BACAAJA, JAKARTA– Kementerian Kesehatan menambah pemeriksaan scabies, kusta, dan frambusia ke dalam layanan CKG. Alasannya simpel tapi penting: penyakit-penyakit ini masih nongol di lapangan, dan negara nggak mau tutup mata.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, bilang penambahan ini lahir dari evaluasi langsung kondisi kesehatan masyarakat. “Ada penambahan pemeriksaan berdasarkan pola penyakit dan temuannya. Karena itu sekarang ada pemeriksaan untuk scabies, kusta, dan frambusia,” kata Lucia di Puskesmas Cilandak, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Dukung Generasi Emas 2045
Dengan update ini, CKG makin komplet. Mulai dari tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, kolesterol, EKG jantung, cek mata, telinga, gigi, skrining kesehatan jiwa, sampai urusan penyakit kulit dan infeksi yang sering dianggap remeh.
Lucia juga menegaskan, CKG nggak harus selalu identik dengan puskesmas. Pemeriksaan bisa dilakukan di sekolah, kantor, sampai lokasi aktivitas warga. “Intinya, gampang diakses dan gratis. Tinggal mau atau nggak,” ujarnya.
Yang menarik, CKG sekarang bukan cuma soal ketahuan sakit. Kalau ada masalah, langsung ditindak. Bukan sekadar dicatat. “Kalau tensi tinggi, langsung diarahkan konsultasi dan diobati kalau memang perlu,” jelas Lucia.
Pengobatan Nyata
Nada yang sama disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, setelah setahun berjalan, CKG resmi naik kasta: dari sekadar deteksi ke pengobatan nyata. “Sekarang bukan cuma dicek, tapi diobati. Darah tinggi ya harus diobati, gula tinggi juga sama,” tegas Menkes saat meninjau CKG di RSUP dr. Kariadi, Semarang, Selasa (10/2/2026).
Penyakit seperti hipertensi dan diabetes, kata Menkes, sering dianggap sepele karena nggak langsung terasa. Padahal, kalau dibiarkan, ujung-ujungnya bisa serius, dan mahal.
Baca juga: 4,6 Juta Warga Jateng Akses Program Cek Kesehatan Gratis, Terintegrasi dengan Speling
Sementara itu, Menko PMK Pratikno mencatat sepanjang 2025, lebih dari 70 juta warga Indonesia sudah ikut CKG. Angka yang bikin program ini sulit diabaikan. Program CKG sendiri sudah berjalan sejak 10 Februari 2025 dan jadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan misi besar: mencegah lebih murah daripada mengobati.
Kalau dulu gatal dianggap cuma alergi sabun, sekarang negara ikut nimbrung. Pesannya jelas: jangan cuma rajin garuk, tapi juga rajin cek. Karena di CKG, bahkan scabies pun akhirnya dapat perhatian negara. (tebe)


