BACAAJA, KUDUS- Demi menjaga khasanah keislaman Nusantara tetap hidup dan nggak kalah saing sama konten viral, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendorong dokumentasi dan digitalisasi ajaran para wali dengan memanfaatkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Gagasan itu disampaikan Gus Yasin saat menghadiri kegiatan Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus bertema “Menyebarkan Energi Peradaban Aulia” di Kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu (7/1/2026) malam.
Baca aja: Kiai Sholeh Darat Guru RA Kartini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Menurutnya, ajaran para wali di Nusantara bukan cuma soal dakwah, tapi juga tentang budaya dan peradaban. Sayangnya, banyak yang berhenti jadi cerita lisan atau teks sejarah yang jarang disentuh generasi sekarang.
“Sejarah para wali ini perlu kita modernisasikan, nggak cuma jadi cerita. Kalau bisa, gambar-gambar wali dengan dawuh-dawuhnya itu di-AI-kan,” kata Gus Yasin.
AI, lanjut dia, bisa jadi alat bantu biar sejarah Islam Nusantara lebih nyampe ke anak muda tanpa harus menggurui. “Jadi anak-anak buka short di YouTube, yang muncul Sunan Kalijaga, Sunan Kudus. Ada wajah para wali, dawuh-dawuhnya, cerita-ceritanya. Itu pasti lebih menarik,” ujarnya.
Minat Baca
Gus Yasin menilai, minat baca sejarah di kalangan generasi muda memang makin menurun. Bukan karena nggak peduli, tapi karena cara menyampaikan informasinya sudah beda zaman. Anak muda sekarang lebih akrab dengan visual, audio, dan teknologi.
Karena itu, digitalisasi berbasis AI dianggap jadi jalan tengah agar nilai-nilai keislaman Nusantara tetap lestari, tanpa kehilangan relevansi. Ia juga menyebut banyak kisah para wali yang kini mulai tenggelam, padahal sarat nilai keteladanan yang masih relevan untuk generasi hari ini.
Baca juga: Dorong Inklusi, Nawal Yasin Minta Program Difabel Masuk ke Kecamatan Berdaya
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin turut memberikan penghargaan kepada para tokoh yang dinilai tulus berkhidmah menjaga laku spiritual dan jejak peradaban leluhur Kudus.
Intinya, kalau algoritma bisa bikin konten joget viral, masa ajaran wali kalah saing? Mungkin sudah waktunya Sunan masuk FYP bukan buat flexing, tapi buat ngajarin makna hidup. (tebe)


