Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: RUU Perampasan Aset Dibahas Setelah RUU KUHAP
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

RUU Perampasan Aset Dibahas Setelah RUU KUHAP

RUU Perampasan Aset menjadi sorotan publik sejak awal wacana pembahasannya. Salah satu poin yang menimbulkan perdebatan adalah mekanisme perampasan aset tanpa menunggu adanya putusan pidana (non-conviction based asset forfeiture)

baniabbasy
Last updated: Juni 25, 2025 1:18 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
SHARE

NARAKITA, JAKARTA- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berencana membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset setelah pembahasn RUU Kitab Hukum Undang-Undang Acara Pidana (KUHAP) rampung dibahas legislatif. Soal detail waktunya pembahasan, belum jelas.

Meski secara detail waktunya belum jelas, namun kabar rencana pembahasan RUU Perampasan asset itu cukup memberi angin segar bagi hukum di Indonesia. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengakui bahwa saat ini, masih terjadi perkembangan legislasi di Komisi III DPR RI.

“Betul begitu. Pembahasan RUU Perampasan Aset akan dilakukan setelah pembahasan RUU KUHAP selesai,” ujar Dasco di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Menurut Dasco, pembahasan RUU Perampasan Aset tidak sederhana. Dari sisi target penyelesaian membutuhkan waktu pandang, dan harus fokus serta lebih detail. Sebab materi tentang perampasan aset tidak hanya diatur dalam satu peraturan perundang-undangan saja, tetapi tersebar di berbagai regulasi seperti Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), hingga KUHAP.

Oleh karena itu, pendekatan yang diambil oleh DPR adalah menyelesaikan terlebih dahulu RUU yang berkaitan, agar pengaturan dalam RUU Perampasan Aset dapat dikompilasi secara menyeluruh dan harmonis.

“Karena aspek-aspek perampasan aset itu ada di Undang-Undang Tipikor, TPPU, KUHP, dan KUHAP, maka setelah selesai semua, kita akan ambil dari situ. Bagaimana kemudian satu undang-undang yang punya persoalan yang sama soal aset itu bisa dikompilasi dan kemudian bisa berjalan dengan baik,” jelas politisi Partai Gerindra itu.

Diakui atau tidak, RUU Perampasan Aset menjadi sorotan publik sejak awal wacana pembahasannya. Salah satu poin yang menimbulkan perdebatan adalah mekanisme perampasan aset tanpa menunggu adanya putusan pidana (non-conviction based asset forfeiture). Masyarakat sipil menilai hal ini berpotensi melanggar asas praduga tak bersalah dan hak atas kepemilikan.

Di sisi lain, pemerintah dan sebagian kalangan DPR menilai RUU ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembalian kerugian negara dari tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang selama ini sulit dilakukan karena pelaku sering kali kabur atau meninggal dunia sebelum kasus diputus pengadilan.

Pembahasan RUU ini pun menjadi bagian dari reformasi hukum yang lebih luas, terutama dalam rangka memperkuat penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Dengan menunggu selesainya revisi RUU KUHAP dan KUHP, diharapkan substansi RUU Perampasan Aset akan lebih utuh dan tidak tumpang tindih dengan aturan hukum lainnya. (*)

You Might Also Like

Saksi Sidang Korupsi Mbak Ita Akui Setor Fee Pengondisian Proyek

Tambang Gunung Kuda Cirebon Longsor: 6 Orang Tewas, 5 Luka, Sopir Truk Hilang

Megawati Rangkap Jabatan Ketum dan Sekjen PDIP, Hasto Tak Masuk Struktur Baru

Libur Nataru Wonosobo Adem, Telaga Menjer Justru Signifikan

Dinilai Implementatif, Gagasan Mohammad Saleh Layak Diaplikasikan dalam PSN

TAGGED:DPR segera bahas RUU Perampasan AsetRUU Perampasan Aset
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Begini Perkembangan Kasus Eks Kapolres Ngada Terkait Kekerasan Seksual Anak 
Next Article Inul Cerita Perjuangan Mas Adam Pulih dari Insiden Berdarah: Kumis Tetap On, Suara Masih Sember

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Rujak Thailand Viral Versi Rumahan, Warganet Penasaran Coba Resepnya

Agustus 31, 2025
Dasuki tak menyangka rumah jeleknya disambangi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Tak cukup itu, Luthfi membawa membawa berkah karena akan merehab rumahnya yang dinilai tidak layak huni. Foto: Dok.HumasJateng
Unik

Dasuki Tak Menyangka Rumah Jeleknya Didatangi Gubernur Luthfi

Juni 9, 2025
Puan Minta Pemerintah Segera Mitigasi Dampak Konflik Israel-Iran
Unik

DPR Minta Penyadapan Kejaksaan Hormati Privasi Warga

Juni 28, 2025
Unik

Dari Kaki Sapi Jadi Hidangan Istimewa, 5 Resep Lezat Anti Prengus untuk Olahan Kurban

Mei 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: RUU Perampasan Aset Dibahas Setelah RUU KUHAP
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?