Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita Jefri saat Jaga Warung Madura, Ada-ada Saja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Cerita Jefri saat Jaga Warung Madura, Ada-ada Saja

Kata Jefri, mulanya orang-orang 'Pulau Garam' iseng buka warung sembako Madura di perantauan, eh ternyata terus berkembang pesat.

R. Izra
Last updated: Oktober 17, 2025 4:36 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Warung Madura berdiri di Jalan Beringin Raya, Ngaliyan, Semarang. (google streat view)
Warung Madura berdiri di Jalan Beringin Raya, Ngaliyan, Semarang. (google streat view)
SHARE

MALAM sudah larut, tapi Jefri masih duduk tegak di balik etalase kaca. Sambil menahan kantuk dan serangan nyamuk, dia tetap siaga melayani pembeli di toko sembako Madura.

Jefri merupakan penjaga warung Madura di Jalan Beringin Raya, Ngaliyan, Kota Semarang. Jalan depan warungnya cukup ramai meski hanya penghubung perkampungan.

Tempat jualan itu layaknya warung kelontong Madura pada umumnya. Etalase penuh rokok hingga jajan dan kopi saset yang digantung layaknya tirai.

Tapi di balik wujud sederhana itu, ada perjalanan panjang yang nggak semua orang tahu.

Jefri jauh-jauh merantau dari Sampang, Madura, untuk mengadu nasib. Untungnya, di Semarang ada saudara sesama warga pulau seberang.

Orang-orang Madura memang banyak yang membuka usaha warung kelontong di berbagai kota. Tak terkecuali di Semarang yang noabene kota besar.

Kata dia, ada orang yang awalnya cuma coba-coba buka warung Madura, tapi perlahan berkembang.

“Dari nol sampai akhirnya bisa punya cabang,” ucapnya saat saya temui Selasa (14/10/2025) malam.

Dia merantau bukan buat jadi sultan. Sederhana aja, biar keluarga di rumah nggak kekurangan. Itulah ungkapan orang yang paling jujur berjuang.

Warung pertama Jefri berdiri sekitar 2024. Dia milih tempat yang strategis, deket jalan ramai dan pemukiman padat. Tanpa riset pasar yang ribet atau kalkulasi ala konsultan bisnis. Cuma modal insting dan pengalaman hidup.

Semua dikelola sendiri tanpa investor, tanpa sponsor. Pure kerja keras dan kepercayaan antar keluarga.

Sistem warungnya jalan 24 jam nonstop. Dijaga dua orang bergantian sif. Biasanya masih saudara atau kerabat deket.

Tantangan paling berat menurut Jefri ya soal jam kerja. Dia harus menjaga rasa ngantuk saat berjualan pada tengah malam hingga pagi datang.

“Dingin, ngantuk, tapi ya harus tetap jaga,” tuturnya.

Dari tangannya yang sabar melayani pembeli hingga melawan rasa lelah, Jefri bukan cuma penjaga warung. Dia penjaga semangat.

Dan mungkin benar kata banyak orang, warung Madura bukan sekadar tempat belanja, tapi simbol kerja keras yang nggak kenal waktu. (dul)

You Might Also Like

Minum Teh Bikin Rahim Kering, Mitos atau Fakta?

Aipda Robig Muntahkan Empat Peluru ke Arah Siswa SMK di Semarang, Bikin Gamma Tewas

Solo Siap Sambut Lebaran! Respati: Keamanan sampai Tempat Singgah Pemudik Disiapkan

Awas Lho.. Pacaran Sekantor Bisa Bikin Dinamika Tim Berubah

‘Pangeran Tidur’ Arab Saudi Meninggal Dunia setelah 20 Tahun Hidup dalam Kondisi Koma

TAGGED:toko kelontong madurawarung kelontong madurawarung madurawarung sembako madura
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Emas Gaspol! Tembok 5.000 Dollar Siap Jebol?
Next Article Bajaj Online Nyasar Semarang? Izin Masih “Dikulik” Dishub!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Gadget Gift Guide: Perfect Picks for Every Tech Lover

Maret 29, 2023
Unik

Awas!! Klaim Berlebihan Produk Skincare Bisa Dipenjara 12 Tahun

Juli 17, 2025
Tips

Jadi Mualaf Itu Nggak Ribet, Yuk Kenali Syarat dan Prosesnya

September 12, 2025
Tips

Duduk Lama di Sadel Bikin Panik, Faktanya Prostat Tetap Aman

Mei 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita Jefri saat Jaga Warung Madura, Ada-ada Saja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?