BACAAJA, SEMARANG- Program balik rantau gratis dari Pemprov Jateng lagi-lagi jadi “penyelamat” setelah Lebaran. Kali ini, Ahmad Luthfi langsung melepas ratusan peserta yang berangkat naik kereta api dari Stasiun Tawang, Jumat (27/3/2026).
Sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api. Ini jadi bagian dari program besar balik rantau gratis yang nggak cuma pakai kereta, tapi juga bus buat ribuan peserta lainnya.
Baca juga: Besok Gubernur Lepas Ribuan Perantau Balik Gratis
Menurut Luthfi, program ini sengaja dihadirkan buat bantu masyarakat, terutama pekerja informal yang biasanya “all out” secara finansial pas mudik. “Biasanya habis mudik, belanja di kampung, uangnya sudah tipis. Nah, program ini bikin mereka bisa balik kerja tanpa mikirin ongkos lagi,” katanya.
Program ini juga bukan kerja sendirian. Pemprov Jateng gandeng banyak pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota sampai Bank Jateng, biar fasilitasnya makin maksimal.
Buat para peserta, manfaatnya langsung terasa. Salah satunya Susanto (32), perantau asal Pati yang mau balik ke Bekasi. Tahun ini dia mudik bareng istri dan dua anak, dan jelas, biaya jadi pertimbangan utama. “Ini hemat banget, bantu banget buat keluarga,” ujarnya.
Pengalaman Baru
Menariknya, perjalanan kali ini jadi pengalaman baru buat anak-anaknya yang belum pernah naik kereta jarak jauh. Jadi bukan cuma hemat, tapi juga nambah cerita.
Cerita serupa datang dari Nani Rusmalani (39), perantau asal Demak yang tinggal di Bogor. Bareng suaminya, Zainal Mubarok, dia baru pertama kali nyobain program balik gratis pakai kereta. “Biasanya naik bus, sekarang coba kereta. Seru sih, beda rasanya,” katanya santai.
Zainal sendiri mengaku biasanya harus keluar biaya besar kalau pulang-pergi mandiri. Sekali jalan bisa habis sampai Rp1 juta per orang. “Jadi ini jelas membantu banget dari sisi ekonomi,” ucapnya.
Baca juga: Pemprov Fasilitasi Balik ke Perantauan Gratis
Nggak cuma bantu ongkos, Luthfi juga nitip pesan buat para perantau. Katanya, semangat kerja, taat aturan, dan karakter orang Jateng yang guyub harus tetap dibawa ke mana pun mereka pergi. Karena di balik perjalanan balik ini, ada harapan keluarga di kampung yang ikut “dititipkan”.
Di tengah harga tiket yang kadang bikin mikir antara balik kerja atau nambah cuti, program gratisan kayak gini jadi bukti kalau pulang ke realita nggak harus selalu mahal. Kadang, yang bikin ringan itu bukan cuma koper, tapi juga ongkos yang ditanggung. Tinggal satu PR: semoga rezekinya ikut “ngebut” kayak keretanya. (tebe)


