Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Antek Asing atau HAARP, Dosen UGM Ungkap Fakta Kenapa 6 Gunung Erupsi Hampir Bersamaan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Antek Asing atau HAARP, Dosen UGM Ungkap Fakta Kenapa 6 Gunung Erupsi Hampir Bersamaan

R. Izra
Last updated: September 9, 2026 11:36 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi erupsi gunung berapi di Indonesia.
Ilustrasi erupsi gunung berapi di Indonesia.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Enam gunung berapi di Indonesia mengalami erupsi atau letusan pada waktu yang hampir bersamaan. Enam gunung yang mengalami aktivitas erupsi tersebut adalah Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ile Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung.

Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, menyebut ada bisa saja fenomena alam ini karena ada campur tangan manusia lewat teknologi.

Levenia kemudian menyebut proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) yang menurutnya bisa jadi penyebab meletusnya sejumlah gunung di Indonesia pada awal September 2026.

Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Indranova Suhendro, menjelaskan fenomena tersebut secara ilmiah. Enam gunung berapi di Indonesia erupsi dalam waktu berdekatan bukan karena campur tangan antek asing atau HAARP.

Bacaaja: Usai Anak Krakatau, Semeru Menyusul Erupsi Abu Vulkanik Membumbung 1.000 Meter
Bacaaja: Speedboat 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Kapal

Menurutnya, erupsi yang waktunya berdekatan bukan berarti keenam gunung punya satu sistem vulkanik yang sama. Indranova menyebut setiap gunung memiliki sistem magma, karakteristik, serta siklus aktivitas sendiri-sendiri.

Ada gunung seperti Semeru dan Anak Krakatau yang memang relatif sering mengalami erupsi. Sementara gunung lainnya bisa memiliki periode istirahat lebih panjang sebelum kembali aktif.

Ketika siklus aktivitas masing-masing kebetulan bertepatan, muncullah kesan seolah-olah gunung-gunung tersebut ‘erupsi barengan’.

“Menurut saya ini lebih ke masalah timing,” ujar Indranova.

Jadi, sederhananya: bukan satu gunung membangunkan gunung lainnya, tetapi siklus aktivitasnya kebetulan beririsan.

Sulit untuk saling memicu

Keenam gunung tersebut juga berada di wilayah yang sangat berjauhan, mulai dari Sumatra, Jawa, Selat Sunda, Nusa Tenggara hingga Maluku.

Karena itu, hampir tidak mungkin satu gunung memicu erupsi gunung lain hanya karena berada di jalur subduksi yang sama. Masing-masing gunung mempunyai sistem magma lokal.

Namun, untuk gunung yang lokasinya berdekatan, kemungkinan adanya keterkaitan aktivitas memang bisa lebih besar.

Yang menarik, mekanisme erupsi keenam gunung tersebut juga tidak sama. Gunung Sinabung, Ibu, dan Semeru disebut mengalami erupsi freatik. Secara sederhana, panas dari magma memanaskan air yang berada di dalam tubuh gunung sehingga tekanan meningkat.

Sementara Anak Krakatau mengalami erupsi magmatik yang berkaitan dengan magma kaya gas. Proses pelepasan tekanan dapat membuat erupsi menjadi eksplosif.

Artinya, meski waktunya berdekatan, ‘mesin’ di balik erupsinya belum tentu sama.

Gempa bisa turut mempengaruhi

Ada juga faktor eksternal yang mungkin ikut berperan. Indranova menyoroti peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki setelah gempa di Flores.

Menurutnya, guncangan gempa kemungkinan memengaruhi gas yang terlarut dalam magma. Namun, hubungan tersebut belum bisa dianggap berlaku untuk semua gunung api.

Fenomena serupa juga pernah dibahas pada erupsi Gunung Ruang pada 2024 yang terjadi setelah gempa kuat di sekitar Halmahera.

Indranova mengingatkan, setiap gunung memiliki karakter bahaya yang berbeda.

Semeru, misalnya, dapat menghasilkan awan panas yang bergerak mengikuti lereng. Sementara Sinabung, Ibu, dan Anak Krakatau bisa menghasilkan material vulkanik yang jatuh dan penyebarannya dipengaruhi arah angin.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap memahami potensi bahaya di wilayah masing-masing.

“Bahaya itu jenisnya berbeda, ada yang jatuhan, ada yang aliran,” jelasnya.

Untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api dan zona rawan bencana, masyarakat bisa memantau informasi resmi melalui MAGMA Indonesia.

Jadi, enam gunung erupsi hampir bersamaan bukan karena rekayasa HAARP atau campur tangan antek asing. Dalam ilmu vulkanologi, timing dan karakter masing-masing gunung justru menjadi penjelasan utamanya. (*)

You Might Also Like

Nestapa Warga Pati: Sudah 2 Minggu Kebanjiran, Eh Bupatinya Ditangkap KPK

Banjir Sumatra Tak Jadi Bencana Nasional, Prabowo Buka Alasannya

Begini Kasus Penganiayaan oleh Anggota Polairud Sikka, kini Masuk Proses Etik

Pemprov Warning Pengusaha Tambang Nakal

Gandeng Pemkab, Icon Plus Dukung Digitalisasi Kabupaten Kudus

TAGGED:antek asingerupsigunung berapihaarpheadlinemeletusugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DEPORTASI WNA--Dua WNA Cina (tengah) dideportasi usai terbukti melanggar aturan keimigrasian. (ist) 2 Orang yang Dideportasi Usai Keciduk di KIK Ternyata WNA China
Next Article SATUKAN SOLUSI - Kehadiran PLN Hub di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hadirkan layanan yang terintegrasi bagi pelanggan. Ragam solusi hadir dalam satu layanan. PLN Hub Hadir di Yogyakarta, Satu Layanan Terintegrasi untuk Beragam Solusi PLN Group

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PENGENALAN DUNIA KERJA - PLN Icon Plus ajak siswa SLB B Yakut Purwokerto kenali ekosistem dunia kerja melalui program program BERDAYA.
Info

PLN Icon Plus Ajak Siswa SLB B Yakut Purwokerto Kembangkan Kemampuan melalui Program Magang Industri

Agustus 12, 2026
Pendidikan

Dari NIB Sampai QRIS, Mahasiswa KKN Undip Kini Tak Hanya Bawa Proposal

Mei 26, 2026
OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)
Info

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

Juni 28, 2026
Puluhan pemuda diduga pelaku balap liar di Kota Semarang digiring polisi, Minggu (11/1/2026). (ist)
Info

Adu Kencang Tengah Malam, Puluhan Pemuda Semarang Kena Sikat

Januari 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Antek Asing atau HAARP, Dosen UGM Ungkap Fakta Kenapa 6 Gunung Erupsi Hampir Bersamaan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?