Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Catatan Gunung Slamet, 2026 Dua Pendaki Tewas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Catatan Gunung Slamet, 2026 Dua Pendaki Tewas

Nugroho P.
Last updated: Agustus 20, 2026 11:23 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi puncak gunung Slamet.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA — Gunung Slamet kembali menyisakan kabar duka. Sepanjang 2026, setidaknya dua pendaki tercatat meninggal dalam insiden berbeda di kawasan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Contents
Syafiq Hilang Saat TurunFahri Jatuh ke KawahJangan Anggap Enteng Gunung

Dua kejadian itu terjadi dengan cerita yang berbeda. Satu pendaki ditemukan setelah berhari-hari hilang di jalur pendakian, sementara korban lainnya jatuh ke kawah saat berada di area puncak.

Catatan ini jadi alarm buat para pendaki. Gunung Slamet bukan cuma soal mengejar sunrise atau sampai puncak, tapi juga medan berat, cuaca yang bisa berubah cepat, hingga risiko serius di sekitar kawasan kawah.

Syafiq Hilang Saat Turun

Kasus pertama melibatkan Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, pendaki asal Magelang. Ia mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Pemalang, bersama rekannya, Himawan Khaidar Rahman.

Keduanya berangkat pada 27 Desember 2025 dengan rencana tektok, alias naik gunung lalu turun tanpa bermalam. Namun, saat perjalanan turun, keduanya justru terpisah.

Himawan berhasil selamat, sedangkan Syafiq dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian secara intensif selama 17 hari.

Syafiq akhirnya ditemukan pada 14 Januari 2026 sekitar pukul 10.22 WIB. Lokasinya berada di punggungan sisi selatan Gunung Slamet, tak jauh dari kawasan Watu Langgar dengan ketinggian sekitar 3.150 meter di atas permukaan laut.

Saat ditemukan, sejumlah barang milik korban seperti dompet, trekking pole, senter, dan emergency blanket berada di sekitar lokasi. Syafiq sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan. Tim SAR memperkirakan korban meninggal sekitar empat sampai lima hari sebelum ditemukan, dengan dugaan kuat mengalami hipotermia berat.

Meski jasadnya ditemukan pada Januari 2026, perkiraan waktu kematiannya berada di akhir Desember 2025. Karena itu, kasus Syafiq sebenarnya bermula sebelum periode rekap kejadian fatal sepanjang 2026.

Fahri Jatuh ke Kawah

Insiden berikutnya terjadi pada 18 Agustus 2026 dan menimpa M. Fahri Maulana, 16, warga Sirampog, Brebes. Korban mendaki melalui jalur Sawangan atau Bosapala di kawasan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan mulai turun dari kawasan puncak. Fahri memilih turun belakangan dan masih berada di sekitar bibir kawah Gunung Slamet.

Situasi berubah dalam hitungan detik. Tanah di area yang dipijak korban diduga rapuh hingga tiba-tiba ambrol.

Fahri kemudian terperosok ke dalam kawah dengan kedalaman diperkirakan mencapai 30-50 meter. Kondisi lokasi yang terjal dan berisiko membuat proses pencarian tidak bisa dilakukan sembarangan.

Tim SAR gabungan harus menggunakan teknik high-angle rescue. Petugas juga menyiapkan alat bantu pernapasan SCBA untuk mengantisipasi kemungkinan paparan gas berbahaya dari kawah aktif.

Setelah proses evakuasi yang cukup rumit, korban berhasil ditemukan pada Selasa malam dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi menuju jalur bawah untuk penanganan lebih lanjut.

Jangan Anggap Enteng Gunung

Dua insiden tersebut jadi pengingat bahwa mendaki bukan sekadar urusan fisik kuat atau punya pengalaman. Kondisi Gunung Slamet bisa berubah cepat, sementara kawasan puncak juga menyimpan sejumlah risiko yang wajib diperhitungkan.

Pendaki sebaiknya tetap menggunakan jalur resmi dan melakukan registrasi di basecamp. Jangan nekat mengambil jalur alternatif hanya demi memangkas waktu atau mengejar spot tertentu.

Area bibir kawah juga bukan tempat yang aman untuk bermain-main. Apalagi sekadar demi foto atau konten media sosial yang risikonya bisa jauh lebih besar daripada hasil yang didapat.

Perlengkapan juga harus disiapkan dengan serius, mulai dari pakaian hangat, perlindungan cuaca, penerangan, hingga perlengkapan darurat. Kondisi fisik sebelum berangkat pun perlu benar-benar diperhitungkan.

Yang tak kalah penting, jangan memaksakan diri jika kondisi tubuh atau cuaca mulai tidak mendukung. Tetap bersama rombongan dan jangan sampai terpisah ketika berada di medan yang sulit.

Pada akhirnya, target mencapai puncak boleh tinggi, tapi keselamatan tetap harus jadi prioritas utama. Sebab, gunung akan tetap ada untuk didaki lain waktu, sementara satu keputusan ceroboh bisa berujung fatal. (*)

You Might Also Like

Dusun Buddhis Krecek Mulai Dilirik Wisatawan

Rangkaian Hari Jadi Kota Semarang Resmi Diluncurkan

Jateng-Aceh Resmi Kerja Sama Ekonomi, Deal Rp1 Triliun

RUU Sisdiknas dan “PR Besar” Papua Pegunungan: Ketika Pendidikan Tak Cukup Sekadar Regulasi

Jateng Gaspol Susun “Uang Sendiri” buat 2027

TAGGED:gunung slametpendaki tewas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article RESMI KERJA SAMA - PLN Icon Plus gandeng SMK Batur Jaya 1 Ceper untuk bekerja sama menyiapkan talenta vokasi menghadapi transformasi teknologi digital. PLN Icon Plus Gandeng SMK Batur Jaya 1 Ceper, Siapkan Talenta Vokasi Hadapi Transformasi Teknologi
Next Article Sindikat Meterai Palsu Dibongkar, Negara Nyaris Rugi Rp1 T

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bidik Emas Porwanas 2027, Frits Yohanes Siap Kawal Tim Biliar PWI Jateng

BIKIN CEMILAN TRADISIONAL - Cemilan tradisional merupakan bagian dari kekayaan ekonomi lokal. Di Magelang, salah satunya adalah rengginan Bu Yatin. PLN Icon Plus bangga memperkenalkan penganan lokal.

Kenalkan Rengginan Bu Yatin, PLN Icon Plus Apresiasi Produk Lokal Magelang

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Gibran Gandeng Mahasiswa Bantu Korban Bencana NTT

Ilustrasi dapur MBG.

MBG Ramai, Tapi Sektor Besar Belum Terangkat

Sindikat Meterai Palsu Dibongkar, Negara Nyaris Rugi Rp1 T

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo Respati Ardi hadiri momen sakral Tingalan Dalem Jumenengan ke-4 KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Selasa (27/1/2026).
Info

Hadiri Jumenengan Mangkunegara X, Respati Gaspol Kolaborasi Budaya di Solo

Januari 27, 2026
GEMPA - Ilustrasi gempa bumi tektonik.
Info

BREAKING NEWS: Padang Terasa Goyang, Giliran Sumbar Diguncang Gempa Magnitudo 6,1

Agustus 18, 2026
Daerah

Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”

Oktober 11, 2025
Daerah

DPRD Semarang Nggak Mau Kudet, Siap Gas ke Parlemen Digital!

Oktober 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Catatan Gunung Slamet, 2026 Dua Pendaki Tewas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?