu indikasi kuat beras tersebut sudah dicampur atau dimanipulasi,” jelas Tajuddin dalam pernyataan yang dikutip dari situs resmi IPB, Senin (14/7/2025).

Beberapa ciri umum beras oplosan yang bisa dikenali di antaranya: terdapat campuran warna kusam dan putih mencolok, butiran beras yang tidak seragam ukurannya, bau tidak segar, serta tekstur nasi yang lembek dan cepat basi setelah dimasak.

Tak hanya itu, beras oplosan juga kerap meninggalkan partikel mencurigakan saat dicuci, seperti serpihan halus atau serbuk putih. Bahkan, ada jenis oplosan yang telah dicampur dengan bahan kimia seperti pemutih dan pengawet, yang sangat membahayakan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Menurut Prof Tajuddin, ada tiga jenis praktik oplosan yang umum ditemui di pasaran. Pertama, campuran beras dengan bahan lain seperti jagung. Kedua, pencampuran antar varietas beras untuk mengelabui konsumen. Ketiga, yang paling berbahaya, adalah beras rusak yang dikilapkan ulang agar tampak seperti baru.

Konsumsi beras oplosan bukan hanya soal kualitas yang mengecewakan, tapi juga risiko kesehatan serius. Paparan bahan kimia atau mikroorganisme dari beras rusak bisa menimbulkan gangguan pada ginjal, hati, serta sistem kekebalan tubuh.

Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat disarankan membeli beras dari sumber terpercaya, dengan label dan keterangan produsen yang jelas. Hindari beras yang dijual terlalu murah atau dikemas tanpa merek resmi.

Langkah lain yang disarankan adalah selalu mencuci beras sebelum dimasak, periksa apakah ada partikel aneh yang mengambang, dan perhatikan aroma serta teksturnya saat sudah menjadi nasi.

Prof Tajuddin juga mengingatkan agar beras tidak disimpan terlalu lama. Ia menyarankan jangka waktu maksimal penyimpanan enam bulan agar kualitas tetap terjaga.

Suara dari Pengepul Beras

Di sisi lain, seorang pengepul beras di Banjarnegara, Suparlan (47), memberikan tips sederhana namun efektif agar konsumen terhindar dari beras oplosan. Menurutnya, cara paling aman adalah membeli langsung dari penggilingan padi.

“Kalau mau yakin, beli langsung dari pengepul seperti saya di penggilingan. Di sini bisa dilihat langsung prosesnya, kualitasnya, dan nggak mungkin kita campur-campur. Saya dari dulu nggak pernah kepikiran buat nipu orang,” ujar Suparlan saat ditemui di desanya.

Suparlan menambahkan, beras dari desa biasanya berasal dari panen petani setempat yang langsung digiling tanpa proses tambahan. Ia berharap masyarakat tidak terlalu tergoda dengan beras kemasan mencolok yang kadang justru menipu.

Menurut Prof Tajuddin, Indonesia sebagai negara agraris tidak hanya bertanggung jawab dalam hal produksi beras, tetapi juga wajib menjaga kualitas distribusi dan keamanan konsumsi masyarakat.

“Jangan hanya fokus tanam dan panen. Distribusi dan keamanan pangan harus jadi perhatian bersama agar rakyat tetap sehat,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Dasco: Parpol Masih Kaji Format Pemilu, Belum Ada Sikap Final

Sistem Kasta Dan Aturan PPDS Anestesi Undip Ancam Pelayanan Pasien

Agar Selamat di Laut, Ini Doa Nabi Nuh yang Perlu Dibaca Saat Naik Kapal

Global Cybersecurity Measures Enhanced with New AI

Tak Disadari Tiap Hari Dikonsumsi, Ternyata Makanan Ini Pemicu Kanker Payudara!

TAGGED:beli beras asliberas palsuBeras Premium Oplosantips beli beras aslitips beli beras sehat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura Patok Harga Satu Anak Bayi Rp 11 – 16 Juta
Next Article Beras Oplosan Premium Viral, Apakah Aman Bila Sudah Terlanjur Dimakan? Ini Penjelasan Dokter

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEINDAHAN ALAM PAPUA - Keindahan sungai biru di Papua. (Indonesia.gi.id)

Polemik ‘Pesta Babi’ Bikin Narasi ‘Papua Bukan Tanah Kosong’ Viral Lagi

TEKEN KERJA SAMA--Prosesi penandatanganan oleh Kadaop 4 Semarang dan Kadaop lain dalam rangka pengamanan aset, Selasa (12/5/2206). (ist)

Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN

LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa

Orang Jawa Itu Manusia Kerja Sekaligus Manusia Doa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
Unik

RUU Perampasan Aset Dibahas Setelah RUU KUHAP

Juni 25, 2025
Unik

4 Destinasi Alam Indonesia yang Tetap Hits, Bikin Liburan Makin Berkesan

September 9, 2025
Unik

Serius? 5 Makanan ‘Bikin Pikun’ yang Sering Kita Cinta — Nomor 3 Bikin Kaget!”

Agustus 15, 2025
Menteri Perdagangan Tahun 2015-2016 Tom Lembong, divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat bersalah dan dihukum 4,5 tahun penjara.
Unik

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara

Juli 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mentan Temukan Beras Oplosan, Begini Tips Agar Tak Salah Pilih
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?